Eksperimen Mi Band 4

lariiii

Tadi pagi baru lari sekitar pukul 06:15. Agak kesiangan. Lumayan lari 48 menit. Sayangnya untuk jarak tempuh dan pace terjadi dualisme data.

Pertama data dari Mi Band 4. Data kedua dari aplikasi Google Fit. Mi Band 4 merekam jarak tempuh 6,19 km. Sedangkan vja Google Fit 5,35 km. Lumayan jauh selisihnya, 800 meter.

Oke ga masalah mana yang lebih akurat. Bersimbah keringat begitu selesai sesi lari pagi ini. Seru. Cape tapi enak.

Istirahat lebih kurang 45 menit sebelum berangkat kerja. Gluntungan maen hape. Buka Twitter. Inginnya sih update status di Twitter tentang lari pagi ini. Tapi saya urungkan. Nanti saja. Kapan-kapan kalo sudah rutin dan ada hasilnya baru saya share.

Berangkat kerja, saya melakukan sebuah percobaan. Penasaran atas kinerja Mi Band 4. Berawal dari pertanyaan apa yang bakal terjadi ketika melakukan workout namun Mi Band tidak terkoneksi ke smartphone.

Jadi ketika berangkat kerja tadi pagi, smartphone saya kondisikan dalam mode flight. Otomatis bluetooth, wifi, GPS, data, jaringan telpon terputus. Dalam mode ini, Mi Band 4 yang saya kenakan tidak terkoneksi dengan smartphone.

Rupanya Mi Band 4 tetap merekam data biometrik selama saya jalan menuju kantor. Hanya saja rute perjalanan tidak terekam. Karena untuk merekam rute perjalanan dibutuhkan GPS. Sedangkan Mi Band 4 tidak dilengkapi dengan GPS.

Ga masalah buat saya. Selama jarak, pace, detak jantung, durasi masih tercatat. Ketika sampai di kantor, saya segera mengsinkronisasi data Mi Band 4 dengan smartphone.

Sip mantap. Data workout jalan kaki saya dari kosan menuju kantor tersaji dengan baik di aplikasi Mi Fit. Hanya saja ringkasan rute perjalanan tak nampak.

Perjalanan dari kosan menuju kantor sejauh 1,44 km. Durasi perjalanan 17 Menit. Lumayan. Lebih cepat daripada rute yang sering saya tempuh.

Rute tadi pagi tidak melewati jembatan penyeberangan Trans Jakarta. Saya menyeberang melalui jalan raya. Alhamdulillah lumayan lengang tadi ketika saya berangkat kerja.

Begitu sampai di kantor ada sedikit kehebohan. Handphone salah seorang teman saya hilang. Kecopetan di dalam bus Trans Jakarta ketika perjalanan menuju kantor. Copetnya termasuk nekat dan maen bersih. Karena teman saya tak menyadari kalau tasnya disobek dengan cutter. Dengan senyap handphone-nya berpindah tangan.

Oke. Kok malah nggelambyar tulisannya. Saatnya tidur. Besok pagi lari pagi pake Mi Band saja. Sambil bawa air minum di tas sling untuk lari. Besok harus start lebih pagi lagi.

Salam, Runner wannabe


tags: #oct2019 #running #daylog #MiBand


|home|about|archive|