<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Taksaa</title>
    <link>https://write.as/taksaa/</link>
    <description>I Love Cheesecake!</description>
    <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 16:11:08 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Moon For You</title>
      <link>https://write.as/taksaa/moon-for-you?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Introduction&#xA;---&#xA;&#xA;Semua ini berawal pada hari saat hujan turun sangat deras yang membuat aku harus berteduh dalam sebuah halte bus yang cukup kecil. Saat itu secara tidak sengaja aku melihatnya sendirian menatap sendu dan lurus ke arah langit yang sedang menurunkan bebannya. &#xA;&#xA;Saat itu aku hanya berpikir mungkin saja gadis itu baru saja melewati hari yang sangat berat. Jadi, aku pun hanya duduk diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ditemani dengan derasnya hujan yang kurasa tak akan berhenti dalam waktu singkat. &#xA;&#xA;&#34;Menurutmu apa makna dari hidup?&#34;&#xA;&#xA;Aku terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba dari gadis itu. Aku melihatnya masih memandang kearah hujan itu dengan tatapan yang tidak berubah. Pertanyaan yang terkesan mudah namun pada kenyataannya sangat sulit untuk dijawab. &#xA;&#xA;Lidahku hanya terdiam kelu, selama 25 tahun hidupnya tak pernah ia benar-benar memikirkan tentang makna dari kehidupan. Tanpa sadar aku tenggelam dalam pemikiran ku sendiri. &#xA;&#xA;&#34;Kau tau, terkadang pemikiran seperti ini sering sekali terlintas dalam pikiranku. Manusia memang sejatinya diciptakan dengan tujuan yang berbeda beda itu sudah jadi hukum alam sejak dulu. Dari tujuan itu manusia akan bisa menemukan makna dari kehidupan nya&#34; &#xA;&#xA;&#34;Tapi, beberapa orang tidak bisa menemukan makna dari kehidupannya sendiri. Atau mungkin lebih tepatnya &#39;tidak sempat&#39; karena mereka sudah lebih dulu menyerah kepada dunia&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tentu saja ini tidak seperti aku berhak menghakimi mereka, karena aku pun sangat mengerti dunia terkadang tidak terlalu &#39;ramah&#39; untuk sebagian orang, tapi disinilah saat seleksi alam berkerja. &#34;Yang kuat akan bertahan dan yang lemah yang akan tersingkir.&#34; &#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi, tentu saja teori tersebut tidak 100% benar. Karena pada kenyataannya bukan yang paling kuat yang selalu akan bertahan, tapi yang seberapa &#39;sesuai&#39; seseorang saat alam menyeleksinya. Dari perjalanan yang panjang itu seseorang pasti akan menemukan makna untuk kehidupannya sendiri. Sesuatu yang membuatnya akan tetap hidup ditengah badai kehidupan.&#34;&#xA;&#xA;Aku hanya diam mendengarkan semua yang gadis itu katakan. Nada bicara yang terkesan datar namun ada tersirat nada sedih pada akhir kalimatnya. Untuk saat ini, aku tau ia hanya ingin didengarkan. Ia ingin seseorang yang bisa mendengarkan nya tanpa memberitahu kan apa yang harus ia lakukan. &#xA;&#xA;&#34;Kalau begitu, bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah menemukan nya?&#34;&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Introduction</p>

<hr/>

<p>Semua ini berawal pada hari saat hujan turun sangat deras yang membuat aku harus berteduh dalam sebuah halte bus yang cukup kecil. Saat itu secara tidak sengaja aku melihatnya sendirian menatap sendu dan lurus ke arah langit yang sedang menurunkan bebannya.</p>

<p>Saat itu aku hanya berpikir mungkin saja gadis itu baru saja melewati hari yang sangat berat. Jadi, aku pun hanya duduk diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ditemani dengan derasnya hujan yang kurasa tak akan berhenti dalam waktu singkat.</p>

<p>“Menurutmu apa makna dari hidup?”</p>

<p>Aku terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba dari gadis itu. Aku melihatnya masih memandang kearah hujan itu dengan tatapan yang tidak berubah. Pertanyaan yang terkesan mudah namun pada kenyataannya sangat sulit untuk dijawab.</p>

