<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>nilusummary </title>
    <link>https://write.as/nilusummary/</link>
    <description>written by a girl who have a feeling for lee haechan and tried to escape from her reality.</description>
    <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 01:53:06 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Sweet Afternoon.</title>
      <link>https://write.as/nilusummary/sweet-afternoon?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Sweet Afternoon. &#xA;&#xA;Aku lihat, kamu berada di ujung sana. Tertawa dengan lepas seakan semua beban mu hilang begitu saja ketika kamu bertemu dengan teman-teman mu itu. Mata yang tadinya sayu berubah menjadi cerah seketika. Tatapan mu menjelaskan betapa senangnya kamu pada hari itu. Aku senang melihatnya, energi mu menghasut ku untuk merasakan apa yang kamu rasakan pada sore hari itu.&#xA;&#xA;Segelas Iced Tea berada di depan mu, mengeluarkan keringat seperti diri mu. Kamu tertawa lepas sampai lupa bagaiman cara bernapas. Aku harap kamu masih ingat bagaimana cara bernapas dengan benar setelah pulang dari tempat itu. &#xA;&#xA;Sesekali aku lihat kamu menyeruput iced tea itu, mungkin kamu sudah tahu kapan waktunya untuk berhenti. Sama seperti ku, aku tahu kapan waktu aku berhenti tuk menatap mu. Ya, yang pasti nya saat mata kita bertemu, aku mengalihkan pandangan ku. Pertanda, aku ketahuan telah memerhatikan mu sejak awal. &#xA;&#xA;Berdecik, hal yang pertama kamu lakukan setelah membalas tatapan ku. Aku tidak tahu apa yang kamu maksud, aku hanya bisa mengalihkan pandangan ku saja pada sore itu. Walaupun, aku ingin sekali menatap diri mu lebih lama yang aku kira. Mungkin, Tuhan berkata lain. &#xA;&#xA;Detik demi detik pun berlalu, aku masih sibuk dengan teman-teman ku di meja yang tidak terlalu jauh dari mu. Dan kamu disana, sibuk dengan permainan kartu uno itu. Sungguh perbedaan yang signifikan bukan?&#xA;&#xA;Barista yang bekerja pada cafe yang kita tempati datang menghampiri meja ku, ia membawa pesanan ku, iced lemon tea. Tetapi, tidak hanya itu. Ia juga membawakan sepotong kue red velvet yang aku suka, aku menunjukkan ekspresi bingung ku, karena aku rasa aku tidak memesannya. Teman-teman ku yang sedang sibuk mengobrol, pasti bukan mereka yang memesannya. Lantas siapa yang memesannya? &#xA;&#xA;“Maaf mas, saya gak mesen kue ini, salah meja mungkin mas” ucap ku.&#xA;“Sorry kak, tapi ini kue nya dipesan untuk meja kakak. Eh ini ada suratnya kak, lupa saya. Enjoy your dessert, kak” mas barista nya pamit dari meja ku, dan meninggalkan sepucuk surat kecil. Aku menatap heran, kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi kepada ku? Doa apa aku semalam…&#xA;&#xA;Saat aku membuka suratnya, aku merasa ada yang memerhatikan ku dari jauh. Aku tak menatapnya, aku sedang fokus dengan surat tersebut. Surat itu berisikan :&#xA;“I know you love something sweet, maybe this cake will make you sweeter even you are the sweetest. Enjoy the cake, lady. My car seat still available btw”&#xA;&#xA;Aku terpaku, masih belum bisa melepas tatapan ku terhadap surat tersebut. Akhirnya aku menutup kembali surat itu seperti semula, dan menaruhnya kedalam tas kecil ku. Kalian pikir aku akan diam saja? Oh tentu tidak. Untungnya aku selalu membawa kertas kecil dan satu pulpen didalam tas ku. Siapa sangka aku membalas suratnya untuk si ‘misterius pemberi kue red velvet’ pada sore hari itu. &#xA;&#xA;Hanya sepatah dua kata yang ku tulis untuk surat itu, mungkin seperti &#xA;&#xA;“Thank you for the cake, and the compliment. I claimed it”&#xA;&#xA;Atau&#xA;&#xA;“You’re nice, i can’t give you pick-up line like you did. What’s the point of pick-up line if I can’t pick you up for the next date”&#xA;&#xA;Aku tertawa, tentunya aku tidak memakai yang kedua. Bisa-bisa aku di habisi oleh teman ku jika mereka tahu aku sebenarnya jago ngegombal. Sepucuk surat yang aku tulis itu aku tutup dengan rapih, sembari menunggu barista yang lewat di hadapan ku. &#xA;&#xA;Sore hari itu cukup ramai, jadi memakan waktu 3 menit untuk menunggu barista yang lewat di hadapan ku. Aku memanggilnya setelah menunggu 3 menit, aku hanya bilang “mas, tolong kasih ini ke orang yang kasih saya surat tadi ya” Ia menganguk, tanda mengerti apa yang aku ucapkan.&#xA;&#xA;Yang diujung sana terlihat heran, bukan heran lagi, lebih ke “asik dapet surat cinta” padahal dia tidak tahu apa yang akhirnya ku tulis pada surat cinta itu. Rahasia. Tebak saja sendiri.&#xA;&#xA;—&#xA;&#xA;Kisah kasih ku tidak berakhir di surat-surat cinta kecil itu yang di titipkan ke barista cafe. Si-yang-tidak-diketahui-namanya walaupun sebenarnya aku tahu, ia memiliki 1001 cara-cara yang unik untuk setidaknya membuat ku terheran dengan perbuatannya. Ini adalah salah satu dari cara nya. Cerdik. Tetapi juga licik. &#xA;&#xA;Akhirnya setelah sang mentari tidak menampakkan sinarnya lagi, teman-teman ku yang perlahan berpamitan karna langit sudah berubah warna. Hanya tersisa aku dan satu teman ku, yang sedang menunggu ojek oline nya sampai. Aku dengan senang hati menemani dirinya. Jangan heran mengapa aku mau menemani teman ku yang satu ini, kalian pasti sudah bisa menebaknya lah…&#xA;&#xA;Aku sedang larut dalam lamunan ku, tiba-tiba terdengar suara notif dari hp ku. Muncul satu nama yang tidak asing bagi ku, pesannya singkat. Tetapi hati ku yang terombang-ambing terhadap pesan yang muncul di layar hp ku. Saat aku membuka notifnya, disitu pula teman ku yang akhirnya berpamitan untuk pulang karna ojek nya sudah sampai. Lega. Sedikit lega.&#xA;&#xA;“Wanna take the seat?”&#xA;&#xA;Itu, adalah kalimat yang terdapat pada notif di layar hp ku. Mata ku tidak hanya tertuju kepada layar tersebut, melainkan juga ke sang pengirim pesan yang masih setia duduk di ujung sana. Ia juga melihat ke arah ku, dan mungkin memberi isyarat bahwa sudah saat nya untuk pulang. Ia berdiri dari tempatnya, demikian juga dengan ku. &#xA;&#xA;Langkah demi langkah ia jalani, dan sampai lah di tempat yang dimana aku tempati sebelumnya. Ia melemparkan senyumnya, aku membalasnya. &#xA;“What’s the answer, miss?”&#xA;&#xA;“Oh, yeah i forgot to answer it. Maybe if the seat still want to accept me, i’d say yes, sir”&#xA;&#xA;“She definitely will say yes” maksudnya si kursi tersebut.&#xA;&#xA;“Then, thank you”&#xA;&#xA;“Anytime for you”&#xA;&#xA;We ended up having a night ride with some music on in his radio. We don’t talk too much, cause I think he feeling tired because of today. He met a lot of people, so it take all of his energy to met them. Maybe there’s something left, but I don’t mind. He can keep it. And use it later when he’s better.&#xA;&#xA;I love his music taste. Maybe he knows too if he has a good music taste. Tengil. &#xA;&#xA;He dropped me safely at my house. &#xA;“Thank you for the ride, and for the seat” jujur saja aku bingung sekali harus bilang apalagi ke dia. Dia dingin, banget. Aku sampai takut salah ngomong ke dia. &#xA;&#xA;“Sama-sama, it was nice to see you” he said.&#xA;&#xA;“Yeah. It was nice to see you too, Raka”&#xA;&#xA;Exactly, he is Raka,&#xA;Raka Alandra. &#xA;&#xA;And I’m Raizel,&#xA;Raizel Alethea.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Sweet Afternoon.</p>

<p>Aku lihat, kamu berada di ujung sana. Tertawa dengan lepas seakan semua beban mu hilang begitu saja ketika kamu bertemu dengan teman-teman mu itu. Mata yang tadinya sayu berubah menjadi cerah seketika. Tatapan mu menjelaskan betapa senangnya kamu pada hari itu. Aku senang melihatnya, energi mu menghasut ku untuk merasakan apa yang kamu rasakan pada sore hari itu.</p>

<p>Segelas Iced Tea berada di depan mu, mengeluarkan keringat seperti diri mu. Kamu tertawa lepas sampai lupa bagaiman cara bernapas. Aku harap kamu masih ingat bagaimana cara bernapas dengan benar setelah pulang dari tempat itu.</p>

<p>Sesekali aku lihat kamu menyeruput iced tea itu, mungkin kamu sudah tahu kapan waktunya untuk berhenti. Sama seperti ku, aku tahu kapan waktu aku berhenti tuk menatap mu. Ya, yang pasti nya saat mata kita bertemu, aku mengalihkan pandangan ku. Pertanda, aku ketahuan telah memerhatikan mu sejak awal.</p>

<p>Berdecik, hal yang pertama kamu lakukan setelah membalas tatapan ku. Aku tidak tahu apa yang kamu maksud, aku hanya bisa mengalihkan pandangan ku saja pada sore itu. Walaupun, aku ingin sekali menatap diri mu lebih lama yang aku kira. Mungkin, Tuhan berkata lain.</p>

<p>Detik demi detik pun berlalu, aku masih sibuk dengan teman-teman ku di meja yang tidak terlalu jauh dari mu. Dan kamu disana, sibuk dengan permainan kartu uno itu. Sungguh perbedaan yang signifikan bukan?</p>

<p>Barista yang bekerja pada cafe yang kita tempati datang menghampiri meja ku, ia membawa pesanan ku, iced lemon tea. Tetapi, tidak hanya itu. Ia juga membawakan sepotong kue red velvet yang aku suka, aku menunjukkan ekspresi bingung ku, karena aku rasa aku tidak memesannya. Teman-teman ku yang sedang sibuk mengobrol, pasti bukan mereka yang memesannya. Lantas siapa yang memesannya?</p>

<p>“Maaf mas, saya gak mesen kue ini, salah meja mungkin mas” ucap ku.
“Sorry kak, tapi ini kue nya dipesan untuk meja kakak. Eh ini ada suratnya kak, lupa saya. Enjoy your dessert, kak” mas barista nya pamit dari meja ku, dan meninggalkan sepucuk surat kecil. Aku menatap heran, kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi kepada ku? Doa apa aku semalam…</p>

<p>Saat aku membuka suratnya, aku merasa ada yang memerhatikan ku dari jauh. Aku tak menatapnya, aku sedang fokus dengan surat tersebut. Surat itu berisikan :
“I know you love something sweet, maybe this cake will make you sweeter even you are the sweetest. Enjoy the cake, lady. My car seat still available btw”</p>

<p>Aku terpaku, masih belum bisa melepas tatapan ku terhadap surat tersebut. Akhirnya aku menutup kembali surat itu seperti semula, dan menaruhnya kedalam tas kecil ku. Kalian pikir aku akan diam saja? Oh tentu tidak. Untungnya aku selalu membawa kertas kecil dan satu pulpen didalam tas ku. Siapa sangka aku membalas suratnya untuk si ‘misterius pemberi kue red velvet’ pada sore hari itu.</p>

<p>Hanya sepatah dua kata yang ku tulis untuk surat itu, mungkin seperti</p>

<p>“Thank you for the cake, and the compliment. I claimed it”</p>

<p>Atau</p>

<p>“You’re nice, i can’t give you pick-up line like you did. What’s the point of pick-up line if I can’t pick you up for the next date”</p>

<p>Aku tertawa, tentunya aku tidak memakai yang kedua. Bisa-bisa aku di habisi oleh teman ku jika mereka tahu aku sebenarnya jago ngegombal. Sepucuk surat yang aku tulis itu aku tutup dengan rapih, sembari menunggu barista yang lewat di hadapan ku.</p>

<p>Sore hari itu cukup ramai, jadi memakan waktu 3 menit untuk menunggu barista yang lewat di hadapan ku. Aku memanggilnya setelah menunggu 3 menit, aku hanya bilang “mas, tolong kasih ini ke orang yang kasih saya surat tadi ya” Ia menganguk, tanda mengerti apa yang aku ucapkan.</p>

<p>Yang diujung sana terlihat heran, bukan heran lagi, lebih ke “asik dapet surat cinta” padahal dia tidak tahu apa yang akhirnya ku tulis pada surat cinta itu. Rahasia. Tebak saja sendiri.</p>

<p>—</p>

<p>Kisah kasih ku tidak berakhir di surat-surat cinta kecil itu yang di titipkan ke barista cafe. Si-yang-tidak-diketahui-namanya walaupun sebenarnya aku tahu, ia memiliki 1001 cara-cara yang unik untuk setidaknya membuat ku terheran dengan perbuatannya. Ini adalah salah satu dari cara nya. Cerdik. Tetapi juga licik.</p>

<p>Akhirnya setelah sang mentari tidak menampakkan sinarnya lagi, teman-teman ku yang perlahan berpamitan karna langit sudah berubah warna. Hanya tersisa aku dan satu teman ku, yang sedang menunggu ojek oline nya sampai. Aku dengan senang hati menemani dirinya. Jangan heran mengapa aku mau menemani teman ku yang satu ini, kalian pasti sudah bisa menebaknya lah…</p>

<p>Aku sedang larut dalam lamunan ku, tiba-tiba terdengar suara notif dari hp ku. Muncul satu nama yang tidak asing bagi ku, pesannya singkat. Tetapi hati ku yang terombang-ambing terhadap pesan yang muncul di layar hp ku. Saat aku membuka notifnya, disitu pula teman ku yang akhirnya berpamitan untuk pulang karna ojek nya sudah sampai. Lega. Sedikit lega.</p>

<p>“Wanna take the seat?”</p>

<p>Itu, adalah kalimat yang terdapat pada notif di layar hp ku. Mata ku tidak hanya tertuju kepada layar tersebut, melainkan juga ke sang pengirim pesan yang masih setia duduk di ujung sana. Ia juga melihat ke arah ku, dan mungkin memberi isyarat bahwa sudah saat nya untuk pulang. Ia berdiri dari tempatnya, demikian juga dengan ku.</p>

<p>Langkah demi langkah ia jalani, dan sampai lah di tempat yang dimana aku tempati sebelumnya. Ia melemparkan senyumnya, aku membalasnya.
“What’s the answer, miss?”</p>

<p>“Oh, yeah i forgot to answer it. Maybe if the seat still want to accept me, i’d say yes, sir”</p>

<p>“She definitely will say yes” maksudnya si kursi tersebut.</p>

<p>“Then, thank you”</p>

<p>“Anytime for you”</p>

<p>We ended up having a night ride with some music on in his radio. We don’t talk too much, cause I think he feeling tired because of today. He met a lot of people, so it take all of his energy to met them. Maybe there’s something left, but I don’t mind. He can keep it. And use it later when he’s better.</p>

<p>I love his music taste. Maybe he knows too if he has a good music taste. Tengil.</p>

<p>He dropped me safely at my house.
“Thank you for the ride, and for the seat” jujur saja aku bingung sekali harus bilang apalagi ke dia. Dia dingin, banget. Aku sampai takut salah ngomong ke dia.</p>

<p>“Sama-sama, it was nice to see you” he said.</p>

<p>“Yeah. It was nice to see you too, Raka”</p>

<p>Exactly, he is Raka,
Raka Alandra.</p>

<p>And I’m Raizel,
Raizel Alethea.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/nilusummary/sweet-afternoon</guid>
      <pubDate>Fri, 22 Oct 2021 16:08:31 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Diary Avila #01</title>
      <link>https://write.as/nilusummary/diary-avila-01?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Diary Avila #01&#xA;&#xA;23:50 - Midnight Thoughts.&#xA;Halo, udah lama gak nulis kayak gini... Since I was busy with school stuff and personal life. Today was great, and I&#39;m feeling well sih. Tadi di sekolah belajar matematika cuman persamaan kuadrat aja sih untung  gue bisa ngerjain soalnya udah pernah diajarin di tempat les. Jadi tadi gue langsung isi aja deh, pede banget. Gak tau bener atau salah, yang penting pede sama jawaban sendiri (sombong)&#xA;&#xA;Karena ini hari Jumat, jadi pulang cepet. Mampir ke MCD bareng Azzura, hehe soalnya mau bolos latihan theater hari ini. Baru sekali doang kok bolosnya, capek banget soalnya. Badan gue kayak abis di timpuk 100 gajah sekaligus, bercanda. Ke MCD nya juga gak lama-lama sih, soalnya si Zura mau ngelanjut ngebucin sama pacarnya. Dasar, temen sendiri ditinggal.&#xA;&#xA;Btw di MCD gue beli double cheese burger paket, bayangin. Selaper apa gue tadi sampe mesen DOUBLE. CHEESE. BURGER. Ngidam soalnya dari kemaren malem, sampe kebawa mimpi wkwk untung kesampean juga.&#xA;&#xA;Malemnya, pacar gue UPDATE DOOOONGGG. Demi apasih dia update selalu pas deh sama keadaan gue yang gak jelas ini. &#xA;AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA&#xA;teriak gue, HAECHAN UPDATE SELCA. Ganteng banget???? Kayaknya 60% galeri gue isinya selca Haechan semua sih, gakpapa. Apasih yang enggak buat mas pacar?&#xA;&#xA;Eh gue capek banget tau vil, asli ini capek gak bisa hilang kali ya vil dari hidup gue, kayak hidup gue selalu berdampingan sama capek. Ya... Gakpapa sih... Tapi kok setiap hari gak selesai-selesai ya capeknya... I&#39;ll figure it out later. Sekarang nikmatin aja gaksih...&#xA;&#xA;OH IYA I FORGOT to put Song Of The Day, let me think first.&#xA;Hm.. maybe Kenangan Manis by Pamungkas, NO NO NO I&#39;M GOOD BUT THIS SONG... I don&#39;t know. I don&#39;t want to talk about it. Skip to other thing&#xA;&#xA;&#34; Tawa yang terlepas tanpa ada makna&#xA;Cerita lama yang selalu dibawa &#xA;Diam-diam hati ini megerti&#xA;Teringat dan jadi ciri tentangmu, &#xA;tentangmu &#34;&#xA;&#xA;Gue gatau why I choose that song for my SOTD, please I&#39;m getting weird right now. Gue udah dengerin ini lagu 1000000000 kali dalam minggu ini, EVEN WHEN I&#39;M AT BIOLOGY CLASS. Avila Sucks Era, forgive me&#xA;&#xA;Oh iya tadi nyebelin banget deh kelas sebelah, masa mereka ada praktek di lab? TAPI KELASAN GUE ENGGAK ADA????? Kelas sebelah pake pelet apa ya, padahal gue udah pake pelet loh alias GUE peletnya. Masa gak ngefek sih, apa kurang kali ya. Coba lagi ah besok siapa tau tadi kurang UH banget&#xA;&#xA;Currently enjoying my life sih vil, I&#39;m so grateful for everything that happened on me. I always wanna say thank you to Azzura and Aksel, like EVERYDAY if I&#39;m able to say that. People come and go, but they&#39;re stay. Couldn&#39;t be more grateful (terharu) ANYWAYS Azzura and Aksel are my life saver yuhhh. Anyone should be jealous of me cause I have AMAZING BEST FRIENDS like them, jealousy jealousYYYy. &#xA;&#xA;***&#xA;&#xA;Here&#39;s my to-do list today (checked means done) :&#xA;Makan mcd HARUS WAJIB (checked)&#xA;Writing an essay for practice my english so I can take UCLA someday SKSK (checked but for today I just got 300 words, not bad)&#xA;Take an afternoon walk for 30 minutes (MALES tadi ketiduran)&#xA;Buy a milk (checked)&#xA;Belajar MTK (y)&#xA;&#xA;Because it&#39;s friday, I won&#39;t be doing too much things since I got my period weeks, so the time is mine, I will get some rest from this world. I&#39;d give a 8 out of 10 for this week, gak terlalu capek, but still can handle it. I hope next week will get better and better and always better please.&#xA;&#xA;Last, thank you Avila for everything. You&#39;ve been through a lot, I&#39;m so fucking proud of you. Keep going, and I believe God already have something special for you at the end. &#xA;&#xA;You&#39;re amazing.&#xA;You&#39;re loved.&#xA;You&#39;re strong.&#xA;You&#39;re perfect.&#xA;You&#39;re cool.&#xA;&#xA;End of the diary, see you next week.&#xA;00.25 &#xA;Avila Aerilyn pacarnya Lee Haechan&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Diary Avila #01</p>

<p>23:50 – Midnight Thoughts.
Halo, udah lama gak nulis kayak gini... Since I was busy with school stuff and personal life. Today was great, and I&#39;m feeling well sih. Tadi di sekolah belajar matematika cuman persamaan kuadrat aja sih untung  gue bisa ngerjain soalnya udah pernah diajarin di tempat les. Jadi tadi gue langsung isi aja deh, pede banget. Gak tau bener atau salah, yang penting pede sama jawaban sendiri (sombong)</p>

<p>Karena ini hari Jumat, jadi pulang cepet. Mampir ke MCD bareng Azzura, hehe soalnya mau bolos latihan theater hari ini. Baru sekali doang kok bolosnya, capek banget soalnya. Badan gue kayak abis di timpuk 100 gajah sekaligus, bercanda. Ke MCD nya juga gak lama-lama sih, soalnya si Zura mau ngelanjut ngebucin sama pacarnya. Dasar, temen sendiri ditinggal.</p>

<p>Btw di MCD gue beli double cheese burger paket, bayangin. Selaper apa gue tadi sampe mesen DOUBLE. CHEESE. BURGER. Ngidam soalnya dari kemaren malem, sampe kebawa mimpi wkwk untung kesampean juga.</p>

<p>Malemnya, pacar gue UPDATE DOOOONGGG. Demi apasih dia update selalu pas deh sama keadaan gue yang gak jelas ini.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
teriak gue, HAECHAN UPDATE SELCA. Ganteng banget???? Kayaknya 60% galeri gue isinya selca Haechan semua sih, gakpapa. Apasih yang enggak buat mas pacar?</p>

<p>Eh gue capek banget tau vil, asli ini capek gak bisa hilang kali ya vil dari hidup gue, kayak hidup gue selalu berdampingan sama capek. Ya... Gakpapa sih... Tapi kok setiap hari gak selesai-selesai ya capeknya... I&#39;ll figure it out later. Sekarang nikmatin aja gaksih...</p>

<p>OH IYA I FORGOT to put Song Of The Day, let me think first.
Hm.. maybe Kenangan Manis by Pamungkas, NO NO NO I&#39;M GOOD BUT THIS SONG... I don&#39;t know. I don&#39;t want to talk about it. Skip to other thing</p>

<p>” Tawa yang terlepas tanpa ada makna
Cerita lama yang selalu dibawa
Diam-diam hati ini megerti
Teringat dan jadi ciri tentangmu,
tentangmu “</p>

<p>Gue gatau why I choose that song for my SOTD, please I&#39;m getting weird right now. Gue udah dengerin ini lagu 1000000000 kali dalam minggu ini, EVEN WHEN I&#39;M AT BIOLOGY CLASS. Avila Sucks Era, forgive me</p>

<p>Oh iya tadi nyebelin banget deh kelas sebelah, masa mereka ada praktek di lab? TAPI KELASAN GUE ENGGAK ADA????? Kelas sebelah pake pelet apa ya, padahal gue udah pake pelet loh alias GUE peletnya. Masa gak ngefek sih, apa kurang kali ya. Coba lagi ah besok siapa tau tadi kurang UH banget</p>

<p>Currently enjoying my life sih vil, I&#39;m so grateful for everything that happened on me. I always wanna say thank you to Azzura and Aksel, like EVERYDAY if I&#39;m able to say that. People come and go, but they&#39;re stay. Couldn&#39;t be more grateful (terharu) ANYWAYS Azzura and Aksel are my life saver yuhhh. Anyone should be jealous of me cause I have AMAZING BEST FRIENDS like them, jealousy jealousYYYy.</p>

<p>***</p>

<p>Here&#39;s my to-do list today (checked means done) :
1. Makan mcd HARUS WAJIB (checked)
2. Writing an essay for practice my english so I can take UCLA someday SKSK (checked but for today I just got 300 words, not bad)
3. Take an afternoon walk for 30 minutes (MALES tadi ketiduran)
4. Buy a milk (checked)
5. Belajar MTK (y)</p>

<p>Because it&#39;s friday, I won&#39;t be doing too much things since I got my period weeks, so the time is mine, I will get some rest from this world. I&#39;d give a 8 out of 10 for this week, gak terlalu capek, but still can handle it. I hope next week will get better and better and always better please.</p>

<p>Last, thank you Avila for everything. You&#39;ve been through a lot, I&#39;m so fucking proud of you. Keep going, and I believe God already have something special for you at the end.</p>

<p>You&#39;re amazing.
You&#39;re loved.
You&#39;re strong.
You&#39;re perfect.
You&#39;re cool.</p>

<p>End of the diary, see you next week.
00.25
Avila Aerilyn pacarnya Lee Haechan</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/nilusummary/diary-avila-01</guid>
      <pubDate>Mon, 06 Sep 2021 15:57:48 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>A Fine-Day with Avila &amp; Aksel</title>
      <link>https://write.as/nilusummary/a-fine-day-with-avila-and-aksel?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Today is the day, the day that Aksel and Avila will take a walk before their senior era. On that day the weather is so calm, the sun hiding behind the clouds. I think we can understand about Aksel&#39;s feels right now, some butterfly coming thru his stomach. &#xA;&#34;I don&#39;t know why i got nervous right now&#34; He said to himself. &#xA;&#xA;Aksel wearing his favorite outfit, he can wore this outfit almost EVERYDAY, even when he just chilling around at his house. Guess what the outfit that Aksel wore in that day? If you guessing a black t-shirt, you wrong but sometimes he wearing a black t-shirt tho. But the right answer is white t-shirt! He collected a bunch of white t-shirt on his wardrobe. A white t-shirt and a beige pants is an outfit for him today! Looks hella hot when he started to wore his best combo. I think Avila will definitely be agreed with that! &#xA;&#xA;He drive his car to Avila&#39;s house, it only take 10 minutes to be there. Aksel is a type of person who needs music in his life, every single day he always turn volume into 100 while using his airpods, just kidding not 100 but senyamannya dia aja.&#xA;&#xA;The Way I Loved You - Taylor Swift, lagu yang nemenin dia selama perjalanan ke rumah Avila.&#xA;&#xA;&#34; I miss screaming and fighting and kissing in the rain&#xA;It&#39;s 2:00 a.m. and I&#39;m cursing your name&#xA;So in love that I acted insane&#xA;And that&#39;s the way I loved you &#34;&#xA;&#xA;Sembari menyeruput caramel macchiato dari starbak yang sebelumnya Aksel beli, katanya sekalian mampir, oh iya Aksel kan gentlemen, so he brings matcha latte with him too, buat Avila biar dia anteng nanti pas di mobil. &#xA;&#xA;&#34;Eh aku udah di depan ya cantik&#34; Aksel sudah tiba di depan perkarangan rumah Avila, ia juga sudah menelfon &#34;temannya&#34; itu agar segera turun. &#xA;&#34;HAH HAH OH OKE TURUN TUNGGU YA&#34; Terdengar suara teriakan dari speaker handphone nya Aksel, iya, Avila menjawab telfonnya tersebut dengan teriakan. entahlah antara ia senang atau panik atau hah ini orang cepet banget nyampe rumah gue...&#xA;&#xA;&#34;HALOO AKSELL&#34; sapa nya saat ia menemui Aksel saat membuka pintu mobilnya. &#xA;&#34;Lah gw belom pamitan sama ayah bunda lu, kok lu udah naik sih&#34; gerutu Aksel, dengan cepat ia membuka seatbelt nya tetapi terhenti karena Avila sudah duduk di sebelahnya dan menutup pintu mobil dengan rapat.&#xA;&#xA;&#34;Gakusah, gak ada orang juga dirumah&#34; jawabnya&#xA;Oh, baik. Aksel kembali memasangkan seatbelt nya dan memberikan isyarat kepada Avila untuk melakukan apa yang ia lakukan.&#xA;&#xA;&#34;Pake atau gw gak jalan nih&#34; &#xA;&#34;Pakein dong males deh gue, sumpah ya gue tuh hari ini CAPEK-&#34; Aksel mendengarkan celotehan yang dilontarkan oleh Avila, sambil ia memakaikan Avila seatbelt nya.&#xA;&#34;JIAKH, oke terus ya aduh gue gatau deh asli kenapa sih orang nih pada ngeselin. eh tapi sambil jalan aja sel, aduh lu pernah gaksih pengen makan orang sangking gemesnya sama itu orang, kek ARGSHGRJSGDJSDG&#34; &#xA;&#xA;Aksel mengikuti perintah Avila, ia menancapkan gasnya dan meninggalkan pekarangan rumah Avila. &#xA;&#34;Lu bisa gak stop dulu ngoceh nya gw capek dengernya&#34; seru Aksel, padahal niatnya cuman bercanda saja sih&#xA;&#xA;&#34;GAKBISA INI TUH UDAH LEVEL 10393891 KESEL GUE, LU MAU GA GUE MAKAN SEL&#34;&#xA;&#34;Ga&#34;&#xA;&#34;Oke&#34;&#xA;&#xA;Seperti biasanya, Avila juga suka mendengarkan musik, sama seperti Aksel. Jadi ia memutuskan untuk menyambungkan spotify nya melalui bluetooth ke radio mobil Aksel. Aksel hanya terdiam, ya karena itu hal yang biasa bagi dia. Sembari Avila yang sibuk dengan hp nya karena banyak sekali playlist yang ada di spotify nya, Aksel kembali menyeruput caramel macchiato. &#xA;&#xA;&#34;KOK GUE GA DIBELIIN SIH SEL&#34; Avila mendengar suara sruputan itu, lantas ia menengok ke arah sumber suaranya dan benar saja, ia memasang muka bete, amarahnya sudah tak bisa ditahan lagi (lebay)&#xA;&#xA;&#34;Bawel, ada noh dibelakang&#34;&#xA;&#34;Ya kenapa lu gak bilang bahlullllllllllllll gue gampar lu&#34; Avila mengambil hak miliknya yang berada di bangku belakang. &#xA;&#xA;Where do Broken Hearts Go by One Direction terputar di radio milik Aksel. Ia tidak keberatan dengan hal tersebut.&#xA;&#xA;&#34;Okay miss, where will we be going&#34; tanya Aksel. &#xA;&#34;Lu jawab terserah beneran gw tendang ya vila&#34; &#xA;&#34;LAAAAAAAH GUE GATAU MAU KEMANA&#34; jawabnya, Avila terlihat menikmati minumannya itu, hari yang sangat panas. Aksel yang berada di sebelahnya hanya menghela nafas, walaupun sebenarnya ia tahu ia akan membawa Avila kemana. Ia bertanya seperti itu pun juga karena GABUT wkwk&#xA;&#xA;&#34;aRREEEE you sleeping baby BYYYY YOURSEEELLLLFFFFFF&#34;&#xA;&#34;APA SEL&#34; &#xA;&#34;or are you giving it to someone else&#34; &#xA;&#34;ish kamu mah gak asik banget nyanyinya udah lah&#34; Avila memang gitu, ngambek karena Aksel disuruh nyanyi malah kayak orang datar, padahal kan AH SKIP. &#xA;&#34;YAUDA ULANG DEH VILA&#34;&#xA;&#34;ogah udah telat&#34;&#xA;&#34;dih aneh lu&#34;&#xA;&#34;LAH ELU&#34;&#xA;&#34;kok jadi gue&#34;&#xA;&#34;ya harusnya emang siapa&#34;&#xA;&#34;gue&#34;&#xA;&#xA;Avila, cewek yang berisik banget kalo udah ngebahas NCT, apalagi tentang haechan, ish 30 lagu di playlist aksel aja pun bakal kalah sama ocehan avila. Mungkin tujuan hidup dia makan, tidur, ngefangirling, marah-marah and repeat. biasalah ya, remaja. Avila pernah nanya ke Aksel, &#34;Sel lu gak bosen apa dengerin gue ngebacotin haechan&#34;&#xA;Ya, menurut Aksel kalo udah sayang apapun yang Avila lakuin bakal dia dukung, selagi itu gak nyakitin dia dan bikin dia seneng why not? &#xA;&#xA;&#34;Kalo bosen juga udah gw tinggal lu&#34;&#xA;&#34;Kurang ajar&#34;&#xA;&#xA;Karena faktanya, Aksel bener-bener mau nemenin Avila kemana aja, He&#39;s too nice, too nice atau bucin beda tipis lah. BUT seriously, dia baik banget mau nemenin Avila ngapain aja. And I&#39;m doing a same thing to him, gue pernah nungguin dia main mobile legend nya itu dari jam 9 malem sampe jam 3 PAGI bayangin, IMAGINE... tapi gue juga sambil ngerjain tugas gue sih jadi gak berasa.&#xA;&#xA;I&#39;m glad to know him, like he always be there, when i think i couldn&#39;t do it, he said &#34;hey i know this world is crazy, but vila you&#39;re cool, i know you can do it. take a rest if you feel tired, and start it again when you feel better. i&#39;m here okay?&#34; &#xA;&#xA;no but, HE IS THE SWEETEST PERSON I&#39;VE EVER MET IN THIS WORLD. fight me if i&#39;m wrong, duh.&#xA;kayak dilan milea, tapi versi gembelnya. dilan milea pacaran aja pake ttd di atas materai, walaupun putus juga. tapi kata Aksel, &#34;Alah ngapain pake ttd diatas materai, kayak mau ngapain aja&#34; &#xA;padahal dia nembak gue aja enggak, aduh ini orang kenapa...&#xA;&#xA;&#34;Yey udah nyampeeee&#34;&#xA;Finally, they are arrived at MOJA!!! Avila emang udah dari LAMA BANGET pengen ke MOJA tapi belum kesampean (+ temen-temennya udah pada balik kampung semua) but BOOM, Aksel gak jadi pulang kampung so he brought her to MOJA. Sebenernya lagi sih Avila udah tau kalo Aksel bakal bawa dia kesini, tapi dia pura-pura gatau aja deh biar jeger surprise wkwk...&#xA;&#xA;&#34;Kamu nyetir cepet banget perasaan tadi masih di depan rumah aku&#34; &#34;Ya kamu nya aja yang bawel jadinya gak berasa&#34;&#xA;&#34;Iyasih&#34;&#xA;&#34;Udah ayo turunnn&#34;&#xA;&#xA;I think they&#39;re having fun. Mereka baru pertama kali kesana, jadi wajar agak linglung waktu mau pake sepatu rodanya. &#xA;&#34;Ish sel bukan begituuuu ngiketnya&#34;&#xA;&#34;Apasih orang bener&#34;&#xA;&#xA;Hari itu adalah hari ter-random yang pernah terjadi di hidup Avila. Banyak sih hal-hal random lainnya yang dilakukan Avila bersama Aksel, tapi menurut dia ini hari paling random yang pernah ada. &#xA;Moja memanglah tempat yang cocok buat kalian datangi bersama pacar kalian, ya yang gebetan juga boleh lah. Tempat tersebut diisi dengan suara sepatu roda secara gaduh karena Aksel gak bisa mainnya T_T katanya sih dia bisa apa aja, tapi buktinya dia masih noob kalo urusan kayak gini, jagoan gue. &#xA;&#xA;Pasti pada umumnya mereka mengambil foto untuk dikenang disana, gak satu dua aja tapi lebih dari sepuluh jepretan sih kayaknya, gatau yang fotoin mas-masnya bukan aku... biasalah anak remaja, cih...&#xA;Mereka hanya menghabiskan waktu mereka disana selama 1 jam 30 menit, mereka sudah mulai lelah saat mengililingi tempat yang sama sebanyak 4 kali. &#xA;&#xA;&#34;Udahan yuk kaki gw pegel&#34; Aksel berusaha meraih tangan Avila yang berada di depannya, karena Avila sudah handal dalam hal ini, jadi ia merasa &#34;Aksel gue tinggal aja ya lu lama anjir&#34; &#xA;&#34;Dih tanggung banget bentar lagi 10 menit, pleaseeeee&#34; rayu Avila. Sekarang posisi mereka sejajar, yang berarti Avila sudah berada di samping Aksel. Lucu, muka Aksel sudah mendeskripsikan rasa pegalnya mungkin memang saatnya mereka mengsudahi permainan sepatu roda ini dan beristirahat sejenak. &#xA;&#xA;&#34;Seneng gak?&#34; Mereka sudah berada di dalam mobil, hari mulai makin panas jadi mereka memutuskan untuk istirahat di mobil saja. Gakpapa buang-buang bensin, Aksel orang kaya soalnya. &#xA;&#34;Seneng laaaaaaaaaaaah yakali engga&#34; jawaban tersebut disertai dengan senyuman Avila terhadap Aksel. Syukurlah, Aksel mendapatkan pahala hari ini, ia berhasil membuat anak orang senang karena nya. Akhirnya ia berguna bagi seseorang. &#xA;&#xA;Aksel memang pandai sekali untuk memilih destinasi yang berbau dengan makanan, mau tau kenapa? Aksel sebenarnya punya sisi bandel, jadi ia pastinya pernah nongkrong sama temen-temennya. Gak cuman di cafe-cafe aja, tetapi bisa sampai ke angkringan yang lagi hits banget (examples : Gultik yang ada di Blok M, Nasi Goreng Kebon Sirih) semuanya dia cobain bareng temen-temennya. &#xA;&#xA;Tapi ia tahu Avila gak suka makanan yang aneh-aneh, tapi dia suka ayam. Yauda deh dia ngebawa Avila makan sate taichan yang ada disekitar kawasan Senayan. Malam itu memang rame banget karena bertepatan dengan malam minggu, jadi gak heran kalo mereka berdua agak sulit untuk mendapatkan tempat duduk. &#xA;&#34;Kamu di sebelah sini aja, biar gak kena asep rokok&#34; tawar Aksel. &#xA;&#xA;&#34;Eh kamu mau minumnya apaa biar aku pesenin&#34; Avila sedang memegang selembar kertas menu untuk memesan pesanan mereka. Karena mereka hanya berdua, jadi ia hanya memesan 2 porsi sate taichan dengan 2 lontong untuk pelengkap. &#xA;&#34;Apa ya kamu emang apa aku ngikut kamu aja&#34; jawab Aksel&#xA;&#34;Lah aku juga bingung sih es jeruk mau gak&#34;&#xA;&#34;Boleh, sama air putih biasa ya satu&#34;&#xA;Selalu, Aksel gakbisa banget kalo setelah minum yang manis-manis tidak diakhiri dengan air putih. Bisa-bisa dia keselek. &#xA;&#xA;Selang 30 menit mereka menunggu, AKHIRNYA pesanan mereka tiba. Fresh from the oven, es jeruk nya juga masih keliatan seger banget. Gak sabar deh mau makan. EH tapi jangan lupa baca doa dulu sebelum makan, biar gak setan gak makan makanan kita, katanya sih begitu...&#xA;&#xA;&#34;KENYANGGGG&#34; Jam 21.00 terlihat pada layar lockscreen Aksel. Pertanda bahwa ia harus segera memulangkan Avila sebelum ia dihabiskan oleh ayah nya, pertanda juga hari yang di habiskan bersama akan berakhir. Aksel selalu benci untuk mengakhiri harinya bersama Avila, walaupun ia masih bisa melakukannya pada esok hari. &#xA;&#xA;&#34;Dengerin playlist aku ya sekarang gamau tau&#34; mereka sudah berada di dalam mobil, Aksel mulai menyalakan mobilnya dan keluar dari area tempat makan yang mereka hampiri. &#xA;&#34;IYA sini aku yang connect-in ke radio&#34; Aksel memberikan hp nya kepada Avila. Avila menerimanya, ia menyodorkan hp nya ke depan muka Aksel biar bisa langsung kebuka pake face id, ribet kalo pake passcode dan Avila pun juga tidak tahu passcode milik Aksel.&#xA;&#xA;Thru These Tears - LANY terputar pada radio milik Aksel. &#xA;&#xA;&#34; This hurts like hell&#xA;But i keep telling myself&#xA;It&#39;s gonna get better&#xA;But it&#39;s taking forever. &#34;&#xA;&#xA;Jalanan pada malam hari itu terpantau ramai, banyak kendaraan yang berlalu lalang pada malam itu, mungkin beberapa dari mereka ingin menuju ke tempat tinggal masing-masing, mungkin juga beberapa dari mereka baru ingin mengeluarkan kaki nya. Kalo Avila Aksel sudah pasti yang ingin memulangkan dirinya masing-masing. &#xA;&#xA;&#34; Every day i let go&#xA;Just a little bit more&#xA;In the end I&#39;m gonna be alright&#xA;But it might take a hundred sleepless night&#xA;To make the memories of you disappear &#xA;&#xA;But right now I can&#39;t see nothing through these tears. &#34;&#xA;&#xA;Malam itu, mereka menikmati sisa waktu yang tersedia. Mulai dari nebak siapa nama ojol yang tepat berada disamping mobil mereka saat lampu merah berhenti, atau juga menebak lagu apa yang akan diputar selanjutnya oleh spotify, kira-kira reaksi apa yang akan diberikan oleh ayah dan bunda nya Avila saat mereka telah sampai dirumah pada malam hari begini, semuanya bisa dijadikan pertanyaan bagi mereka, pastinya mereka juga memiliki jawaban tersendiri mengenai pertanyaan konyol yang mereka buat.&#xA;&#xA;&#34;Kamu tau gak beda nya nasi sama kamu?&#34;&#xA;&#34;Apalagi nih&#34;&#xA;&#34;Kalo nasi lengketnya di tangan, kalo kamu lengketnya sama aku&#34;&#xA;&#34;ALAHHHHHHH DASAR BUAYA&#34; satu tempelengan mendarat di kepala Aksel tepat setelah ia mengucapkan kalimat tersebut. &#xA;&#xA;Tak terasa mereka sudah tiba di pekarangan rumah Avila, sudah terdapat mobil hitam livina terpakir rapih di garasi milik Avila.&#xA;&#34;WADUH SEL GUE BISA ABIS NIH AMA BAPAK GUA GIMANA DONG&#34;&#xA;Avila sedang panik, bukannya ia turun malah ia sengaja melama-lamakan dirinya di dalam mobil Aksel. Dasar.&#xA;&#34;Ya lu panik lu turun lah kenapa masih di mobil gw&#34;&#xA;&#34;Oh lu ngusir gue nih ceritanya?&#34;&#xA;&#34;YA GAK GITU TADI KATANYA PANIK TAKUT DIMARAHIN&#34;&#xA;&#34;Iyasih yaudah lah gakpapa pasti mereka maklumin kan soalnya anak remaja lagi kasmaran, kayak mereka gakpernah aja pas lagi muda&#34; jawabnya.&#xA;&#34;Parah lu vila sini give me a hug before you leave&#34;&#xA;&#xA;Temen sih, ya tapi gimana namanya remaja. Avila sudah berada di dalam dekapan Aksel. Gak sampai semenit pelukann tersebut di lepas oleh nya, mengingat waktu yang sudah malam juga. &#xA;&#34;Makasih ya sel baek banget deh lu&#34;&#xA;&#34;Ya sama-sama dah sana turun&#34;&#xA;&#34;Dasar, nanti kabarin ya kalo udah sampe rumah&#34;&#xA;&#34;Iya cantiiiik, dadahh&#34;&#xA;Avila membuka pintu mobil milik Aksel lalu merapatkannya kembali setelah ia sudah berada di luar mobil milik nya. Tidak lupa melambaikan tangannya sebagai tanda hati-hati di jalan. &#xA;&#xA;Hari itu telah usai, oh iya untungnya Avila selamat dari ayah bunda nya karena mereka sudah tertidur lelap di kamarnya. Hufttt syukurnya, setidaknya ia akan mendapatkan ocehan dari bundanya pada esok hari, bukan hari ini. Ia tiba dengan selamat di kamar nya. &#xA;Membersihkan dirinya sebelum beranjak ke tempat tidur, dan berganti pakaian tidurnya. Hari itu ditutup dengan chat Aksel yang berkata bahwa diri nya sudah sampai dengan selamat dirumah nya. Alhamdulillah katanya. &#xA;&#xA;&#34; Driving home on an empty high way&#xA;I thought about you and I hit the brakes&#xA;What we had and who we were was so clear&#xA;&#xA;But right now,&#xA;I can&#39;t see nothing through these tears. &#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Today is the day, the day that Aksel and Avila will take a walk before their senior era. On that day the weather is so calm, the sun hiding behind the clouds. I think we can understand about Aksel&#39;s feels right now, some butterfly coming thru his stomach.
“I don&#39;t know why i got nervous right now” He said to himself.</p>

<p>Aksel wearing his favorite outfit, he can wore this outfit almost EVERYDAY, even when he just chilling around at his house. Guess what the outfit that Aksel wore in that day? If you guessing a black t-shirt, you wrong but sometimes he wearing a black t-shirt tho. But the right answer is white t-shirt! He collected a bunch of white t-shirt on his wardrobe. A white t-shirt and a beige pants is an outfit for him today! Looks hella hot when he started to wore his best combo. I think Avila will definitely be agreed with that!</p>

<p>He drive his car to Avila&#39;s house, it only take 10 minutes to be there. Aksel is a type of person who needs music in his life, every single day he always turn volume into 100 while using his airpods, just kidding not 100 but senyamannya dia aja.</p>

<p>The Way I Loved You – Taylor Swift, lagu yang nemenin dia selama perjalanan ke rumah Avila.</p>

<p>” I miss screaming and fighting and kissing in the rain
It&#39;s 2:00 a.m. and I&#39;m cursing your name
So in love that I acted insane
And that&#39;s the way I loved you “</p>

<p>Sembari menyeruput caramel macchiato dari starbak yang sebelumnya Aksel beli, katanya sekalian mampir, oh iya Aksel kan gentlemen, so he brings matcha latte with him too, buat Avila biar dia anteng nanti pas di mobil.</p>

<p>“Eh aku udah di depan ya cantik” Aksel sudah tiba di depan perkarangan rumah Avila, ia juga sudah menelfon “temannya” itu agar segera turun.
“HAH HAH OH OKE TURUN TUNGGU YA” Terdengar suara teriakan dari speaker handphone nya Aksel, iya, Avila menjawab telfonnya tersebut dengan teriakan. entahlah antara ia senang atau panik atau hah ini orang cepet banget nyampe rumah gue...</p>

<p>“HALOO AKSELL” sapa nya saat ia menemui Aksel saat membuka pintu mobilnya.
“Lah gw belom pamitan sama ayah bunda lu, kok lu udah naik sih” gerutu Aksel, dengan cepat ia membuka seatbelt nya tetapi terhenti karena Avila sudah duduk di sebelahnya dan menutup pintu mobil dengan rapat.</p>

<p>“Gakusah, gak ada orang juga dirumah” jawabnya
Oh, baik. Aksel kembali memasangkan seatbelt nya dan memberikan isyarat kepada Avila untuk melakukan apa yang ia lakukan.</p>

<p>“Pake atau gw gak jalan nih”
“Pakein dong males deh gue, sumpah ya gue tuh hari ini CAPEK-” Aksel mendengarkan celotehan yang dilontarkan oleh Avila, sambil ia memakaikan Avila seatbelt nya.
“JIAKH, oke terus ya aduh gue gatau deh asli kenapa sih orang nih pada ngeselin. eh tapi sambil jalan aja sel, aduh lu pernah gaksih pengen makan orang sangking gemesnya sama itu orang, kek ARGSHGRJSGDJSDG”</p>

<p>Aksel mengikuti perintah Avila, ia menancapkan gasnya dan meninggalkan pekarangan rumah Avila.
“Lu bisa gak stop dulu ngoceh nya gw capek dengernya” seru Aksel, padahal niatnya cuman bercanda saja sih</p>

<p>“GAKBISA INI TUH UDAH LEVEL 10393891 KESEL GUE, LU MAU GA GUE MAKAN SEL”
“Ga”
“Oke”</p>

<p>Seperti biasanya, Avila juga suka mendengarkan musik, sama seperti Aksel. Jadi ia memutuskan untuk menyambungkan spotify nya melalui bluetooth ke radio mobil Aksel. Aksel hanya terdiam, ya karena itu hal yang biasa bagi dia. Sembari Avila yang sibuk dengan hp nya karena banyak sekali playlist yang ada di spotify nya, Aksel kembali menyeruput caramel macchiato.</p>

<p>“KOK GUE GA DIBELIIN SIH SEL” Avila mendengar suara sruputan itu, lantas ia menengok ke arah sumber suaranya dan benar saja, ia memasang muka bete, amarahnya sudah tak bisa ditahan lagi (lebay)</p>

<p>“Bawel, ada noh dibelakang”
“Ya kenapa lu gak bilang bahlullllllllllllll gue gampar lu” Avila mengambil hak miliknya yang berada di bangku belakang.</p>

<p>Where do Broken Hearts Go by One Direction terputar di radio milik Aksel. Ia tidak keberatan dengan hal tersebut.</p>

<p>“Okay miss, where will we be going” tanya Aksel.
“Lu jawab terserah beneran gw tendang ya vila”
“LAAAAAAAH GUE GATAU MAU KEMANA” jawabnya, Avila terlihat menikmati minumannya itu, hari yang sangat panas. Aksel yang berada di sebelahnya hanya menghela nafas, walaupun sebenarnya ia tahu ia akan membawa Avila kemana. Ia bertanya seperti itu pun juga karena GABUT wkwk</p>

<p>“aRREEEE you sleeping baby BYYYY YOURSEEELLLLFFFFFF”
“APA SEL”
“or are you giving it to someone else”
“ish kamu mah gak asik banget nyanyinya udah lah” Avila memang gitu, ngambek karena Aksel disuruh nyanyi malah kayak orang datar, padahal kan AH SKIP.
“YAUDA ULANG DEH VILA”
“ogah udah telat”
“dih aneh lu”
“LAH ELU”
“kok jadi gue”
“ya harusnya emang siapa”
“gue”</p>

<p>Avila, cewek yang berisik banget kalo udah ngebahas NCT, apalagi tentang haechan, ish 30 lagu di playlist aksel aja pun bakal kalah sama ocehan avila. Mungkin tujuan hidup dia makan, tidur, ngefangirling, marah-marah and repeat. biasalah ya, remaja. Avila pernah nanya ke Aksel, “Sel lu gak bosen apa dengerin gue ngebacotin haechan”
Ya, menurut Aksel kalo udah sayang apapun yang Avila lakuin bakal dia dukung, selagi itu gak nyakitin dia dan bikin dia seneng why not?</p>

<p>“Kalo bosen juga udah gw tinggal lu”
“Kurang ajar”</p>

<p>Karena faktanya, Aksel bener-bener mau nemenin Avila kemana aja, He&#39;s too nice, too nice atau bucin beda tipis lah. BUT seriously, dia baik banget mau nemenin Avila ngapain aja. And I&#39;m doing a same thing to him, gue pernah nungguin dia main mobile legend nya itu dari jam 9 malem sampe jam 3 PAGI bayangin, IMAGINE... tapi gue juga sambil ngerjain tugas gue sih jadi gak berasa.</p>

<p>I&#39;m glad to know him, like he always be there, when i think i couldn&#39;t do it, he said “hey i know this world is crazy, but vila you&#39;re cool, i know you can do it. take a rest if you feel tired, and start it again when you feel better. i&#39;m here okay?”</p>

<p>no but, HE IS THE SWEETEST PERSON I&#39;VE EVER MET IN THIS WORLD. fight me if i&#39;m wrong, duh.
kayak dilan milea, tapi versi gembelnya. dilan milea pacaran aja pake ttd di atas materai, walaupun putus juga. tapi kata Aksel, “Alah ngapain pake ttd diatas materai, kayak mau ngapain aja”
padahal dia nembak gue aja enggak, aduh ini orang kenapa...</p>

<p>“Yey udah nyampeeee”
Finally, they are arrived at MOJA!!! Avila emang udah dari LAMA BANGET pengen ke MOJA tapi belum kesampean (+ temen-temennya udah pada balik kampung semua) but BOOM, Aksel gak jadi pulang kampung so he brought her to MOJA. Sebenernya lagi sih Avila udah tau kalo Aksel bakal bawa dia kesini, tapi dia pura-pura gatau aja deh biar jeger surprise wkwk...</p>

<p>“Kamu nyetir cepet banget perasaan tadi masih di depan rumah aku” “Ya kamu nya aja yang bawel jadinya gak berasa”
“Iyasih”
“Udah ayo turunnn”</p>

<p>I think they&#39;re having fun. Mereka baru pertama kali kesana, jadi wajar agak linglung waktu mau pake sepatu rodanya.
“Ish sel bukan begituuuu ngiketnya”
“Apasih orang bener”</p>

<p>Hari itu adalah hari ter-random yang pernah terjadi di hidup Avila. Banyak sih hal-hal random lainnya yang dilakukan Avila bersama Aksel, tapi menurut dia ini hari paling random yang pernah ada.
Moja memanglah tempat yang cocok buat kalian datangi bersama pacar kalian, ya yang gebetan juga boleh lah. Tempat tersebut diisi dengan suara sepatu roda secara gaduh karena Aksel gak bisa mainnya T_T katanya sih dia bisa apa aja, tapi buktinya dia masih noob kalo urusan kayak gini, jagoan gue.</p>

<p>Pasti pada umumnya mereka mengambil foto untuk dikenang disana, gak satu dua aja tapi lebih dari sepuluh jepretan sih kayaknya, gatau yang fotoin mas-masnya bukan aku... biasalah anak remaja, cih...
Mereka hanya menghabiskan waktu mereka disana selama 1 jam 30 menit, mereka sudah mulai lelah saat mengililingi tempat yang sama sebanyak 4 kali.</p>

<p>“Udahan yuk kaki gw pegel” Aksel berusaha meraih tangan Avila yang berada di depannya, karena Avila sudah handal dalam hal ini, jadi ia merasa “Aksel gue tinggal aja ya lu lama anjir”
“Dih tanggung banget bentar lagi 10 menit, pleaseeeee” rayu Avila. Sekarang posisi mereka sejajar, yang berarti Avila sudah berada di samping Aksel. Lucu, muka Aksel sudah mendeskripsikan rasa pegalnya mungkin memang saatnya mereka mengsudahi permainan sepatu roda ini dan beristirahat sejenak.</p>

<p>“Seneng gak?” Mereka sudah berada di dalam mobil, hari mulai makin panas jadi mereka memutuskan untuk istirahat di mobil saja. Gakpapa buang-buang bensin, Aksel orang kaya soalnya.
“Seneng laaaaaaaaaaaah yakali engga” jawaban tersebut disertai dengan senyuman Avila terhadap Aksel. Syukurlah, Aksel mendapatkan pahala hari ini, ia berhasil membuat anak orang senang karena nya. Akhirnya ia berguna bagi seseorang.</p>

<p>Aksel memang pandai sekali untuk memilih destinasi yang berbau dengan makanan, mau tau kenapa? Aksel sebenarnya punya sisi bandel, jadi ia pastinya pernah nongkrong sama temen-temennya. Gak cuman di cafe-cafe aja, tetapi bisa sampai ke angkringan yang lagi hits banget (examples : Gultik yang ada di Blok M, Nasi Goreng Kebon Sirih) semuanya dia cobain bareng temen-temennya.</p>

<p>Tapi ia tahu Avila gak suka makanan yang aneh-aneh, tapi dia suka ayam. Yauda deh dia ngebawa Avila makan sate taichan yang ada disekitar kawasan Senayan. Malam itu memang rame banget karena bertepatan dengan malam minggu, jadi gak heran kalo mereka berdua agak sulit untuk mendapatkan tempat duduk.
“Kamu di sebelah sini aja, biar gak kena asep rokok” tawar Aksel.</p>

<p>“Eh kamu mau minumnya apaa biar aku pesenin” Avila sedang memegang selembar kertas menu untuk memesan pesanan mereka. Karena mereka hanya berdua, jadi ia hanya memesan 2 porsi sate taichan dengan 2 lontong untuk pelengkap.
“Apa ya kamu emang apa aku ngikut kamu aja” jawab Aksel
“Lah aku juga bingung sih es jeruk mau gak”
“Boleh, sama air putih biasa ya satu”
Selalu, Aksel gakbisa banget kalo setelah minum yang manis-manis tidak diakhiri dengan air putih. Bisa-bisa dia keselek.</p>

<p>Selang 30 menit mereka menunggu, AKHIRNYA pesanan mereka tiba. Fresh from the oven, es jeruk nya juga masih keliatan seger banget. Gak sabar deh mau makan. EH tapi jangan lupa baca doa dulu sebelum makan, biar gak setan gak makan makanan kita, katanya sih begitu...</p>

<p>“KENYANGGGG” Jam 21.00 terlihat pada layar lockscreen Aksel. Pertanda bahwa ia harus segera memulangkan Avila sebelum ia dihabiskan oleh ayah nya, pertanda juga hari yang di habiskan bersama akan berakhir. Aksel selalu benci untuk mengakhiri harinya bersama Avila, walaupun ia masih bisa melakukannya pada esok hari.</p>

<p>“Dengerin playlist aku ya sekarang gamau tau” mereka sudah berada di dalam mobil, Aksel mulai menyalakan mobilnya dan keluar dari area tempat makan yang mereka hampiri.
“IYA sini aku yang connect-in ke radio” Aksel memberikan hp nya kepada Avila. Avila menerimanya, ia menyodorkan hp nya ke depan muka Aksel biar bisa langsung kebuka pake face id, ribet kalo pake passcode dan Avila pun juga tidak tahu passcode milik Aksel.</p>

<p>Thru These Tears – LANY terputar pada radio milik Aksel.</p>

<p>” This hurts like hell
But i keep telling myself
It&#39;s gonna get better
But it&#39;s taking forever. “</p>

<p>Jalanan pada malam hari itu terpantau ramai, banyak kendaraan yang berlalu lalang pada malam itu, mungkin beberapa dari mereka ingin menuju ke tempat tinggal masing-masing, mungkin juga beberapa dari mereka baru ingin mengeluarkan kaki nya. Kalo Avila Aksel sudah pasti yang ingin memulangkan dirinya masing-masing.</p>

<p>” Every day i let go
Just a little bit more
In the end I&#39;m gonna be alright
But it might take a hundred sleepless night
To make the memories of you disappear</p>

<p>But right now I can&#39;t see nothing through these tears. “</p>

<p>Malam itu, mereka menikmati sisa waktu yang tersedia. Mulai dari nebak siapa nama ojol yang tepat berada disamping mobil mereka saat lampu merah berhenti, atau juga menebak lagu apa yang akan diputar selanjutnya oleh spotify, kira-kira reaksi apa yang akan diberikan oleh ayah dan bunda nya Avila saat mereka telah sampai dirumah pada malam hari begini, semuanya bisa dijadikan pertanyaan bagi mereka, pastinya mereka juga memiliki jawaban tersendiri mengenai pertanyaan konyol yang mereka buat.</p>

<p>“Kamu tau gak beda nya nasi sama kamu?”
“Apalagi nih”
“Kalo nasi lengketnya di tangan, kalo kamu lengketnya sama aku”
“ALAHHHHHHH DASAR BUAYA” satu tempelengan mendarat di kepala Aksel tepat setelah ia mengucapkan kalimat tersebut.</p>

<p>Tak terasa mereka sudah tiba di pekarangan rumah Avila, sudah terdapat mobil hitam livina terpakir rapih di garasi milik Avila.
“WADUH SEL GUE BISA ABIS NIH AMA BAPAK GUA GIMANA DONG”
Avila sedang panik, bukannya ia turun malah ia sengaja melama-lamakan dirinya di dalam mobil Aksel. Dasar.
“Ya lu panik lu turun lah kenapa masih di mobil gw”
“Oh lu ngusir gue nih ceritanya?”
“YA GAK GITU TADI KATANYA PANIK TAKUT DIMARAHIN”
“Iyasih yaudah lah gakpapa pasti mereka maklumin kan soalnya anak remaja lagi kasmaran, kayak mereka gakpernah aja pas lagi muda” jawabnya.
“Parah lu vila sini give me a hug before you leave”</p>

<p>Temen sih, ya tapi gimana namanya remaja. Avila sudah berada di dalam dekapan Aksel. Gak sampai semenit pelukann tersebut di lepas oleh nya, mengingat waktu yang sudah malam juga.
“Makasih ya sel baek banget deh lu”
“Ya sama-sama dah sana turun”
“Dasar, nanti kabarin ya kalo udah sampe rumah”
“Iya cantiiiik, dadahh”
Avila membuka pintu mobil milik Aksel lalu merapatkannya kembali setelah ia sudah berada di luar mobil milik nya. Tidak lupa melambaikan tangannya sebagai tanda hati-hati di jalan.</p>

<p>Hari itu telah usai, oh iya untungnya Avila selamat dari ayah bunda nya karena mereka sudah tertidur lelap di kamarnya. Hufttt syukurnya, setidaknya ia akan mendapatkan ocehan dari bundanya pada esok hari, bukan hari ini. Ia tiba dengan selamat di kamar nya.
Membersihkan dirinya sebelum beranjak ke tempat tidur, dan berganti pakaian tidurnya. Hari itu ditutup dengan chat Aksel yang berkata bahwa diri nya sudah sampai dengan selamat dirumah nya. Alhamdulillah katanya.</p>

<p>” Driving home on an empty high way
I thought about you and I hit the brakes
What we had and who we were was so clear</p>

<p>But right now,
I can&#39;t see nothing through these tears. “</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/nilusummary/a-fine-day-with-avila-and-aksel</guid>
      <pubDate>Thu, 02 Sep 2021 14:55:04 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>