write.as

Aku, Merasa Hampa Malam Ini

Malam ini sangat dingin sehingga makin menyelimuti hati Tiara yang sedang gundah gulana akibat hilangnya Meghantara Prakasa.

Tujuannya meminta bantuan Reno adalah mengunjungi tempat yang mungkin saja terdapat sosok Tara disana. Ia berharap, disana bisa menjelaskan apa yang terjadi dan menyelesaikan semua permasalahan ini.

Tak lama, mobil milik Reno sampai di perumahan Tiara. Perempuan ini menerima panggilan masuk dari Reno.

“Halo Reno?”

“Halo Ra, gue di depan ya”

“Okay Reno. Aku keluar ya...”

“Sip, gue tunggu disebrang lagi ya”

“Okayy”

Tiara pergi meninggalkan rumahnya sambil memegang sweater putih. Tidak memakai jaket milik Tara lagi. Cukup kali ini dia mengecewakan Tara.

Perempuan ini masuk ke mobil Reno dengan perasaan cemas.

“Maaf ya Reno nunggu lama.”

“Gpp dong.”

“Kamu cantik banget dengan make up kamu” suara Reno yang nge bass membuat Tiara tersenyum.

“Makasih yaa Reno.”

“Jadi kita mau kemana Ra?”

“Kamu tau tempat ini ga?” Tiara menunjukan foto tempat yang ia kunjungi bersama Tara. Tempat dimana ia menerima curhatan Tara.

“Ohh tau tau. Ini jembatan kota ya?”

“Iyaa Reno. Boleh kesana?”

“Boleh dong...”

Reno memasangkan Tiara seat belt lagi seperti waktu itu. Mobil Reno melaju dengan kecepatan sedang karena dia tau Tiara pasti tidak boleh keluar lewat dari jam 9 malam.

Sepanjang perjalanan, Tiara hanya melamun memikirkan Tara. Apa kabarnya? Sedang apa dia? Apa dia sudah tau Tiara mendapatkan nilai A+ berkatnya?

“Ra, kok bengong aja?” Reno Sambil memegang pundak Tiara.

“Eh Gpp reno. Aku lagi liatin city lights aja...”

“Okayy... Jangan bengong bengong gitu. Nanti cantiknya hilang tau...”

“Hehe iya Renooo”

Selang 40 menit perjalanan, mereka sampai di pinggir jembatan yang kerlap kerlip dengan lampu disetiap sisinya. Tiara keluar dan berjalan menuju tempat Tara dan dirinya duduk. Ia mendapati sosok cowok yang sedang duduk disana. Postur tubuhnya sudah dipastikan itu Tara.

Tiara berlari dan berteriak “Ka!!!”

Seketika suara Tiara berhenti. Ternyata sosok pria tersebut bukanlah Tara. Merupakan orang lain.

“Ra!! Jangan larii” teriak Reno

“Oh sorry, dikira saya mas nya teman saya. Maaf ya mas”

“Ra, kamu nyari siapa sih?”

Tiara menundukkan kepala dan berjalan menuju Reno. Gadis ini memeluk Reno seketika dengan Isak tangis yang keluar dari matanya.

“R-reno, dia gaada...”

“Siapa? Siapa Yang kamu cari?”

“Teman aku... Dia udh 2 hari ilang no..” Jawab Tiara dengan tangisan kecilnya sambil memeluk Reno

“Kamu udah chat dia? Udah nyari kerumahnya?” Tanya Reno

“U-udah Reno, tapi gaada...”

“Yaudah... Jangan nangis yaa. Nanti cantiknya luntur. Tuh eyeliner kamu tuh hihi. Insyaallah dia ga kenapa kenapa. Doa aja.” Ucap Reno dengan nada bercanda nya yang berusaha menangkan hati Tiara yang sedang hancur.

Reno dan Tiara menuju mobil bersiap mengantarkan gadis ini pulang kerumahnya. Pertemuan kedua ini membuat Reno bertanya tanya. Siapa sosok yang Tiara cari? Sepenting itu sosoknya di hidup Tiara?

“Reno... Makasih ya sudah nganter kesana. Maaf banget aku ngerepotin kamu malam malam.”

“Gpp dong. Jangan nangis lagi ya cantik?” Jawab Reno dengan mengulurkan tangannya ke tangan gadis ini.

Tiara mengangguk dan kembali memperhatikan city lights kota untuk menenangkan hatinya yang sedang tak karuan.