<p>Lidahku hanya terdiam kelu, selama 25 tahun hidupnya tak pernah ia benar-benar memikirkan tentang makna dari kehidupan. Tanpa sadar aku tenggelam dalam pemikiran ku sendiri.</p>

<p>“Kau tau, terkadang pemikiran seperti ini sering sekali terlintas dalam pikiranku. Manusia memang sejatinya diciptakan dengan tujuan yang berbeda beda itu sudah jadi hukum alam sejak dulu. Dari tujuan itu manusia akan bisa menemukan makna dari kehidupan nya”</p>

<p>“Tapi, beberapa orang tidak bisa menemukan makna dari kehidupannya sendiri. Atau mungkin lebih tepatnya &#39;tidak sempat&#39; karena mereka sudah lebih dulu menyerah kepada dunia”</p>

<p>“Tentu saja ini tidak seperti aku berhak menghakimi mereka, karena aku pun sangat mengerti dunia terkadang tidak terlalu &#39;ramah&#39; untuk sebagian orang, tapi disinilah saat seleksi alam berkerja. “Yang kuat akan bertahan dan yang lemah yang akan tersingkir.” “</p>

<p>“Tapi, tentu saja teori tersebut tidak 100% benar. Karena pada kenyataannya bukan yang paling kuat yang selalu akan bertahan, tapi yang seberapa &#39;sesuai&#39; seseorang saat alam menyeleksinya. Dari perjalanan yang panjang itu seseorang pasti akan menemukan makna untuk kehidupannya sendiri. Sesuatu yang membuatnya akan tetap hidup ditengah badai kehidupan.”</p>

<p>Aku hanya diam mendengarkan semua yang gadis itu katakan. Nada bicara yang terkesan datar namun ada tersirat nada sedih pada akhir kalimatnya. Untuk saat ini, aku tau ia hanya ingin didengarkan. Ia ingin seseorang yang bisa mendengarkan nya tanpa memberitahu kan apa yang harus ia lakukan.</p>

<p>“Kalau begitu, bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah menemukan nya?”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/moon-for-you</guid>
      <pubDate>Thu, 16 Feb 2023 17:41:08 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Seized The Series : Little Star</title>
      <link>https://write.as/taksaa/seized-the-series-little-star?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Chapter 1 : Wishing On Star&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Lelahnya..&#34;&#xA;&#xA;Aku berjalan memasuki kamar dan merebahkan diriku di kasur. Aku hanya terdiam dan menatap kosong pada jendela, diluar terlihat jelas bulan dan bintang-bintang yang mengelilingi nya. &#xA;&#39;Indah&#39; kurasa hanya dengan satu kata saja dapat menggambarkan bagaimana pemandangan yang kini sedang kulihat. &#xA;&#xA;Aku berdiri dari kasur tadi dan berjalan ke arah beranda. Aku terdiam sesaat di depan pintu sebelum akhirnya aku membuka pintu itu, langsung saja angin malam yang sejuk melintasi badan ku. Aku berjalan ke luar, terdiam, dan hanya menatap kearah bulan dan bintang-bintang di atas sana. &#xA;&#xA;&#34;Mereka memang benar-benar sangat indah dan cantik&#34;&#xA;&#xA;Aku menutup mataku dan sekilas terlintas bayangan memori tentang masa kecilku. Bahkan semuanya terasa sama seperti waktu itu bahkan suasananya pun sama seperti waktu itu. Memori tentang aku yang pertama kali melihat indahnya hamparan bintang-bintang dan bulan yang seperti ada di tengah-tengah hamparan itu. Rasanya sangat menenangkan dan seperti ada perasaan aneh yang tidak bisa kujelaskan, tapi perasaan itu membuatku senang. Hatiku berdegup kencang, suara angin malam yang tiba-tiba menjadi melodi indah di telinga ku. Hanya dengan hal sederhana seperti itu rasanya mampu membuat ku menjadi bahagia kembali. &#xA;&#xA;Sejak saat itu bulan dan bintang-bintang menjadi teman percakapan rahasiaku. Aku menceritakan semua hal yang membuat ku bahagia, sedih, marah, dan kecewa. Walau aku percaya mereka hanya benda mati yang tidak bisa menjawab ku tapi disisi lain akupun percaya kalau mereka mendengar apapun yang kuceritakan. Hanya cukup dengan itu, aku sudah merasa bahagia. &#xA;&#xA;Aku membuka kembali mataku setelah melihat kilasan memori tentang masa kecilku. Anak lugu dan polos yang masih belum mengenal keras dan kejamnya dunia. Jiwa murni yang masih belum tergores hitamnya dunia. Aku hanya tersenyum tipis dan berjalan kembali masuk ke kamar sampai sebelum aku melihat sesuatu. &#xA;&#xA;Bintang jatuh.&#xA;&#xA;Seketika itu juga sekelibat memori kembali terlintas di benakku. Sebuah suara samar terdengar di kepalaku, suara anak kecil yang tersenyum sambil menulis dan sesekali melihat kearah luar jendelanya yang mulai dipenuhi dengan kepingan kepingan salju yang mulai berjatuhan. &#xA;&#xA;Aku berlari masuk ke kamar, mencari sebuah box yang dulu biasanya ku gunakan untuk menyimpan surat-surat rahasiaku. Setelah beberapa saat mencari akhirnya aku menemukan box itu. Aku membuka box tersebut. Melihat isi dari box tersebut aku tersenyum tipis, &#34;a beautiful old memories&#34; aku mengambil salah satu surat yang terlihat berbeda dari yang lainnya&#xA;&#xA;                                                         &#xA;                     30 December 1998&#xA;                                                           &#xA;                       Stirling, Scotland&#xA;&#xA;I wish someday in the future, i will get a chance to feeling this way again. A beautiful yet heartwarming sight, with this cold winter breeze.&#xA;&#xA;                                                                                &#xA;                                               —A&#xA;&#xA;Tanpa sadar aku tersenyum saat membaca surat ini, keinginan kecilku itu benar-benar sudah terwujud sekarang. Aku lalu membereskan box tadi dan meletakkannya di tempat yang seharusnya. Surat kecil tadi masih ada di tanganku, aku menaruh nya di sebelah bingkai foto. &#xA;&#xA;&#39;sepertinya tanpa sadar aku masih memegang janjiku&#39; gumamku sambil tertawa kecil&#xA;&#xA;Aku lalu merebahkan tubuh ku di atas kasur dan tertidur. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama aku menemukan kembali sumber kebahagiaan ku yang telah lama hilang. &#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Chapter 1 : Wishing On Star</p>

<hr/>

<p><em>“Lelahnya..”</em></p>

<p>Aku berjalan memasuki kamar dan merebahkan diriku di kasur. Aku hanya terdiam dan menatap kosong pada jendela, diluar terlihat jelas bulan dan bintang-bintang yang mengelilingi nya.
&#39;Indah&#39; kurasa hanya dengan satu kata saja dapat menggambarkan bagaimana pemandangan yang kini sedang kulihat.</p>

<p>Aku berdiri dari kasur tadi dan berjalan ke arah beranda. Aku terdiam sesaat di depan pintu sebelum akhirnya aku membuka pintu itu, langsung saja angin malam yang sejuk melintasi badan ku. Aku berjalan ke luar, terdiam, dan hanya menatap kearah bulan dan bintang-bintang di atas sana.</p>

<p><em>“Mereka memang benar-benar sangat indah dan cantik”</em></p>

<p>Aku menutup mataku dan sekilas terlintas bayangan memori tentang masa kecilku. Bahkan semuanya terasa sama seperti waktu itu bahkan suasananya pun sama seperti waktu itu. Memori tentang aku yang pertama kali melihat indahnya hamparan bintang-bintang dan bulan yang seperti ada di tengah-tengah hamparan itu. Rasanya sangat menenangkan dan seperti ada perasaan aneh yang tidak bisa kujelaskan, tapi perasaan itu membuatku senang. Hatiku berdegup kencang, suara angin malam yang tiba-tiba menjadi melodi indah di telinga ku. Hanya dengan hal sederhana seperti itu rasanya mampu membuat ku menjadi bahagia kembali.</p>

<p>Sejak saat itu bulan dan bintang-bintang menjadi teman percakapan rahasiaku. Aku menceritakan semua hal yang membuat ku bahagia, sedih, marah, dan kecewa. Walau aku percaya mereka hanya benda mati yang tidak bisa menjawab ku tapi disisi lain akupun percaya kalau mereka mendengar apapun yang kuceritakan. Hanya cukup dengan itu, aku sudah merasa bahagia.</p>

<p>Aku membuka kembali mataku setelah melihat kilasan memori tentang masa kecilku. Anak lugu dan polos yang masih belum mengenal keras dan kejamnya dunia. Jiwa murni yang masih belum tergores hitamnya dunia. Aku hanya tersenyum tipis dan berjalan kembali masuk ke kamar sampai sebelum aku melihat sesuatu.</p>

<p><em>Bintang jatuh.</em></p>

<p>Seketika itu juga sekelibat memori kembali terlintas di benakku. Sebuah suara samar terdengar di kepalaku, suara anak kecil yang tersenyum sambil menulis dan sesekali melihat kearah luar jendelanya yang mulai dipenuhi dengan kepingan kepingan salju yang mulai berjatuhan.</p>

<p>Aku berlari masuk ke kamar, mencari sebuah box yang dulu biasanya ku gunakan untuk menyimpan surat-surat rahasiaku. Setelah beberapa saat mencari akhirnya aku menemukan box itu. Aku membuka box tersebut. Melihat isi dari box tersebut aku tersenyum tipis, “a beautiful old memories” aku mengambil salah satu surat yang terlihat berbeda dari yang lainnya</p>

<p>                     <em>30 December 1998</em></p>

<p>                       <em>Stirling, Scotland</em></p>

<p><em>I wish someday in the future, i will get a chance to feeling this way again. A beautiful yet heartwarming sight, with this cold winter breeze.</em></p>

<p>                                               <em>—A</em></p>

<p>Tanpa sadar aku tersenyum saat membaca surat ini, keinginan kecilku itu benar-benar sudah terwujud sekarang. Aku lalu membereskan box tadi dan meletakkannya di tempat yang seharusnya. Surat kecil tadi masih ada di tanganku, aku menaruh nya di sebelah bingkai foto.</p>

<p><em>&#39;sepertinya tanpa sadar aku masih memegang janjiku&#39;</em> gumamku sambil tertawa kecil</p>

<p>Aku lalu merebahkan tubuh ku di atas kasur dan tertidur. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama aku menemukan kembali sumber kebahagiaan ku yang telah lama hilang.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/seized-the-series-little-star</guid>
      <pubDate>Sun, 18 Sep 2022 15:53:38 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Deja Vu</title>
      <link>https://write.as/taksaa/deja-vu?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;&#34;Tolong...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Siapapun.. kumohon tolong aku..&#34;&#xA;&#xA;Pemuda berambut ungu itu terus-menerus berlari tanpa arah, bahkan tidak memedulikan kakinya yang sudah terluka. baginya saat ini hanya ada satu hal yang terpenting, ia harus berlari sekuat tenaganya menjauhi tempat terkutuk itu.&#xA;&#xA;                                                         **&#xA;&#xA;Dunia memang kejam. Setidaknya itulah yang selalu pemuda berambut ungu itu selalu pikirkan. tentu saja bukan tanpa alasan ia berpikir seperti itu, hidupnya sudah menjadi bukti itu sendiri. Lahir di keluarga dengan ekonomi yang sulit orangtua nya sendiri menjualnya kepada sebuah organisasi yang mengaku sebagai &#39;tempat perlindungan bagi yang tidak diinginkan&#39; atau setidaknya itulah yang mereka katakan, dengan mengiming-imingi uang yang besar sebagai ganti dari seorang anak dan tentu saja mereka setuju. Toh ia bisa ada di dunia ini saja memang karena sebuah kesalahan, tentu saja mereka akan lebih memilih uang yang lebih berguna dibandingkan seorang anak. &#xA;&#xA;Tumbuh di dalam &#39;tempat perlindungan&#39; ini adalah sebuah neraka baginya. Disiksa dan diperlakukan layaknya binatang, lebih rendah dari binatang bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari baginya. Semua siksaan itu hanya berhenti saat ia sudah hampir sekarat, seperti sekarang. Bahkan rasanya membuka mata pun sulit. Ia selalu bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa ia pernah melakukan kesalahan yang sangat besar di masa lalu hingga ia harus menanggung dosa nya sekarang? Ia saja bahkan sama sekali tidak punya memori yang bahagia tentang hidupnya. Ia sudah lelah dengan semua ini, saat ini hanya ini menutup matanya dan melupakan semuanya. &#xA;&#xA;&#34;Uki, tutup matamu dan ingat ini selalu. Apapun yang terjadi teruslah hidup, bahkan jika hanya ada setitik harapan tetaplah hidup dan tunggu aku. Aku mencintaimu Uki. Sangat. Jadi teruslah hidup, dan temui aku di kehidupan selanjutnya&#34;* &#xA;&#xA;Bersamaan dengan selesainya kata-kata terakhir itu, Uki terbangun dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya. Yang ia rasakan saat ini sangat bercampur aduk antara kesedihan, amarah, dan perasaan rindu yang sangat menyesakkan. Semuanya bercampur menjadi satu di dalam dirinya. Ia merasa kehilangan hal yang sangat penting dalam hidupnya. Kata-kata terakhir perempuan tadi sangat jelas terekam di dalam ingatan nya. &#xA;&#xA;&#34;Siapa dia? dan kenapa dia tau namaku?&#34; berbagai pertanyaan mulai muncul dalam benak Uki. Saat tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba sebuah kupu-kupu terbang melewatinya ekor mata Uki tanpa sadar melihat kupu-kupu yang terbang melewatinya tadi. Bisa saja ia tidak menghiraukan kupu-kupu itu, tetapi kupu-kupu ini berbeda. Kupu-kupu ini sangat indah dan bercahaya bahkan di tengah kegelapan sekalipun. kupu-kupu tadi terbang menuju ke arah jendela, Uki bangkit perlahan-lahan dan berjalan secara perlahan menuju jendela lalu membukanya. Yang ia dapatkan setelah membuka jendelanya ada pemandangan yang sangat indah. terlalu indah bahkan sampai tidak mampu ia ungkapkan dengan kata-kata. Didepannya ia melihat pemandangan bulan dan bintang-bintang bercahaya dengan sangat indah. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia dapat melihat pemandangan seperti ini. Kupu-kupu emas tadi sekarang berada di sebelahnya, Uki menjulurkan tangannya yang tidak terluka dan kupu-kupu tadi terbang dan hinggap di tangannya. Entah kenapa ia merasakan kalau kupu-kupu emas ini ia mengikutinya pergi. Walaupun ia tak yakin, ia tetap mengikuti kupu-kupu emas itu untuk pergi dari tempat ini. &#xA;&#xA;Dari jendela tadi, Uki melompat dan untung nya mendarat di semak-semak. Ia masih tidak bisa bergerak secara benar karena bekas pukulan-pukulan yang ia terima sebelumnya, tapi semua rasa itu ia tepis. Uki berlari sekuat tenaganya. Ini adalah harapan terakhirnya untuk bebas dari tempat seperti neraka yang sudah memenjarakannya selama bertahun-tahun. Uki terus-menerus lari tanpa arah di dalam hutan yang gelap, ia sudah tidak peduli tidak melihat kupu-kupu emas yang tadi berada di depannya, baginya saat ini hanya ada satu hal yang penting, ia harus berlari sekuat tenaga menjauhi tempat terkutuk itu. Setelah lama berlari ia sampai di sebuah tepi danau yang indah, seketika tubuh Uki jatuh ke tanah. Rasanya kakinya sudah tidak kuat lagi menopang badannya ditambah lagi dengan luka-luka lecet karena ia berlari tanpa alas kaki tadi. Uki berusaha mengatur nafasnya dan melihat ke langit, disini bahkan bintang-bintang nya terlihat sangat jelas. Saat ia melihat bintang-bintang di atas nya itu sekilas perkataan perempuan dalam mimpinya melintas dalam pikirannya, dan semua perasaan menyesakkan itu kembali memenuhi dirinya lagi. Ia berpikir setelah semua itu apakah ia pantas untuk bebas? perasaan bersalah terus-menerus menghantui dirinya. Ia sudah tidak tau apa yang dilakukan, ia sangat lelah dan ingin semua ini berakhir. &#xA;&#xA;Ditengah keputusasaanya Uki merasakan sesuatu yang hangat dan terang turun ke arahnya. Ia membuka matanya dan ia melihat sebuah cahaya yang turun kearahnya. Cahaya emas tadi perlahan-lahan berubah menjadi berwarna ungu. Aku bisa merasakan kekuatan samar-samarangin yang melewati wajahku bersamaan dengan berhentinya cahaya ungu tadi. Tiba-tiba saja dari tanah sebuah kekuatan mulai mengangkatku terbang menuju tengah danau dimana sumber cahaya tadi muncul&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p><em>“Tolong...”</em></p>

<p><em>“Siapapun.. kumohon tolong aku..”</em></p>

<p><em>Pemuda berambut ungu itu terus-menerus berlari tanpa arah, bahkan tidak memedulikan kakinya yang sudah terluka. baginya saat ini hanya ada satu hal yang terpenting, ia harus berlari sekuat tenaganya menjauhi tempat terkutuk itu.</em></p>

<p>                                                         ***</p>

<p>Dunia memang kejam. Setidaknya itulah yang selalu pemuda berambut ungu itu selalu pikirkan. tentu saja bukan tanpa alasan ia berpikir seperti itu, hidupnya sudah menjadi bukti itu sendiri. Lahir di keluarga dengan ekonomi yang sulit orangtua nya sendiri menjualnya kepada sebuah organisasi yang mengaku sebagai &#39;tempat perlindungan bagi yang tidak diinginkan&#39; atau setidaknya itulah yang mereka katakan, dengan mengiming-imingi uang yang besar sebagai ganti dari seorang anak dan tentu saja mereka setuju. Toh ia bisa ada di dunia ini saja memang karena sebuah kesalahan, tentu saja mereka akan lebih memilih uang yang lebih berguna dibandingkan seorang anak.</p>

<p>Tumbuh di dalam &#39;tempat perlindungan&#39; ini adalah sebuah neraka baginya. Disiksa dan diperlakukan layaknya binatang, lebih rendah dari binatang bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari baginya. Semua siksaan itu hanya berhenti saat ia sudah hampir sekarat, seperti sekarang. Bahkan rasanya membuka mata pun sulit. Ia selalu bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa ia pernah melakukan kesalahan yang sangat besar di masa lalu hingga ia harus menanggung dosa nya sekarang? Ia saja bahkan sama sekali tidak punya memori yang bahagia tentang hidupnya. Ia sudah lelah dengan semua ini, saat ini hanya ini menutup matanya dan melupakan semuanya.</p>

<p><em>“Uki, tutup matamu dan ingat ini selalu. Apapun yang terjadi teruslah hidup, bahkan jika hanya ada setitik harapan tetaplah hidup dan tunggu aku. Aku mencintaimu Uki. Sangat. Jadi teruslah hidup, dan temui aku di kehidupan selanjutnya”</em></p>

<p>Bersamaan dengan selesainya kata-kata terakhir itu, Uki terbangun dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya. Yang ia rasakan saat ini sangat bercampur aduk antara kesedihan, amarah, dan perasaan rindu yang sangat menyesakkan. Semuanya bercampur menjadi satu di dalam dirinya. Ia merasa kehilangan hal yang sangat penting dalam hidupnya. Kata-kata terakhir perempuan tadi sangat jelas terekam di dalam ingatan nya.</p>

<p>“Siapa dia? dan kenapa dia tau namaku?” berbagai pertanyaan mulai muncul dalam benak Uki. Saat tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba sebuah kupu-kupu terbang melewatinya ekor mata Uki tanpa sadar melihat kupu-kupu yang terbang melewatinya tadi. Bisa saja ia tidak menghiraukan kupu-kupu itu, tetapi kupu-kupu ini berbeda. Kupu-kupu ini sangat indah dan bercahaya bahkan di tengah kegelapan sekalipun. kupu-kupu tadi terbang menuju ke arah jendela, Uki bangkit perlahan-lahan dan berjalan secara perlahan menuju jendela lalu membukanya. Yang ia dapatkan setelah membuka jendelanya ada pemandangan yang sangat indah. terlalu indah bahkan sampai tidak mampu ia ungkapkan dengan kata-kata. Didepannya ia melihat pemandangan bulan dan bintang-bintang bercahaya dengan sangat indah. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia dapat melihat pemandangan seperti ini. Kupu-kupu emas tadi sekarang berada di sebelahnya, Uki menjulurkan tangannya yang tidak terluka dan kupu-kupu tadi terbang dan hinggap di tangannya. Entah kenapa ia merasakan kalau kupu-kupu emas ini ia mengikutinya pergi. Walaupun ia tak yakin, ia tetap mengikuti kupu-kupu emas itu untuk pergi dari tempat ini.</p>

<p>Dari jendela tadi, Uki melompat dan untung nya mendarat di semak-semak. Ia masih tidak bisa bergerak secara benar karena bekas pukulan-pukulan yang ia terima sebelumnya, tapi semua rasa itu ia tepis. Uki berlari sekuat tenaganya. Ini adalah harapan terakhirnya untuk bebas dari tempat seperti neraka yang sudah memenjarakannya selama bertahun-tahun. Uki terus-menerus lari tanpa arah di dalam hutan yang gelap, ia sudah tidak peduli tidak melihat kupu-kupu emas yang tadi berada di depannya, baginya saat ini hanya ada satu hal yang penting, ia harus berlari sekuat tenaga menjauhi tempat terkutuk itu. Setelah lama berlari ia sampai di sebuah tepi danau yang indah, seketika tubuh Uki jatuh ke tanah. Rasanya kakinya sudah tidak kuat lagi menopang badannya ditambah lagi dengan luka-luka lecet karena ia berlari tanpa alas kaki tadi. Uki berusaha mengatur nafasnya dan melihat ke langit, disini bahkan bintang-bintang nya terlihat sangat jelas. Saat ia melihat bintang-bintang di atas nya itu sekilas perkataan perempuan dalam mimpinya melintas dalam pikirannya, dan semua perasaan menyesakkan itu kembali memenuhi dirinya lagi. Ia berpikir setelah semua itu apakah ia pantas untuk bebas? perasaan bersalah terus-menerus menghantui dirinya. Ia sudah tidak tau apa yang dilakukan, ia sangat lelah dan ingin semua ini berakhir.</p>

<p>Ditengah keputusasaanya Uki merasakan sesuatu yang hangat dan terang turun ke arahnya. Ia membuka matanya dan ia melihat sebuah cahaya yang turun kearahnya. Cahaya emas tadi perlahan-lahan berubah menjadi berwarna ungu. Aku bisa merasakan kekuatan samar-samarangin yang melewati wajahku bersamaan dengan berhentinya cahaya ungu tadi. Tiba-tiba saja dari tanah sebuah kekuatan mulai mengangkatku terbang menuju tengah danau dimana sumber cahaya tadi muncul</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/deja-vu</guid>
      <pubDate>Fri, 08 Apr 2022 08:26:38 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>The Death Game </title>
      <link>https://write.as/taksaa/the-death-game?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Chapter 1 : Mysterious Message&#xA;&#xA;---&#xA;Tring.. Tring..&#xA;&#xA;Suara notifikasi pesan dari handphone Jihan berbunyi, dengan cepat Jihan membuka pesan yang masuk ke handphone nya itu. Tapi, tanpa disangka ia menemukan akun Twitter nya masuk ke sebuah grup misterius dan aneh. Ada pesan yang masuk bertuliskan.&#xA;| Selamat datang Jihan&#xA;| Sekarang kau ada dalam sebuah permainan yang mempunyai misi yang harus diselesaikan. Nyawa mu dan orang-orang terdekat mu, semuanya dipertaruhkan disini&#xA;&#xA;| Apa maksudmu? Kenapa harus aku?&#xA;&#xA;| Itu karena kau orang terpilih, aku yakin kau pasti bisa mengungkapkan kejahatan yang sebenarnya&#xA;| Langsung saja, untuk misi mu sepertinya kau harus merasa beruntung karna hanya mendapat satu misi saja&#xA;| Misi mu adalah menyelidiki kasus kematian Granathe Aelion, seorang profesor ahli pemecah kode rahasia&#xA;&#xA;{ JURNAL KASUS KEMATIAN GRANATHE AELION }&#xA;• KETERANGAN KORBAN&#xA;▪ Nama : Granathe Aelion&#xA;▪ TTL : 19 - 10 - 1985, Valencia, Spanyol.&#xA;▪ Umur : 38 Tahun&#xA;▪ Profesi : Pemecah kode rahasia profesional&#xA;▪ Keluarga : Ayah : William Alfaro Aelion&#xA;             Ibu : Margareth Dairsy Aelion&#xA;            Saudara : Edgar Grendel Aelion&#xA;▪ Senjata Pembunuhan : Pisau daging dan Pistol Desert Eagle dengan tipe peluru 357 Magnum&#xA;▪ Waktu Kematian : 00:24 AM&#xA;▪ Saksi : Belvina Quinnsha Elliot (Asisten pribadi Granathe Aelion)&#xA;• KETERANGAN KEJADIAN PEMBUNUHAN&#xA;○ Kronologi&#xA;▪ Pada 2 minggu sebelum pembunuhan terjadi, Granathe tetap pada dirinya yang normal dan tidak ada masalah. Pada saat ini ia sedang ada pada masa-masa paling baik.&#xA;▪ Seminggu sebelum pembunuhan terjadi, Granathe masih tetap dalam kondisinya yang baik, tetapi pembantu rumah nya mengatakan kalau mereka melihat Granathe meminum obat tidur, karna biasanya Granathe adalah orang yang bisa tidur dengan cepat tanpa bantuan pil tidur.&#xA;▪ 3 hari sebelum pembunuhan terjadi, Granathe terlihat aneh. Asisten pribadi nya mengatakan kalau Granathe menjadi sangat cemas dan depresi, Granathe juga meminum obat Isocarboxazid obat penghilang depresi dengan dosis yang cukup tinggi. Ia juga lebih sering keluar dan menemui orang yang misterius, tidak diketahui siapa orang misterius ini tapi, Belvina asisten pribadi nya bilang setelah menemui orang misterius itu Granathe menjadi lebih Cemas sampai akhirnya Granathe mengidap kelainan kecemasan yang parah.&#xA;▪ 1 hari sebelum pembunuhan terjadi, Granathe menemui orang misterius itu lagi dan membawa pulang sesuatu yang diyakini adalah obat methamphetamine obat yang dapat menyebabkan kematian jika diminum dengan dosis yang tinggi. Tapi bukti otopsi mengatakan bahwa Granathe sama sekali tidak meminum methamphetamine. Pada malam itu kondisi Granathe tiba-tiba menjadi sangat drop yang mengharuskannya untuk dilarikan ke rumah sakit.&#xA;▪ Hari pembunuhan, hari itu kondisi Granathe sudah mulai pulih dan bisa dirawat jalan, Granathe memilih untuk dirawat di rumahnya oleh dokter pribadinya, Dr. Malewis. Di rumahnya Granathe melakukan pemeriksaan biasa lalu istirahat total atas saran dokter pribadinya. Pada pukul 00:24 AM terdengar suara teriakan dari dalam kamar Granathe, asisten pribadi dan pembantu rumah Granathe langsung menghampiri kamar Granathe dan menemukan Granathe sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan 2 tembakan di pelipis dan kaki kanan nya serta 15 kali tusukan di perut dan dadanya. Setelah dilakukan penyelidikan terungkap bahwa yang membunuh Granathe Aelion adalah Parkersburg Parke seorang ahli elektro yang mempunyai dendam kepada Granathe Aelion. Ia dihukum mati seminggu setelah otopsi Granathe Aelion selesai. