Snowxxxblue


Begitu membuka pintu yoshi terkejut karena tidak menemukan kekasihnya didalam ruangan.

” hyunsuk? “

” sayang? “

Beberapa kali ia memanggil nama kekasihnya tapi tidak ada jawaban.

Studio ini hanya sepetak kecil tidak ada tempat bagi hyunsuk untuk bisa bersembunyi, jadi dimana kekasihnya berada?

Yoshi melangkah menuju meja kerja hyunsuk memperhatikan komputer yang masih menyala. Ia mengeceknya sebentar untuk melihat apakah masih ada file yang belum tersimpan sebelum ia non aktifkan

Semua barang barang hyunsuk masih lengkap berada diruangannya, tas, jaket, topi dan ponsel. Hyunsuk itu tipe orang yang tidak akan pernah meninggalkan handphone nya walau sedetik saja, ya kecuali ketika ia mandi dan tidur. Itupun ia tetap tidak bisa jauh

Menghela nafas kecil, yoshi kembali mengitari ruang kerja kekasihnya mau bagaimana? Sudah ia spam chat dan telfon sejak tadi ternyata ponselnya tertinggal dimeja pantas saja.

Mungkin hyunsuk sedang pergi ke kamar mandi, jadi lebih baik ia menunggunya saja disini

Yoshi berjalan kearah cermin besar di sudut ruangan, ia merapikan sedikit rambutnya. Ohh bagaimana jika ia mengambil beberapa gambar untuk kenang kenangan? Ide bagus bukan?

Mungkin saja bisa ia pamerkan kepada orang orang hehehehe~~~

Cekrek

Cekrek

Kenapa suasana ruangan ini terlalu gelap? Bagaimana jika yoshi mengganti lampunya?

Cekrek

Kriet

Pintu kayu itu berdecit pelan membuat yoshi segera memutar tubuhnya. Menemukan kekasihnya diambang pintu sedang melirik tidak percaya

” ahhh umm “

” tumben? “ tanya hyunsuk jahil ” tumben banget mau nyamperin kesini? Biasanya kalau pulang aku mulu yang nyamperin keruangan mu? “

” udah jam 12 ku pikir kamu ketiduran soalnya chat ku ga di bales jadi yaa .... aku kesini buat ngecek “

” coba lihat fotonya? “ hyunsuk datang mendekat, sedikit berjinjit untuk melihat isi dari ponsel kekasihnya

” bagus yang terang, ayo foto lagi “ imbuhnya riang

Yoshi tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya, sangat menggemaskan

” deketan sini “

” ahhhhh jangan tinggi tinggi “ rajuknya kesal sambil menarik sebelah tangan yoshi

” makannya tinggi “

Hyunsuk memanyunkan bibirnya, menatap yoshi dengan kesal

” ututu sini sini ku peluk “

” gamau “ ucapnya jutek

Yoshi kembali tersenyum, ia kemudian melebarkan kedua kakinya membentuk gerakan split agar badannya bisa lebih sejajar dengan hyunsuk

” ayo sini jadi foto ga? “ merangkul pundak kecil kekasihnya, dengan sayang yoshi mengarahkan hyunsuk untuk menatap cermin ” ayo senyum dong “

Akhirnya hyunsuk pun ikut tertawa ketika yoshi menjahilinya, mereka mengambil beberapa foto dengan pose yang berbeda beda

Seperti yoshi yang merangkulnya, ia memeluk yoshi dari belakang, ia meletakkan dagunya dibahu yoshi hingga pose mereka yang saling berhadapan

” masih ngambek aku ya “ hyunsuk memiringkan badannya menatap kekasihnya dengan kesal kemudian mencubiti pinggangnya main main

” aww “

cekrek

” sayang? “

” hehehehehehehe “

hyunsuk pun segera kabur ketika yoshi bersiap menariknya, ia pasti akan digelitiki hingga menangis jika tertangkap

Mengambil tas juga ponselnya dengan secepat kilat hyunsuk segera keluar dari ruangan

” YOSHII! TOLONG BAWA JAKET KU! “

Terdengar teriakan hyunsuk dari arah lorong, membuat yoshi menggelengkan kepalanya

Setelah mengambil tas miliknya dan jaket hyunsuk ia kemudian mematikan lampu dan segera mengunci pintu dari luar, ia harus mengejar kekasihnya sebelum jauh


Ternyata hyunsuk sedang menunggunya diloby kantor

” heii, pakai jaket mu sayang “

Hyunsuk mengangguk dalam diam ketika yoshi membantunya mengenakan jaket, kemudian keduanya berjalan beriringan menuju mobil yang sudah terparkir rapi didepan pintu

” udah matiin lampu? “

Yoshi mengangguk sambil membuka pintu belakang

” udah kunci pintu? “

Yoshi kembali mengangguk sambil memasang seat betnya

Hyunsuk tersenyum, ia lalu menghambur kepelukan kekasihnya

” ahaaa, dapet kamu ya “

” AHHHHH AHAHAHAHAHAHHA AHAHHHAHA AMPUN ADUH AHAHAHHA YOSHI AHAHHHAHAHHHAAA “

hyunsuk memekik terkejut ketika yoshi menggelitikinya, sedangkan yoshi tampak menahan tawa berhasil membuat kekasihnya tertawa hingga lemas

Keduanya tertawa terbahak selama perjalanan menuju asrama, diiringi perdebatan dan cerita ringan tentang hari ini. Tidak lupa alunan musik klasik sebagai pelengkap perjalanan

” ahh aduh ga kuat jalan “ lirih hyunsuk sambil mengatur nafas

Yoshi hanya melirik sambil menaikkan sebelah alisnya, melihat hyunsuk mengangkat tangan kirinya lalu meraih bahunya untuk dipeluk

” gendong aku “ rajuknya kecil

Yoshi tertawa kecil “ dasar bayi ” ia kemudian menarik pelan hidung hyunsuk

” gendongg~~~ “

” iya iya sini “


Hyunsuk terkekeh kecil, yoshi benar menggendongnya sejak keluar dari mobil. Kamar mereka berada di lantai yang cukup atas lantai 7. Untung saja jaman sekarang ada lift, bagaimna jika tidak apa yoshi masih akan menggendongnya menaiki tangga?

