Jay!

*\\CW: 🔞🔞 NSFW!\\*


Winter yang saat ini pertama kali mengunjungi pacarnya dikosan, karena mobil yang biasa ia pakai mogok dijalan Winter kemudian memilih menggunakan transportasi online untuk melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan mobilnya diparkiran kampus.


Winter yang telah sampai di depan kos milik pacarnya itu, kemudian mengambil smartphone miliknya dan menghubungi kekasihnya itu

“Halo, sayang aku udah didepan ya”

“Iyaa bentar yaa aku kedepan bukain kamu pager”


Winter yang saat ini telah berada didalam kamar kos milik Karina kemudian, duduk di pinggir kasur milik pacarnya itu sambil menunggu Karina yang sedang pipis di kamar mandi didalam kosnya.

.

.

.

.

.

.

“Kamu ngeliatin apa Win?'“ tanya Karina pada Winter karena ia melihat pacarnya itu sepertiny asedang memperhatikan sesuatu.

“Itu.. boneka kamu lucu hehe”

Winter kemudian menunjuk satu boneka beruang yang berada dikasur itu dan terletak disebelah bantal.

“Oh haha ini namanya Orson, kenalan dulu gih”

Karina kemudian memberikan boneka bernama ‘Orsen’ tersebut pada Winter, dan Winter menerima boneka beruang tersebut kemudian memegang tangan beruang itu.

“Hi, Orsen! aku Winter hehe jadi kamu yaa yang biasanya nemenin Karina kalo dia sendirian di Kos yaa titip Karina yaa, jagain pacar aku dari mimpi yang jelek-jelek” kata Winter sambil menjabat tangan Orson.

Sedangkan Karina yang melihat itu hanya tersenyum gemas melihat tingkah pacarnya itu.

Setelah selesai berkenalan dengan Orson Winter melihat Karina sambil tersenyum.

“Hmm, enak yaa jadi Orson bisa nemenin kamu terus”

“Iyaa emang cuma Orson yang nemenin aku pacar aku gak pernah kesini soalnya” kata Karina sambil pura-pura ngambek melihat Winter.

.

.

.

.

.

Winter yang gemas melihat tingkah pacarnya itu, meletakkan Orson di kasur kemudian berdiri dan mendekat pada Karina.

“Aduhh gitu yaa kasian yang gak pernah disamperin pacarnya dikosan haha, sinii boleh peluk gak?” kata Winter bertanya untuk memeluk Karina.

Karina yang saat ini ada dalam pelukkan Winter tidak menyiayiakan kesempatan itu, karena pacarnya ini merupakan mahluk yang super sibuk dengan berbagai urusan dari urusan BEM, Basket, dan urusan luar kampus lainnya.

Tapi satu hal yang membuat Karina jarang marah pada Winter ialah karena pacarnya itu selalu membuat waktu disela-sela kesibukkannnya untuk mereka berdua dapat bertemu meskipun hanya sebentar, namun Winter selalu menolak jika Karina ingin menghabiskan waktu pacaran mereka didalam kosnya dengan alasan yang menggantung.

Dan entah ada keajaiban apa hari ini yang membuat Winter mau untuk pacaran hanya di kos aja, dan tentu saja Karina sangat senang, karena mungkin pada malam ini Karina bisa melancarkan aksinya yang sudah ia tahan dari 2 bulan yang lalu ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


“Jadi kita mau nonton apa nihh?” tanya Winter pada Karina yang saat ini sedang menyalakan laptop miliknya?

“Hmm aku penasaran 365 Days si, kamu udah nonton itu?”

“Belom, tentang apa itu?

“Yaudah kalo gitu kita liat itu aja yaa”

Karina melihat Winter dengan sorot mata seperti anak kucing yang mengingkan sesuatu, dan tentu saja Winter tidak dapat menolak sorot mata itu karena pacarnya itu sangat menggemaskan.

“Iyaa ayo liat itu aja, tapi gak aja jump scarenya kan?”

“Enggak kok sayang”

Karina kemudian meletakkan laptopnya diatas kursi dan duduk disela paha Winter yang terbuka dengan punggungnya yang bersandar pada tubuh Winter, posisi itu memang sudah Karina rencanakan dari jauh-jauh hari sebelum Winter menyetujui bahwa mereka akan berkencan dikos miliknya itu.

Dan tentu saja Winter kaget karena Karina yang tiba-tiba saja berani seperti itu, namun ia tidak menolak karena ia pikir pacarnya membutuhkan kasih sayang darina karena ‘Love Language’ milik Karina adalah Physical touch.

Dan film pun dimulai Winter yang sama sekali tidak tau apapun tentang film 365 Days ini hanya diam dan fokus menonton film itu sedangkan Karina yang sudah terlebih dahulu melihat film itu mulai memperhatikkan Winter secara diam diam dan berharap Winter merasakan apa yang ia rasakan dan tahan selama 2 bulan belakangan ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Owww!”

Winter sedikit terhentak saat melihat adegan panas difilm itu dan mentup matanya dengan tangan dan membuat Karina melihat pacarnya yang sedang menutup matanya dengan tangan itu.

Winter merupakan tipe yang tegas dan berwibawa saat berada dikampus, dan belum memiliki pengalaman dalam hal berbau 18+ karena, aktivitasnya yang padat membuatnya hampir tidak pernah memikirkan hal yang berbau seperti itu bahkan Winter yang saat ini menjadi pacar Karina, karena Karina yang lebih dahulu mendekati ketua BEM itu, sampai akhirnya Winter yang ‘dingin’ itu melunak dihadapan Karina dan mereka mulai berpacaran.

Karina kemudian tertawa, melihat tingkah Winter yang menurutnya menggemaskan itu.

“Kenapa sayang? kenapa ditutup kan udah cukup umur liatnya”

Karina kemudian memegang tangan Winter yang sedang menutup matanya itu.

“Sini liat aku”

Karina membawa wajah Winter untuk melihat kearahnya, dan tentu saja Winter langsung menoleh melihat pacarnya itu, tangan Karina yang lain kemudian mengelus pipi Winter sambil tersenyum lembut.

“Kalo kamu mau kayak gitu boleh kok sama aku” bisik Karina ditelinga kiri Winter.

Dan otomatis hal itu membuat bulu kuduk milik Winter merinding dan membuat debaran jantungnya makin bertedak dengan cepat.

Anjir Karina kenapa jadi sexy gini? kata Winter dalam hati sambil melihat pacarnya itu.

Karina mengigit bibir bawahnya dengan maksud untuk menggoda Winter agar mau mencium dirinya karena semenjak mereka berpacaran Winter sama sekali belum pernah melakukan hal selain berpegangan tangan dan memeluk Karina pernah Winter mencium pipi Karina namun sebelumnya ia meminta ijin pada Karina terlebih dahulu.

Karina mendekatkan wajahnya dan menatap bibir mungkil milik Winter dengan tatapan yang menginginkan bibir mungil itu.

“S-sayang filmnya m-masih lanjut nonton lagi yuk?” kata Winter mencoba mengalihkan perhatian Karina.

Karina sedikit menjadi kesal karena Winter yang menolaknya, namun disisi lain ia merasa tertantang untuk menahlukkan Winter, dan mendapatkan apa yang ia inginkan.


Dan secara tiba-tiba ada adegan dimana sang pria mencium sang wanita dan adegan panas pun muncul, dan hal itu membuat tubuh Winter memanas dan ia tidak tau mengapa hal itu terjadi, dan secara tidak sadar ia menelan saliva nya dengan kasar karena adegan itu.

Karina kemudian yang sudah tidak sabar dan ditambah dengan adanya adegan panas difilm itu kemudian meliha Winter yang menelan saliva itu dan fokus Karina pindah dari bibir ke leher Winter dan adam's apple, milik Winter yang bergerak, serta leher mulus milik Winter membuatnya menggila.

Dengan segera Karina membalikkan dirinya dan duduk diatas paha Winter dan mengalungkan tangannya di leher mulus Winter.

“S-sayan— humpp—”

Winter terkejut bukan main karena Karina tiba-tiba menciumnya dibibir, ciuman itu mulai menjadi ganas karena Karina mulai menggigit bibir bawah milik Winter untuk meminta akses lebih dan Winter yang mulai terhanyut dalam ciuman itu mulai menutup matanya dan membuka mulutnya, membiarkan lidah lembut milik Karina masuk dan mengabsen gigi rapi miliknya itu, dan Winter yang awalnya sedikit kewalahan karena dominasi Karina perlahan mulai menyeimbangkan tempo ganas milik kekasihnya itu.

Karena kehabisan nafas Winter memundurkan wajahnya dan benang saliva milik mereka terlihat.

“Hah.., hah.., hah.., s-sayang k-kamu ganas juga ternyata” kata Winter sambil tersenyum dan mengambil nafas sebanyak-banyaknya

Sedangkan Karina menjatuhkan kepalanya dibahu milik Winter dan mengalungkan tangannya di bahu milik kekasihnya itu.

Karina masih belum menjawab pertanyaan dari Winter.

“Sayang kam- emmhhh”

Winter sedikit mendesah karena Karina tiba-tiba menyerang lehernya dengan ciuman dan sedkit mengigitnya untuk meninggalkan tanda kepemilikkan disana.

Winter secara tidak sadar malah menggeser kepalanya dan membuat aksi Karina mejadi lebih menjadi karena Winter memberikan akses lebih untuk Karina.

Winter kemudian tersadar bahwa akan terjadi sesuatu yang leibh bahaya jika ia tidak segera menghentikan aksi Karina itu, dan dengan cepat Winter menahan bahu Karina untuk menghentikan akasi pacarnya itu.

“S-sayang, udah yaa aku t-takut gak bisa nge-kontrol diri aku sendiri” kata Winter sambil melihat Karina.

dapat dilihatnya mata Karina yang sendu dan menatapnya seakan ‘haus’ akan sesuatu.

Karina kemudian mendekat ketelinga Winter dan membisikan sesuatu disana

“You don't know right, how long i've been holding it in and waiting for this time baby”

Winter menelan salivanya sekali lagi karena Karina membisikan kata itu dengan begitu sexy ditelinganya.

“Tapi sayang kalo aku kelepasan gimana? aku takut nanti malah ada kejadian”

“Babe, i'm yours, do whatever you want to my body its yours”

Dan langsung saja Winter mencium Karina dengan penuh nafsu seakan bukan dirinya saat ini yang ada didalam tubuhnya saat ini, sedangkan Karina sedikit terkejut dengan aksi Winter yang tiba-tiba itu karena biasanya Winter akan meminta ijin terlebih dahulu untuk melakukan sesuatu.

Winter yang biasanya selalu mengedepankan logika dan jarang membebaskan dirinya, saat ini melepaskan dirinya untuk berbuat ‘sesuatu’ pada Karina pacarnya itu, sedangkan Karina saat ini sedang tersenyum penuh kemenangan karena berhasil melepas sisi ‘liar’ milik Winter.


🔞🔞!

Tanpa basa-basi langsung Winter mencium bibir Karina yang terbalut lip gloss menambah kesan sexy dalam berbicara. Dan tanpa ragu Karina langsung menyambut ciuman milik Winter tanpa ada kekakuan layaknya pasangan yang sudah lama berhubungan.

Mereka berciuman saling merangsang, sesekali Winter mendengar desahan halus Karina saat Winter meremas buah dadanya yang kencang dan kenyal itu.

“Sssss… Aghhhh…. ”

desahan milik Karina keluar ketika Winter meremas lembut payudaranya.

Kemudian tanpa ragu dan membuang waktu, Winter mulai melucuti satu persatu baju yang menempel di tubuh Karina demikian sebaliknya, dan kini mereka berdua hanya memakai celana dalam dan bra.

Payudara Karina terpampang indah ditubuhnya, tidak besar dan tidak kecil bentuknya sehingga dilihat secara telanjang pas sekali dengan postur tubuhnya.

Winter yang mulai menjilati buah dada Karina sesekali ia gigit dan kulum dengan perlahan, desahan keluar dari bibir Karina yang indah, hal itu membuat Winter semakin bernafsu untuk terus memainkan lidah ini diatas buah dadanya yang sudah kencang itu.

Setelah selesai menjilati payudara Karina, Winter mulai menciumi perut Karina terus dan terus hingga berhenti di selangkangan yang masih tertutup celana dalam seksi.

Dan seakan meminta izin dari sang pemilik, Winter menatap Karina dengan tatapan peuh nafsu, sedangkan Karina tentu saja tidak melewatkan kesempatan ini, karena memang dari awal Karina sangan ingin melakukan hal seperti ini dengan Winter.

“Baunya manis sayang” kata Winter setelah mencium bagian privat milik Karina itu

“Eghhh… Oughhh… Sss-sayanggg, a-aku gak tahan emhhh”

Winter perlahan melepaskan celana dalam Karina yang sudah sangat basah itu. Saat iu entah kenapa Winter terdiam ketika melihat vagina milik Karina yang tidak tertutupi bulu satupun itu, namknya dia mencukur habis bulu Vagina miliknya sehingga terlihat indah bentuknya.

Karina tersenyum ketika Winter melihat yang makin bernafsu karena melihat vagina milik Karina yang mulus tanpa bulu sedikitpun, dan Winter tersenyum melihat pemandangan itu.

“Someone got prepared already huh?” tanya Winter dengan deep voicenya, dan hal itu membuat Karina semakin menggila.

“Jilatin dong, s-sayangggg jangan diliatin ajaaa ahh-” kata Karina dengan mesra.

Dan saat itu Winter menuruti permintaaanya, Winter memulai menjilat dari bawah sampai keatas selangkangan dan hingga berhenti di vagina milik Karina.

Sampai akhirnya Winter menjilati vagina indah milik Karina, sembari menjilat, Winter melihat ekspresi Karina yang sedang ‘puaskan’ Winter menjilati daerah privat milik Karina yang membuatnya mendesah, memejamkan mata dan gelonjotan tidak karuan.

Karina menggigit bibir bawahnya dengan kedua tangannya meremas sprei kasur seperti orang yang sedang menahan sesuatu, erangannya semakin memburu seiring jilatan Winter yang makin liar,

“Eghhh… Oughhh… Ssss.. Aghhhhhh… ”

desah Karina mengerang keenakan, karena perbuatan Winter yang saat ini ada diatasnya.


Karina melepaskan nafasnya dalam dalam, tak lama kemudian keluarlah cairan putih dari lubang vagina-nya yang berbau khas, hal itu makin membuat Winter semakin bernafsu.

Kemudian Karina menarik Winter keatas kasur dan mulai menjilati tangan milik Winter dengan sensual seakan meminta lebih dari yang saat ini mereka lakukan, Winter yang baru pertama kali merasakan hal itu diam dan menegang merasakan banyak kupu-kupu diperutnya dan tubuhnya yang mulai semakin memanas.

Dari tangan Karina naik ke leher Winter dan sedikit meremas payudara milik kekasihnya itu agar sedikit merasakan kenikmatan yang tadi ia rasakan.

Sesekali Karina menyedot semua payudara milik Winter kedalam mulut-nya, Karina melakukannya berulang dan berulang, hal itu membuat Winter merasakan nikmat yang luar biasa.

Sungguh permainan dari Karina sangat ‘pro’ layaknya pemain film dewasa yang pernah dilihat oleh Winter jika sedang kumpul dengan Ryujin. Setelah Karina puas memainkan buah dada milik kekasihnya, Winter bangun dan mulai mempersiapkan diri untuk membuat Karina sampai pada puncak kenikmatannya malam ini.

Vagina milik Karina yang putih mulus, tanpa satu bulu yang muncul disana, membuat Winter mengelus elus kakinya yang panjang sambil memasukan tangannya dimulut Karina agar gadisnya itu menjilat tangannya.

Tak lama kemudian tangan halus Karina bergerak dan memindahkan tangan Winter keliang Vagina miliknya, dan saat tangan Winter menyentuh bibir Vagina Karina ia merasa hangat dan adrenalinnya maikin terpacu karena hal itu.

Winter kembali menatap Karina sebelum benar-benar memasukan jarinya kedalam sana.

“M-mmasukin sss-sayangg a-aku u-dah gak tahan…”

Winter yang sudah mendapat persetujuan dari sang pacar tanpa ragu Winter memasukkan satu jarinya kedalam sana.

“Ahhh… ahhh…”

desahan lolos dari bibir sexy Karina.

Pada awalnya terasa sempit dan susah dimasukan, tapi pada akhirnya setalah Winter gesek-gesekan jarinya perlahan, dan jempolnya memuaskan klitoris Karina, Setelah merasa Karina sudah membiasakan bagian bawahnya dan jari tengah Winter.

Winter perlahan memasukkan jari telunjuknya dan dua jaripun masuk kedalam vagina Karina, dan Winter mulai mengocoknya secara perlahan.

Sedikit demi sedikit Winter gerakan jarinya sambil ia melihat respond dari Karina apakah merasa nyaman atau tidak.

“Ssss… Aghhhhh… Yeahhh… Oughhh… Babyyy e-entot aku sayangggg…”

Karina mendesah nikmat merasakan tangan Winter mulai keluar masuk di liang Vaginanya.

Dengan konstan Winter melakukan gerakan itu pada Karina.

Sekitar 15 menit dengan posisi sex Karina dibawah dan Winter berada diatas, hal itu membuat Winter dengan bebas menyodokan jarinya di vagina Karina.


“Aghhhhhh… ahhhh….. ahh..”

kedua jari milik Winter semakin semangat keluar masuk di liang vagina Karina.

“Oughhh… Shit… enakk sayang, harder babe… Aghhhh… ” ucap Karina merancu.

Medengar ucapan Karina, Winter mulai menggencarkan tusukan jarinya dengan lebih kencang.

“Ceplak… Ceplak… Ceplak… Ceplak… ”

suara tangan Winter yang bersentuhan dengan vagina milik Karina.

“Ughhh… Ssss.. Aghhh… enak banget punya kamu sayang, Aghhh… ss-sempit banget sayangg ahh— ”

desah Winter merancu karena Karina mulai mengulum payudara miliknya seperti anak bayi yang sedang haus.

Setelah beberapa lama kemudian Winter merasa vagina milik Karina semakin menyempit dan sepertinya Karina akan segera sampai.

“S-sayangg… aku mau sampe nih… Aghhh… ” “Faster sayangg aku udah nggak tahan lagiii ahhh… ahhh.. ahhh”

Winter semakin menggebu-gebu bermain dibawah sana, dan gerakan tangannya makin dipercepat agar pacarnya bisa merasakan pelepasan

“Ahhh… Aku mau keluar sayang, faster please”

“W-winterr a-aku mau s-sampe!”

“Come Karinaa”

“AHHH AHHH AHHH SAYANGG….”

Karina akhirnya sampai pada puncaknya, tubuhnya bergetar dan dengan segera Winter memeluk pacarnya itu, sungguh kenikmatan yang luar biasa karena Karina akhirnya bisa ‘bermain’ besama Winter dan akhirnya ia bisa mewujutkan keinginannya sejak 2 bulan yang lalu itu pada malam hari ini.

Setelah Karina sedikit lebih tenang Winter pelahan mencabut kedua jarianya dari vagina Karina dengan sangat pelan, namun karena Karina masih sangat sensitif dibawah sana jadi tetap saja meskipun Winter melakukanya dengan pelan tetap terasa untuk Karina.

Winter kaget begitu melihat cairan merah yang ada dijarinya, dan menyadari bahwa ia baru saja merebut hal berharga yang dijaga Karina saat ini, masih sangat perih dibawah sana Karina langsung memeluk Winter

“it's okay baby i don't mind if i give it to you, i love you Winter Kim” kata Karina kemudian langsung mencium bibir kekasihnya singkat.

Winter langsung membalas pelukkan kekasihnya itu.

“I love you sayang, makasih dan maaf aku udah ngambil ‘itu’ dari kamu, i love you more than you know”

Karina tersenyum bahagia, karena ia berhasil melihat sisi Winter yang lain hari ini.

Dan kedua gadis itu mulai dilanda kantuk dan tertidur dengan posisi telanjang bulat dan tangan Winter sebagai bantalan Karina dan Karina yang memeluk Winter.