Soulmate (hyuckhei)


[ l u c a s ]

Malam itu, aku melihatnya dengan dua sisi yang berbeda.

Sejenak, tidak bisa membedakan realita dan ekspektasi. Terlalu sulit sebenarnya.

Apa yang aku lihat di panggung sandiwara; adalah keterpurukan. Sebuah kesedihan dan kepedihan. Tentu aku tidak bodoh untuk memahaminya. Jangan lupakan, emosi batinku ikut tersulut.

Dia begitu memukau di atas panggung. Lampu sorot membuatnya semakin bersinar.

Lalu, yang aku temukan di ruangan itu, adalah sisinya yang periang. Aku cukup terkejut mendengar ia adalah anak dari Johnny. Dan yah, walaupun Johnny bukan Ayah biologisnya.

Ini malam yang indah; tentu aku akan selalu mengingat ini. Perkenalan yang singkat, namun aku menangkap adanya sebuah kejanggalan. Aneh. Telapak tangannya terasa amat dingin digenggamanku. Dan tepat setelah salaman kami terlepas, ada sesuatu yang terlukis. Ia tersenyum penuh makna setelahnya.

Namanya Lee Donghyuck. Dan malam itu, aku jatuh cinta.

Musim dingin, 17 Desember 2018.


[ h a e c h a n ]

Jangan dulu membawa perasaan. Karena akhir, bisa saja berubah.

Malam itu, aku dan dia terikat. Aku tahu, sebab kelebihanku dalam melihat masa depan yang krusial masih tertanam dengan sangat baik di tubuhku.

Sebuah pola telah terlukis. Benang merah itu, walau samar, aku melihatnya dengan jelas. Aku benci yang satu ini. Kami adalah sepasang belahan jiwa.

Namun hati masih menolak.

Terlalu muda untuk terikat. Kebebasan masih ingin kurasa. Persetan dengan takdir. Semesta sering membuat lelucon pada jalan hidupku. Jadi,

Ayo kita bermain-main.

Musim dingin, 17 Desember 2018.