Tangannya memeluk leher yoshi dengan erat, menyandarkan kepalanya dipundak kiri, hyunsuk beberapa kali menjahili yoshi, meniup telinganya atau menciumi pipinya dengan iseng

Kaki kecilnya tidak bisa berhenti mengayun, dan hyunsuk pun bersenandung kecil selama didalam gendongan

” foto tadi bagus ga? “

” bagus dong “

” mau lihat “

Yoshi segera merogoh saku celananya, mengambil ponsel dan menyerahkannya kepada hyunsuk

Tersenyum senang hyunsuk segera menerima ponsel itu dengan riang

” ini bagus ya? “ memperlihatkan sebuah foto ketika mereka sedang tertawa lepas

” hmm “

” yang ini juga bagus “

Yoshi mengangguk beberapa kali

” kamu posting ya? “

” enggak mau “

Hyunsuk memanyunkan bibirnya “ kok ga mau? “

” Ayo posting ayo ayoo “ hyunsuk pun menggoyangkan badannya kekanan dan kekiri

” emm gitu “ menaikkan sebelah alisnya dengan senyum jahil yoshi kemudian memutar tubuhnya kearah dan kanan dan kekiri

” AAAAAAAAAA YOSHII YOSHIIIIII “ sambil berteriak hyunsuk memeluk leher yoshi semakin erat

” STOPP STOPP STOPP IHHH TAKUT JATUH “ omel hyunsuk kesal

” takut jatuh? Aku jatuhin nih aku jatuhinn “ sambil menahan senyumnya yoshi melepas kedua tangan hyunsuk dari lehernya, hanya bercanda tidak benar benar melepaskannya

” AAAAAAA YOSHIIIIIII “

terkekeh kecil yoshi membawa tubuh hyunsuk kedepan, lalu menggendongnya ala koala

” IHHHHHHH “

” Hahahahahaha bayi besar ku “ ujarnya sambil menepuk bokong hyunsuk beberapa kali

Hyunsuk merengut kesal, “ ngeselin “ ia memeluk leher yoshi dengan erat lalu menyembunyikan wajahnya dibahu yoshi

” tapi sayang? “

” enggak “

” ku jatuhin nih ku jatuhin dari lantai 7 “

” ihhh iya iya sayang “



angst, mention character death


Pukul 5.13 pagi Hyunsuk baru saja bangun dari tidurnya, ia melihat kesebelah kirinya dimana seseorang masih terlelap nyenyak dialam mimpi. Hyunsuk tersenyum memperbaiki letak selimut agar menutupi badan kekasihnya, kemudian menyisir rambutnya pelan takut mengganggu tidur pemuda berambut silver tersebut.

Setelah puas memandangi kekasihnya Hyunsuk segera bangkit, ia harus segera mandi, memasak dan membereskan rumah, hari ini akan ada tamu istimewa datang berkunjung kerumah mereka karena itu hyunsuk harus bangun lebih pagi dihari weekend seperti ini.

Setelah mandi hyunsuk segera menuju kearah dapur untuk memasak air, kemudian menuju ujung ruangan dapur untuk memasukkan semua pakaian kotornya

Hari ini haruto dan yang lainnya akan datang berkunjung sepertinya memasak makanan sesukaan pemuda berdarah jepang tersebut bukan ide yang buruk, yoshi juga pasti akan sangat menyukainya.

” kau bangun terlalu pagi “ terdengar suara serak dari belakang punggungnya

” bukan aku yang terlalu pagi tapi kamu yang selalu bangun kesiangan “ ucap hyunsuk menyahuti

” masih dingin hmm peluk aku “

Hyunsuk kemudian berbalik “ kembali tidur kalau masih mengantuk, akan ku bangunkan tepat waktu sebelum haruto datang ” setelahnya Hyunsuk segera menuju kulkas untuk mengambil bahan masakan

Yoshi menggeleng seperti anak ayam yang mengikuti induknya ia pun mengikuti Hyunsuk dan berdiri tepat disampingnya dengan wajah melas

” beri aku ciuman, maka aku akan langsung membereskan rumah untuk mu, bagaimana? “ tawarnya sambil mengangkat kedua alisnya

Hyunsuk meletakkan jari telunjuknya di didagu pose berpikir

” ayo peluk aku 30 menit saja “ sedikit merengek yoshi segera memeluk yang lebih kecil

” sepuluh menit “ ucap Hyunsuk sambil mengibaskan tangannya

” 25? “

” 10 “

” 15 “

” 10 “

” 12 “

” hmm oke “ dengan senyum kecil Hyunsuk membalas pelukan yoshi dengan erat

Ahhh bayi besarnya ini benar benar sangat menyusahkan dipagi hari

” aaaaa berhenti menggigit telinga ku “ sambil menggeliat kecil Hyunsuk mencubit pingang pemuda dipelukannya

” beri aku ciuman? “

” pergi mandi sana, 12 menit mu sudah habis “

” masih ada 3 menit, beri aku ciuman “

” pergi mandi atau tidak ada ciuman seminggu? “ hyunsuk mulai mencubiti perut yoshi dengan pelan

” aaaaaaaaaa iya iya aku mandi “

Dengan setengah hati yoshi melepaskan pelukannya,  membuat Hyunsuk akhirnya kembali berdiri karena sebelumnya tadi mereka duduk berdua di meja makan

” tapi tidak semudah itu muachhh “

Dengan cepat yoshi mencuri satu kecupan dibibir tipis kekasihnya kemudian segera melesat pergi menuju kamarnya

” ahhh dia ini benar benar “ oceh Hyunsuk sambil menggelengkan kepalanya


Hyunsuk sedang mencuci piring ketika mendengar suara bel pintu berbunyi “ yoshiii bisa buka pintunya? ” Hyunsuk berteriak kecil memanggil kekasihnya

” iya sebentar “ dan yoshi yang sedang menjemur pakaian pun segera bergegas menuju pintu utama yang sepertinya masih dikunci

” selamat pagi “ terdengar teriakan riang pemuda manis menyambut pendengaran hyunsuk

” jeongwoo? “ gumamnya pelan

” kak hyunsuk yuhuuu~~~~ coba lihat aku bawa siapa “ jika suara yang ini hyunsuk hafal siapa pemiliknya

Hyunsuk tersenyum kemudian segera menuju ruang tengah untuk menyambut tamunya park jeongwoo dan watanabe haruto

” aaaaa jeongwooyaaa~~ kangen banget, haruto juga udah lama gak mau main kerumah lagi “ dengan gemas Hyunsuk meneluk kedua adiknya bergantian

” ayo masuk masuk, udah sarapan belum? Ayo makan dulu “

” kita tadi udah sarapan bubur waktu perjalanan kesini kak “

” yahhh “ hyunsuk pun memasang raut wajah sedih

” gapapa nanti siang aku habiskan semua yang udah kak hyunsuk masak “

” hahahaha iya pokoknya harus habis yaa “

Haruto menyenggol lengan yoshi pelan “ kak kok kayaknya udah dihias semua? ” tanyanya kemudian

” yang indor udah selesai dihias sejak semalem, tapi yang outdor belum semua “ jelas hyunsuk

” makannya kalau disuruh dateng pagi ya pagi ini mah udah siang bolong “ omel yoshi

” yaudah sih gapapa yang penting aku udah dateng nih “

” yang depan juga belum “

” ehh buset ini yang punya acara siapa yang disuruh ngedekor siapa “

” belom juga bantu apa-apa udah ngomel, gak ikhlas banget “ lirik yoshi kemudian

” kenapa ini kenapa? “

sambil meletakkan minuman hyunsuk melirik dua orang dihadapannya yang sepertinya sedang terlibat perdebatan kecil

” kenapa? “ sambil mengangkat dagunya hyunsuk bertanya sekali lagi

” enggak ada kok “ keduanya kemudian kompak menggelengkan kepala

” ini yang lainnya kapan dateng? Masa cuman kita yang ngabisin makanan? “ jeongwoo yang baru saja tiba bertanya sambil menyusun toples kue dimeja

” doyoung masih jemput yedam dirumahnya “

” jaehyuk mana? “

” udah dijalan sih “

” kalau junkyu? “

” nahh itu dari tadi pagi gak bisa dihubungi, pasti belum bangun sampai sekarang “

” sudah kuduga “

” udah gapapa kalian makan aja dulu, aku masih punya banyak stock makanan buat nanti malam “

” kak harusnya yang telat dateng kerjaannya lebih banyak “ rengek haruto kepada hyunsuk

” anak ini “ desis yoshi kesal

” ohh ide bagus “

Tanpa diduga hyunsuk menyetujui ide dari haruto

” tapi kalau semua bisa selesai lebih cepat kan lebih baik, terus buat nanti sore kan ada kerjaan baru lagi nyiapin pangganggan dibelakang “

Sambil menghembuskan nafas haruto memajukan bibir bawahnya.  Sedangkan yoshi dan jeongwoo terlihat menahan tawanya

” kamu tuh kesini niat bantuin gak sih, mending pulang aja deh “ omel jeongwoo kemudian

” disini kan niatnya liburan males malesan didalam rumah bukannya panas panasan diluar “ sedikit merengek haruto menyandarkan kepalanya di bahu jeongwoo

” gak bosen apa kamu tiap hari dikamar cuman game, makan, tidur, game, makan, tidur “

” ihhhh aku kerja tauu “

” kerja apaan ngabisin duit buat game sih iya “

” jeongwoo :( “ rengek haruto dengan melas

” ahhh jauh jauh saja gak usah nempel nempel “

Hyunsuk tersenyum memperhatikan perdebatan kecil dihadapannya “ lucu ya? ” lirihnya kemudian

Yoshi memeluk pinggang yang lebih kecil semakin erat sambil mengangguk “ kamu sih tetap yang paling lucu “

Sambil menautkan alisnya hyunsuk menyikut kecil lengan pemuda dibelakang tubuhnya “ gak usah mulai “

Hellow everybody prince here

Terdengar teriakan yang cukup nyaring dari arah pimtu utama, sudah sangat jelas pelakunya adalah yoon jaehyuk

” woahh apa tuuu “ melihat banyaknya bingkisan yang dibawa oleh jaehyuk dengan segera jeongwoo mendekat antusias

” ada hadiah, ada titipan buat dekor, ada senack juga banyak pokoknya “ dengan gesit jaehyuk meletakkan satu persatu barang bawaannya diatas meja

” banyak amat bang, kayak mau lelangan aja “ ucap haruto

” sembarangann “

” ayo mulai dari mana nih yang harus aku dekor lebih dulu “

” calms down calms down, minum dulu hyuk, kita masih nunggu dobby sama yedam “

” tinggal tu berdua kah? Junkyu mana? “

” emmm masih dirumahnya “

” lahhh? Gak dateng? “

” mungkin nanti sore “ ucap hyunsuk tidak yakin

” lahh kenapa gak bilang, biar ku gedor aja rumahnya tadi biar ku seret sekalian “

” udah, udah gappa, dimakan dulu nih kuenya “


” Udah setengah empat nih, jadi pergi gak sih ? “ jaehyuk yang baru saja kembali dari dapur ikut bergabung

” jadi lah “ ucap haruto dengan semangat

” kirain gak jadi, aku aja yang pergi jemput “ ucap jaehyuk bergurau

” enak aja, aku yang pergi jemput “ balas haruto kemudian

Hyunsuk menggelengkan kepalanya, kemudian ikut berdiri mengambil tas juga jaket putih yang akan yoshi pakai

” bawa mobil siapa nih? “ tanya haruto

” mobil siapa aja udah yang paling deket pintu, mobil ku di garasi dalam semua soalnya “ balas yoshi kemudian

” mobil ku nih, aku nyetir ya? “ ucap haruto riang

” terserah deh terserah “

Hyunsuk tersenyum mendengar perdebatan kecil antara jeongwoo dan haruto, anak itu minta dibelikan coklat ketika pulang karena haruto memakan semua coklat yang jeongwoo bawa tapi haruto malah mengerjainya dan berlari mengelingi sofa

” awww awwwww “ berteriak heboh, sebelum berangkat kebandara haruto masih semoat sempatnya bertengkar kecil dengan jeongwoo

Merasakan pinggangnya dipeluk hyunsuk mengalihkan pandangannya, menatap yoshi dengan senyuman

” aku pergi dulu ya? “ tatapan mata itu begitu teduh, hyunsuk menyukainya.

Hyunsuk pun mengangguk “ hati hati dijalan, jangan ngebut, jangan biarin haruto nyetir ugal ugalan “

” hmm tentu “ yoshi pun mengecup pipi kanan dan pipi kiri hyunsuk bergantian ” perlu sesuatu? Ingin dibawakan apa ketika aku pulang? “

Hyunsuk menggeleng “ cukup kembali dengan selamat aku sudah sangat senang “

Yoshi tersenyum kecil “ tunggu aku ya?” ia lalu mencium sebentar bibir merah kekasihnya “ aku pasti pulang “

Setelah menyerahkan tas hitam yang biasa yoshi pakai serta memberikan pelukan terakhir, hyunsuk melambaikan tangannya, menatap Yoshi dan mobil putih haruto yang bergerak semakin jauh dari rumahnya

Satu persatu orang orang yang yang ikut mengantar keberangkatan haruto dan yoshi mulai membubarkan diri dan memasuki rumah

Tapi hyunsuk, ia masih berdiri diperbatasan teras rumahnya, menatap aspal jalan yang dilalui mobil haruto

” yoshi” lirihnya kemudian

” perasaan ku tidak enak, kau harus kembali, bukan pulang “ ucapnya dengan nafas berat


hello

HELLO

” ada orang gak sih “

Junkyu menggerutu kecil sambil mendorong sepasang pintu kayu dihadapannya

” HYUNSUKKK “

” yoshii? “

” anak anak??? “

” gak ada orang kah? “

Junkyu melangkah menuju ruangan tengah, mencari keberadaan pemilik rumah dan juga teman-temannya yang sudah datang lebih dulu, tapi nihil rumah itu terlihat kosong dan tidak ada tanda-tanda penghuninya.

” pada kemana sih? “

” WOYYY JANGAN NGEPRANK GINI DONG “

” HYUNSUKKKK!!! “

Junkyu berteriak semakin kencang, tapi tiba tiba kepanikannya semakin menjadi ketika mendengar tawa milik seseorang yang sudah tidak asing lagi, tawa kekasihnya

” mashiho? Kok udah nyampe sini? “

Dengan cepat junkyu melangkah menuju arah sumber suara tersebut, semakin dekat tawa itu terdengar semakin lirih. Lalu disusul suara tanggis pelan dari arah yang sama

” Junn? Ngapain? “

Junkyu seketika terlonjak kaget mendapat tepukan pelan dibahu kirinya, begitu berbalik sudah ada hyunsuk yang berdiri dihadapannya sambil menautkan alis bingung

” nyari apa jun? “ tanya hyunsuk sekali lagi

Junkyu menggeleng “ gak ada ” ucapnya sambil berkedip beberapa kali

” aneh, kita udah nunggu dibelakang, kamu ngapain malah ngeliatin lukisan disini? “

” ohhh kayaknya aku baru lihat lukisan ini hehehe “ ucapnya canggung sambil menyentuh belakang lehernya, seketika ia merasa sedikit merinding

” iya itu dikirim sama cio beberapa hari yang lalu “

” terus cio sekarang mana? “

” hmmn kayaknya baru aja take off sih “

” ahhh iya juga “

” emangnya gak ngomong kekamu? “

” ada sih, cuman gak sempat ngecek tadi “

” makannya jangan tidur mulu “

” iya iya “

Junkyu dan Hyunsuk melangkah semakin dekat kearah meja kayu yang sudah tersusun dibawah pohon rindang.

” ohhh junkyu dateng juga? “

” duduk sini duduk “

” pucet amat, mau minum apa? “

” apa aja udah “

” kenapa nih? Masih kurang tidur? “ ledek jaehyuk kemudian

” mana ada “

Hyunsuk kemudian ikut duduk disebrang kursi junkyu sambil memperhatikan wajah yang lebih muda “ junn, kamu tadi gak papasan sama mobil haruto didepan gerbang? “

Mendengar pertanyaan yang lebih tua junkyu menautkan alisnya “ enggak, emang kenapa? “

” soalnya kamu dateng gak lama setelah yoshi dan haruto berangkat “ imbuh jaehyuk

” huum, jalanan kesini macet gak? “ tanya doyoung

” yaa biasa aja sih, dikota doang yang macet “

Merka kemudian mengangguk mendengar penuturan singkat dari junkyu


” harusnya mereka sampai jam berapa sih? “ junkyu menggerutu pelan

” katanya sih jam 6, bentar lagi nih “ ujar yedam sambil menghias pohon dihadapannya

” sabar ngapa, ngebet banget pingin ketemu pacarnya? “ ucap doyoung sambil berteriak

” ya ampun bucin “ imbuh jeongwoo kemudian

” apaan sih iri “

” ngapain iri, kamu kalau jadi aku mah bosen banget tiap hari ngeliatin haruto “

” haruto balik jepang baru tau rasa “

” gapapa, yang lama sekalian biar hidupku bisa tenang sehari “

” kasian, tertekan ya? Mending putus aja “

” hehhh omongannya “ sambil melotot jeongwoo memukul jaehyuk yang lewat disampingnya


Hari semakin larut, dan mereka semua masih betah bergurau halaman belakang, menanti dua tamu istimewa yang seharusnya sudah tiba dirumah sejak jam 7 malam ini

Hyunsuk tampak gelisah kakinya tidak bisa berhenti melangkah, berjalan mondar mandir didepan pintu rumahnya.

Doyoung yang melihat itu hanya bisa terdiam, dia juga tidak tau harus bagaimana. Dua orang yang pergi kebandara menjemput mashiho dan asahi tidak bisa dihubungi hingga saat ini.

Sedangkan asahi dan mashiho juga tidak ada kabar sama sekali, padahal pesawat yang mereka tumpangi dari jepang telah tiba dipemberhentian terakhir dengan selamat.

Kemana mereka berempat pergi?

Sejak datang juga junkyu terlihat seperti orang linglung, lebih banyak diam dan melamun tidak seperti biasanya yang selalu ikut mengoceh dan tertawa.

Sedangkan jaehyuk dan jeongwoo sedang berusaha mencairkan suasana, membuat lelucon tidak masuk akal dan berusaha menarik atensi semua orang agar tidak terlalu larut dengan pikiran mereka sendiri.

” ohhh ada apa ini? Kenapa kalian terlihat seperti patung? “

bang yedam baru saja selesai menerima telfon dari temannya dan cukup terkejut ketika melihat semua sahabatnya hanya berdiam diri dengan jiwa yang entah melayang kemana

” heii, ada apa ini “ dengan bingung ia menyenggol pelan lengan doyoung

Doyoung hanya menggeleng, tidak bisa memberi jawaban karena ia juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi

” ini pesta ulang tahun bukan kenapa suasanya seperti dikuburan? Biar ku nyalakan tvnya mungkin ada sesuatu yang menarik bisa kita tonton bersama”

Bahkan tanpa menunggu jawaban dari yang lainnya yedam telah menyalakan tv,  mencari saluran yang sekiranya dapat menghibur dan mencairkan suasana saat ini

Hyunsuk melirik temannya satu persatu, kemudian ia berjalan keluar rumah. Mondar mandir diteras hingga ia merasa cukup dingin.

Sigh

” yoshi, kamu kemana? Jangan bikin khawatir gini dong “ ucapnya sambil meremat ponsel didenggamannya

Merasa sedikit pusing akhirnya hyunsuk duduk dikursi teras, memeluk kedua kakinya dan terus bergumam kecil memanggil nama kekasihnya

” yoshii, kenapa belum datang? “

” yoshi, kamu dimana? “

” yoshi “

Ini sudah jam 10 malam dan keempat orang yang ditunggu masih belum terlihat keberadaannya, sebenarnya mereka semua pergi kemana? Apa ini salah satu surprise untuk Hyunsuk? Tapi ini terlalu mengkhawatirkan semua orang

Terlalu larut dengan pikirannya sendiri membuat hyunsuk tanpa sadar terlelap memeluk kedua kakinya, dengan pakaian rumahan yang tampak tidak dapat menghalau rasa dingin dari udara malam yang menusuk. Hanya sebuah celana jins panjang dan kaus putih yang tampak kebesaran, Hyunsuk sungguh tidak perduli, ia butuh kedatangan yoshi saat ini

hyunsuk

hyunsuk?

sayang?

Merasakan benda dingin menyentuh pipinya hyunsuk mencoba membuka mata, tepukan pelan pada pipinya berubah menjadi elusan sayang, menghangatkan pipinya yang dingin

hyunsuk ayo bangun, kenapa tidur diluar?

Mendengar suara yang sangat familiar hyunsuk membuka matanya pelan, ia yakin yoshi saat ini ada dihadapannya

jangan tidur diluar seperti ini

Seperti yang ia duga, kekasihnya tepat berada didepan wajahnya, hyunsuk tersenyum

” yoshi? “ panggilnya pelan

iya sayang, aku disini

Mendengar jawaban yang diberikan yoshi, hyunsuk semakin tersenyum lebar. Tangannya terulur untuk meraih tengkuk kekasihnya memeluknya, menyembunyikannya wajahnya dibahu lebar itu

” kenapa baru datang? “

maafkan aku

“hng? Kenapa minta maaf? Karna yoshi sudah datang maka tidak apa apa. Jangan membuatku khawatir “

maafkan aku

” jika yoshi membuat ku menunggu sekali lagi maka aku tidak akan memaafkan mu “

maafkan aku hyunsuk-ah

” aku akan sangat marah jika yoshi membuatku seperti ini lagi “

hyunsuk, maafkan aku

” kenapa? “ hyunsuk menjauhkan wajahnya menatap wajah yoshi yang tampak pucat ” kau kedinginan? Ayo kita masuk, semua orang menunggu mu “

Yoshi menghentikan pergerakan hyunsuk, menyentuh pergelangan tangan kanannya pelan

aku punya sesuatu untuk mu

Hyunsuk mengangguk “ apa itu? “

Yoshi mengeluarkan sebuket bunga mawar dari balik punggungnya, membuat hyunsuk tersenyum dengan senang

selamat ulang tahun

Mengambil bunga yang diberikan yoshi, Hyunsuk menghirup wangi khas bunga mawar, sangat harum dan menenangkan, hyunsuk menyukainya.

Bagaimana bisa hyunsuk tidak tau yoshi membawa sebuket bunga mawar besar dibalik punggungnya, jelas ia tadi memeluknya erat tapi ia tidak melihat ataupun menghirup aroma mawar ini

Menautkan alisnya bingung, hyunsuk tiba tiba saja mencium bau amis dari bunga mawar yang masih ia peluk.

Mengangkat wajahnya, hyunsuk menatap yoshi yang juga sedang tersenyum menatapnya

aku senang jika kau menyukainya

” terimakasih yoshi, terimakasih “ dan hyunsuk kembali memeluk tubuh kekasihnya.

Kenapa badan yoshi terasa sangat dingin? Apa karena jaketnya yang terkena udara malam? Tapi bau amis apa ini? Kenapa semakin lama aromanya semakin menyengat?

Dan juga, detak jantung yoshi, kenapa tidak terasa? Hyunsuk sudah menempelkan pipinya pada dada yoashi tapi detak jantung itu tidak terdengar seperti biasanya

hyunsuk “ terdengar lembut suara yoshi ketika memanggil namanya

” iya? “

jangan lagi menunggu ku

Hyunsuk terdiam, ia menautkan alisnya bingung, belum sempat ngucapkan pertanyaan 'mengapa' yoshi telah lebih dulu melanjutkan ucapannya

karna aku tidak akan kembali

Kedua mata hyunsuk melebar “ apa maksudmu tidak akan kembali? Kau mau pergi kemana? Kau sudah disini dan tidak akan kemana mana bukan? “

hyunsuk

Tidak! kenapa suara yoshi terdengar semakin lirih?

” yaa? “ hyunsuk mendongak menatap wajah kekasihnya yang semakin putih memucat, bibirnya bahkan bergetar kecil

” ada apa yoshi, apa kau baik baik saja “

Dengan panik kedua telapak tangan mungil itu menangkup pipi yoshi, terasa dingin seperti balok es

” yoshi? “

Tanpa sadar hyunsuk merasakan dadanya sesak, penglihatannya juga terlihat mulai mengabur, ditutupi air mata.

” ken—apa? “ sedikit terbata hyunsuk mulai terisak kecil. Tetapi kekasihnya masih diam tidak bersuara

” kau terluka, ayo kita masuk biar aku obati “

Melihat ada darah mengalir dari sudut dahi kekasihnya hyunsuk semakin banyak mengeluarkan air mata membasahi pipinya

hyunsuk, aku mencintaimu

Suara itu, mengapa terdengar seperti bisikan

” aku juga, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu “

Entah mengapa hyunsuk merasa dadanya sangat sakit seperti ada benda tajam berusaha menembus tubuhnya, membuat nafasnya tercekat ditenggorkan

aku mencintai mu

” a—aku ta—u “ hyunsuk ingin banyak bicara tapi suaranya tidak mau keluar

aku mencintai mu

Ketika wajah yoshi semakin mendekat hyunsuk tetap saja menangis tanpa bisa berkata apa apa

aku mencintai mu

Hyunsuk menutup matanya erat begitu merasakan bibir yoshi mengecapnya, permukaannya sangat kering, dingin dan kasar sepertinya ada luka dibibir kekasihnya. Tapi hyunsuk tidak perduli walau entah mengapa air mata tidak ingin berhenti mengiasi pipinya hyunsuk tetap berusaha membalas ciuman itu.

aku mencintai mu

Bukannya merasakan asin air mata, hyunsuk merasa ciuman ini dihiasi oleh anyir darah. Sedikit bingung memang tapi hyunsuk tetap merengkuh punggung yoshi sekuat yang ia bisa

aku mencintai mu

Kalimat yang diucapkan yoshi beberapa saat lalu terus berputar Dikepalanya seperti kaset kosong hanya kalimat itu yang terus berulang sejak tadi.


” kakk? “

” hyunsuk? “

” bangun “

Merasakan badannya diguncang pelan, hyunsuk membuka matanya dengan terpaksa. Menatap doyoung yang berada dihadapannya dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak

” kak hyunsuk “ lirihnya

Kemudian doyoung memeluknya dengan erat, nafasnya memburu dan mulai putus putus

” doy, kenapa? “ mata hyunsuk terasa berat untuk terbuka, seperti digelayuti beban berat dikelopak matanya

Bukannya menjawab doyoung hanya menggeleng

” hey, ayo masuk dulu diluar sangat dingin “

Doyoung menurut, ia kemudian melepaskan pelukannya. Membuat hyunsuk menatapnya dengan ribuan pertanyaan. Begitu hyunsuk menurunkan kakinya di lantai dan segera berdiri sebuah jaket bulu berwarna putih jatuh disamping kakinya.

Hyunsuk otomatis memutar badannya kesamping, dan mendapati sebuket bunga mawar merah tepat berada disampingnya tertidur

Berkedip beberapa kali hyunsuk mengambil jaket itu lalu kembali menatap doyoung “ yoshi udah pulang? “

Deg

Berasa ditusuk ribuan belati tak kasat mata seketika air mata doyoung pecah. Ia sudah menahannya sejak tadi dan saat ini ia tidak mampu lagi. Menangis. Doyoung kembali memeluk hyunsuk dengan erat

” kak, ikhlas ya? “

Hyunsuk tidak mengerti, ia mendorong doyoung yang berada dipelukannya “ yoshi mana? Mana yoshi? Udah dateng kan? Udah didalam? Kok aku gak digendong masuk “

Dengan segera hyunsuk mengambil sebuket bunga mawar itu lalu kakinya berburu melangkah masuk kedalam rumah, tapi langkahnya terhenti tepat dilangkah ke tiga dari ambang pintu

Melihat teman temannya menangis di ruangan tengah rumahnya membuat hyunsuk dihinggapi pikiran buruk

Hyunsuk menjatuhkan buket bunga yang ia genggam dan sebuah kotak kecil terpental didekat kakinya. Sebuah kotak kecil berwarna merah.

Kotak cincin, hyunsuk tau itu tanpa perlu melihat duakali

” hyunsuk “ terdengar lirih pilu dari bibir junkyu sahabatnya

Tiba tiba saja tanganya gemetar, seluruh sahabatnya sedang menangis histeris dirumahnya. Ada apa ini?

Menguatkan dirinya sendiri hyunsuk berlutut mengambil kotak kecil itu lalu memasukkannya kedalam saku celana. Juga mengambil bunga mawar yang sudah ia jatuhkan.

Doyoung menepuk punggungnya pelan lalu membawanya melangkah menuju teman temannya

” hyunsuk—ah “ saat itu juga junkyu segera menghambur kepelukannya terisak sambil memeluknya erat.

” ada apa ini? dimana yoshi? “

Menatap satu persatu temannya, hyunsuk menanti jawaban. Menatap jaehyuk yang tengah memeluk jeongwoo yang masih menangis.

Menatap yedam yang juga masih setia menangis dengan doyoung yang berada disampingnya. Dan yang terakhir adalah junkyu, pemuda ini juga tidak memberikan jawaban

” doy “ ucap hyunsuk lirih ” ada apa ini? “

Yedam datang merengkuh tubuh junkyu sedangkan doyoung menggenggam tangan kanan hyunsuk dengan erat

” kak “ menarik nafas panjang ia sebenarnya tidak bisa mengatakan ini. Tapi mau bagaimana? Siapa yang bisa mengatakan semua ini kepada hyunsuk

” aku tau ini akan sangat mengejutkan mu “ memberi jeda sedikit doyoung merasa tenggorokannya tercekat ” sebenarnya “ dan bibirnya mulai mergetar kecil

” kak yoshi ke—kecelakaan sepulang dari bandara “ doyoung mengucapkan kalimat terakhirnya sambil memejamkan mata dengan erat

” apa maksud mu? “ hyunsuk menautkan alisnya bingung, ” yoshi jelas beberapa saat yang lalu datang kesini, memberikan ku bunga juga jaket ini. Bagaimana bisa dia kecelakaan? “

” kak— “ doyoung menggigit bibir bawahnya kuat, tidak bisa melanjutkan kalimatnya

” apa? Mobil mereka kecelakaan bukan? Kalau begitu ayo sekarang kita harus kerumah sakit, rumah sakit mana doy, kenapa kalian ssmua masih disini? aku akan pergi menemuinya “

” kak yoshi— “

” dia terluka parah? Kehilangan banyak darah? Akan aku donorkan darah ku, ayo bangun kita harus segera kerumah sakit “ hyunsuk menarik tubuh pemuda yang sudah dia anggap sebagai adik kandungnya dengan terburu buru

” ayo doy, ayo aku mau lihat yoshi “

” se—sebenar—nya kak— yo—shi “

Langkah hyunsuk tiba tiba terhenti, sepertinya ia tau apa yang akan doyoung ucapkan setelah ini. Menggelengkan kepala beberapa kali, hyunsuk menghalau pikiran buruk yang menghampirinya

” kenapa yoshi? “

” me—ning—gal da—lam ke—ce—la—kaan itu “

Seketika hyunsuk mendorong tubuh doyoung sekuat yang ia bisa “ apa maksud mu jangan bercanda, Yoshi tidak akan, tidak mungkin ” dengan panik hyunsuk menggelengkan kepalanya beberapa kali

” BOHONG! “ teriaknya kemudian

” biar aku lihat sendiri, dijalan mana ia kecelakan, kerumah sakit mana ia dirujuk? aku kan pergi kesana “ menyambar kunci mobil dimeja dekat tv, hyunsuk melangkahkan kakinya dengan terburu—buru

” kak, ia akan segera datang “ lirih yedam

Hyunsuk membalik badannya “ siapa? “

” Mereka dalam perjalanan membawa kak yoshi kesini “ lanjutnya dengan suara bergetar

Samar samar terdengar suara sirene ambulans dari kejauhan

Hyunsuk terhenti didepan pintu rumahnya melebarkan matanya, tanganya seketika kaku urung membuka pintu.

Lalu terdengar sirene ambulans yang semakin lama semakin kencang, seperti menuju kearah rumahnya

Kemudian pintu terbuka, menampilkan sosok pemuda jakung yang sudah cukup hyunsuk kenal baik, ha yoonbin

” hyunsuk? “

Sapaan itu, kenapa terdengar mengejeknya?

Dan disusul dengan kedatangan petugas kesehatan membawa masuk sebuah peti mati

” kau mungkin sudah tau ini, kau pasti sangat terkejut, tapi ku harap kau mengikhlaskannya “

Yoonbin menepuk pundak Hyunsuk beberapa kali

” bohong, ini pasti omong kosong “ dengan langkah lebar hyunsuk menyusul dibelakang dan segera membuka peti tersebut dengan tergesa

Alangkah terkejutnya ia bahwa sosok yang berada didalam peti bukan yoshinori kekasihnya melainkan mashiho kekasih kim junkyu

Meneteskan airmatanya hyunsuk terduduk disamping peti “ ma—mas—hiho? “

Junkyu yang mendengar nama kekasihnya disebut seketika ikut bangkit dan mendekati peti kemudian tangisnya kembali pecah

” enggak, enggak, enggak mungkin, lelucon macam apa ini, cioo bangun cioo, cioo bangun “ menepuk pipi dingin mashiho beberapa kali hyunsuk menangis lagi

” yoshi? Yoshi mana? “ teringat dengan kekasihnya hyunsyk kembali bangkit

” been, bohong kan ini semua? Cuman prank kan? Gak bener kan ini? Gak mungkin been gak mungkin, BEENNN!!! “ semakin tidak terkendali hyunsuk mulai membabi buta menghancurkan barang barangnya

” kak tenang kakk tenang “ walau berderai air mata yoonbin berusaha memeluk hyunsuk menghentikannya membanting vas bunga

Hyunsuk berhenti memberontak ketika petugas kesehatan mkembali memasuki rumahnya membawa sebuah peti mati yang kali ini ditutupi kain putih

” LEPAS! “ teriaknya marah ” LEPASKAN AKU”

Cengkraman yoonbin terlalu kuat ditangannya tapi dengan segala kemarahan yang memuncak hyunsuk berhasil melepaskan diri

Sekali lagi ia tergesa mendekati peti mati yang disusun tepat disamping peti mashiho

menghapus airmatanya dengan kasar hyunsuk mengepalkan tangannya lalu duduk menumpu pada lututnya, menggigit bibirnya ragu tangannya mulai gemetar menggeser penutup peti.

Mentutp matanya erat, hyunsuk tidak ingin melihat apa yang ia pikirkan, tapi ia tetap harus melihatnya untuk memastikan sendiri bahwa itu bukan kekasihnya

Begitu berhasil melihat siapa sosok yang terbaring kaku didalan peti hyunsuk melebarkan matanya, jantungnya berdetak sangat kencang lalu tiba tiba terasa sesak dan berhenti berdetak, meremas jantungnya kuat bibirnya terasa kelu ia tidak bisa bersuara dan saat itu pula seketika ia tidak bisa bernafas. Kakinya melemas dan hyunsuk pun jatuh pingsan.

” HYUNSUK / KAK “

end

Ddd

Dddd

Iy

Iyaa


Semesta memang suka bercanda selama kurang lebih lima tahun kita hidup bersama, kenapa sekarang takdir begitu kejam? Bagaimana bisa tuhan tega memisahkan kita?

Dulu akulah yang akan selalu mengurusmu, menyiapkan segala keperluan mu setiap harinya, merawatmu dengan kedua tangan ku, bahkan menyayangi mu melebihi diriku sendiri

Tapi sekarang? Seseorang telah menggantikan posisi ku, seseorang yang berhasil merawat lukamu, menutupnya dengan begitu banyak cinta dan kasih sayang, ku harap ia orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu

Lupakan masalalu mu, lupakan aku yang selalu menyakiti mu. Kenangan kita mungkin sangat indah tapi seperti bunga mawar jangan pernah menyentuh tangkainya, jangan berani memetiknya biarkan saja ia mekar dengan sendirinya. Ku harap kau hanya mengingat hal manis tentang kita, tanpa perduli dengan semua air mata, pengorbanan dan rasa sakit yang menghiasi luka kita satu sama lain

Dunia cukup menikmati keindahannya tanpa perlu mengetahui penderitaan yang ada dibaliknya. Tidak, dunia memang tidak akan perduli dengan kenyataannya, rekayasa keindahan telah membutakannya, mereka menciptakan bayang bayang keindahan untuk diri mereka sendiri, ya karena keinginan setiap orang memanglah berbeda

Kejam bukan? Mereka hanya percaya apa kata orang , mereka hanya percaya dengan kebohongan yang mereka lihat, mereka bahkan tidak akan melihat kebenarannya, tidak akan walau sudah didepan mata, mereka membangun dunia sendiri untuk kesenangannya sedangkan kita? Terjebak dalam bayangan masalalu menyembunyikan harapan yang sedikit demi sedikit semakin memudar ditelan kenyataan

Aku selalu ingin meraih tangan mu mendekap mu dengan erat dan berjalan bersama melihat mentari pagi, melihat indahnya pemandangan disore hari bahkan melihat bintang dimalam hari, tapi ternyata dunia ku hanya dipenuhi oleh kelamnya malam, sunyi dan begitu dingin menyayat hati

Sekecil apapun harapan yang ku punya saat ini, aku ingin mempertahankannya, aku bisa mengorbankan apa saja untuk membuatnya tetap bersinar, kau ingin aku menukarnya dengan hidup ku? Dengan senang hati akan kulakukan. Itu hal mudah asal kesempatan untuk melihat senyum manis dibibirnya tidak pernah pudar

Aku tidak bisa melihat airmata mengaliri pipinya, aku tidak bisa melihat wajahnya bersedih, dia begitu indah satu satunya kesempurnaan yang sempat aku miliki, jadi kumohon jangan biarkan binar dari hazel indah itu meredup, aku tidak akan mengizinkan senyum itu hilang dari wajahnya

dahulu akulah seseorang yang akan menghapus air mata mu, menenangkan mu bahkan selalu mendekap mu setiap malamnya, tapi saat ini kau sudah memiliki sosok baru yang jauh lebih baik dari ku, tapi aku? Tetap disini dengan semua kenangan masalalu

Jika aku bisa bahkan dikehidupan selanjutnya aku akan memohon agar kita dapat dipertemukan kembali dengan keadaan yang lebih baik dengan segala kemudahan dan kebaikan dari alam semesta aku ingin kehidupan yang bahagia dimasa depan dimana hanya ada aku dan kamu karna jika saat itu tiba aku tidak akan melepas mu lagi, tidak akan pernah

Ya hanya akan akan kita dimasa depan, tidak akan ada lagi seseorang yang memisahkan kita, tidak jarak tidak juga waktu bahkan aku bisa membuat takdir tunduk dibawah ku

Hanya ada kita

Tidak perduli Seberapa lama waktu yang diperlukan untuk menyambut masa depan aku akan dengan senang hati menunggu, untuk mu dan untuk ku, dimasa depan hanya akan ada kebahagian kita

Tidak akan ada lagi kesedihan, tidak akan ada lagi air mata tidak akan ada lagi luka, tidak akan ada lagi penyesalan, ya aku tidak akan lagi kehilangan mu

mungkin dikehidupan ini kita tidak bisa terus bersama, walau sekeras apapun aku mencoba, tapi ku harap kita benar benar dapat bertemu lagi dikehidupan selanjutnya, karena jika itu terjadi maka dapat ku pastikan untuk tidak melepas mu, aku pasti akan membahagiakan mu

Dikehidupan selanjutnya hanya akan ada kita dan kebahagian, bercanda dan tawa setiap hari, kehidupan manis dan penuh kenangan yang tidak akan terlupakan

Aku berjanji kita akan bertemu di masa depan dengan takdir yang lebih baik

Aku berjanji untuk kebahagian mu aku akan menaklukkan takdir


Semesta memang suka bercanda selama kurang lebih lima tahun kita hidup bersama, kenapa sekarang takdir begitu kejam? Bagaimana bisa tuhan tega memisahkan kita?

Dulu akulah yang akan selalu mengurusmu, menyiapkan segala keperluan mu setiap harinya, merawatmu dengan kedua tangan mu, menyayangi mu melebihi diriku sendiri

Tapi sekarang? Seseorang telah menggantikan posisi ku, seseorang yang berhasil merawat lukamu, menutupnya dengan begitu banyak cinta dan kasih sayang, ku harap ia orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu

Lupakan masalalu mu, lupakan aku yang selalu menyakiti mu. Kenangan kita mungkin sangat indah tapi seperti bunga mawar jangan pernah menyentuh tangkainya, jangan berani memetiknya biarkan saja ia mekar dengan cantik

Dunia cukup menikmati keindahannya tanpa perlu mengetahui penderitaan yang ada dibaliknya. Tidak, dunia memang tidak akan perduli dengan kenyataannya, rekayasa keindahan telah membutakannya bayang bayang keindahan untuk setiap orang memanglah berbeda

Kejam bukan? Mereka hanya percaya apa kata orang bukan melihat kebenaran mereka membangun dunia sendiri untuk kesenangannya sedangkan kita? Terjebak dalam bayangan masalalu menyembunyikan harapan yang sedikit demi sedikit semakin memudar

Aku selalu ingin meraih tangan mu memdekap mu dengan erat dan berjalan bersama melihat mentari pagi tapi ternyata dunia ku hanya dipenuhi oleh kelamnya malam, sunyi dan begitu dingin menyayat hati

Sekecil apapun harapan yang ku punya aku bisa mengorbankan apa saja untuk membuatnya tetap bersinar, kau ingin aku menukarnya dengan hidup ku? Dengan senang hati akan kulakukan. Itu hal mudah asal senyum manis dibibirnya tidak pernah pudar

Aku tidak bisa melihat airmata mengaliri pipinya, aku tidak bisa melihat wajahnya bersedih, dia begitu indah satu satunya kesempurnaan yang pernah ku jumpai jadi jangan biarkan cahayanya meredup, aku tidak akan mengizinkan senyum itu hilang dari wajahnya

Jika aku bisa bahkan dikehidupan selanjutnya aku akan memohon untuk dipertemukan kembali dengan keadaan yang lebih baik dengan segala kemudahan dan kebaikan dari alam semesta aku ingin kehidupan yang bahagia dimasa depan dimana hanya ada aku dan kamu

Ya hanya akan akan kita dimasa depan, tidak akan ada lagi seseorang yang memisahkan kita, tidak jarak tidak juga waktu bahkan aku bisa membuat takdir tunduk dibawah ku

Hanya ada kita

Tidak perduli Seberapa lama waktu yang diperlukan untuk malihat masa depan aku akan dengan senang hati menunggu, untuk mu dan untuk ku, dimasa depan hanya akan ada kebahagian

Tidak akan ada lagi kesedihan, tidak akan ada lagi air mata tidak akan ada lagi luka, tidak akan ada lagi penyesalan

Dikehidupan selanjutnya hanya akan ada kita dan kebahagian, bercanda dan tawa setiap hari, kehidupan manis dan kenangan yang tidak akan terlupakan

Aku berjanji kita akan bertemu di masa depan dengan takdir yang lebih baik

Aku berjanji untuk kebahagian mu aku akan melakukan segalanya


Semesta memang suka bercanda selama kurang lebih lima tahun kita hidup bersama, kenapa sekarang takdir begitu kejam? Bagaimana bisa tuhan tega memisahkan kita?

Dulu akulah yang akan selalu mengurusmu, menyiapkan segala keperluan mu setiap harinya, merawatmu dengan kedua tangan mu, menyayangi mu melebihi diriku sendiri

Tapi sekarang? Seseorang telah menggantikan posisi ku, seseorang yang berhasil merawat lukamu, menutupnya dengan begitu banyak cinta dan kasih sayang, ku harap ia orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu

Lupakan masalalu mu, lupakan aku yang selalu menyakiti mu. Kenangan kita mungkin sangat indah tapi seperti bunga mawar jangan pernah menyentuh tangkainya, jangan berani memetiknya biarkan saja ia mekar dengan cantik

Dunia cukup menikmati keindahannya tanpa perlu mengetahui penderitaan yang ada dibaliknya. Tidak, dunia memang tidak akan perduli dengan kenyataannya, rekayasa keindahan telah membutakannya bayang bayang keindahan untuk setiap orang memanglah berbeda

Kejam bukan? Mereka hanya percaya apa kata orang bukan melihat kebenaran mereka membangun dunia sendiri untuk kesenangannya sedangkan kita? Terjebak dalam bayangan masalalu menyembunyikan harapan yang sedikit demi sedikit semakin memudar

Aku selalu ingin meraih tangan mu memdekap mu dengan erat dan berjalan bersama melihat mentari pagi tapi ternyata dunia ku hanya dipenuhi oleh kelamnya malam, sunyi dan begitu dingin menyayat hati

Sekecil apapun harapan yang ku punya aku bisa mengorbankan apa saja untuk membuatnya tetap bersinar, kau ingin aku menukarnya dengan hidup ku? Dengan senang hati akan kulakukan. Itu hal mudah asal senyum manis dibibirnya tidak pernah pudar

Aku tidak bisa melihat airmata mengaliri pipinya, aku tidak bisa melihat wajahnya bersedih, dia begitu indah satu satunya kesempurnaan yang pernah ku jumpai jadi jangan biarkan cahayanya meredup, aku tidak akan mengizinkan senyum itu hilang dari wajahnya

Jika aku bisa bahkan dikehidupan selanjutnya aku akan memohon untuk dipertemukan kembali dengan keadaan yang lebih baik dengan segala kemudahan dan kebaikan dari alam semesta aku ingin kehidupan yang bahagia dimasa depan dimana hanya ada aku dan kamu

Ya hanya akan akan kita dimasa depan, tidak akan ada lagi seseorang yang memisahkan kita, tidak jarak tidak juga waktu bahkan aku bisa membuat takdir tunduk dibawah ku

#Hanya ada kita

Tidak perduli Seberapa lama waktu yang diperlukan untuk malihat masa depan aku akan dengan senang hati menunggu, untuk mu dan untuk ku, dimasa depan hanya akan ada kebahagian

Tidak akan ada lagi kesedihan, tidak akan ada lagi air mata tidak akan ada lagi luka, tidak akan ada lagi penyesalan

Dikehidupan selanjutnya hanya akan ada kita dan kebahagian, bercanda dan tawa setiap hari, kehidupan manis dan kenangan yang tidak akan terlupakan

Aku berjanji kita akan bertemu di masa depan dengan takdir yang lebih baik

Aku berjanji untuk kebahagian mu aku akan melakukan segalanya

#Last Goodbye#


Semesta memang suka bercanda selama kurang lebih lima tahun kita hidup bersama, kenapa sekarang takdir begitu kejam? Bagaimana bisa tuhan tega memisahkan kita?

Dulu akulah yang akan selalu mengurusmu, menyiapkan segala keperluan mu setiap harinya, merawatmu dengan kedua tangan mu, menyayangi mu melebihi diriku sendiri

Tapi sekarang? Seseorang telah menggantikan posisi ku, seseorang yang berhasil merawat lukamu, menutupnya dengan begitu banyak cinta dan kasih sayang, ku harap ia orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu

Lupakan masalalu mu, lupakan aku yang selalu menyakiti mu. Kenangan kita mungkin sangat indah tapi seperti bunga mawar jangan pernah menyentuh tangkainya, jangan berani memetiknya biarkan saja ia mekar dengan cantik

Dunia cukup menikmati keindahannya tanpa perlu mengetahui penderitaan yang ada dibaliknya. Tidak, dunia memang tidak akan perduli dengan kenyataannya, rekayasa keindahan telah membutakannya bayang bayang keindahan untuk setiap orang memanglah berbeda

Kejam bukan? Mereka hanya percaya apa kata orang bukan melihat kebenaran mereka membangun dunia sendiri untuk kesenangannya sedangkan kita? Terjebak dalam bayangan masalalu menyembunyikan harapan yang sedikit demi sedikit semakin memudar

Aku selalu ingin meraih tangan mu memdekap mu dengan erat dan berjalan bersama melihat mentari pagi tapi ternyata dunia ku hanya dipenuhi oleh kelamnya malam, sunyi dan begitu dingin menyayat hati

Sekecil apapun harapan yang ku punya aku bisa mengorbankan apa saja untuk membuatnya tetap bersinar, kau ingin aku menukarnya dengan hidup ku? Dengan senang hati akan kulakukan. Itu hal mudah asal senyum manis dibibirnya tidak pernah pudar

Aku tidak bisa melihat airmata mengaliri pipinya, aku tidak bisa melihat wajahnya bersedih, dia begitu indah satu satunya kesempurnaan yang pernah ku jumpai jadi jangan biarkan cahayanya meredup, aku tidak akan mengizinkan senyum itu hilang dari wajahnya

Jika aku bisa bahkan dikehidupan selanjutnya aku akan memohon untuk dipertemukan kembali dengan keadaan yang lebih baik dengan segala kemudahan dan kebaikan dari alam semesta aku ingin kehidupan yang bahagia dimasa depan dimana hanya ada aku dan kamu

Ya hanya akan akan kita dimasa depan, tidak akan ada lagi seseorang yang memisahkan kita, tidak jarak tidak juga waktu bahkan aku bisa membuat takdir tunduk dibawah ku

#Hanya ada kita

Tidak perduli Seberapa lama waktu yang diperlukan untuk malihat masa depan aku akan dengan senang hati menunggu, untuk mu dan untuk ku, dimasa depan hanya akan ada kebahagian

Tidak akan ada lagi kesedihan, tidak akan ada lagi air mata tidak akan ada lagi luka, tidak akan ada lagi penyesalan

Dikehidupan selanjutnya hanya akan ada kita dan kebahagian, bercanda dan tawa setiap hari, kehidupan manis dan kenangan yang tidak akan terlupakan

Aku berjanji kita akan bertemu di masa depan dengan takdir yang lebih baik

Aku berjanji untuk kebahagian mu aku akan melakukan segalanya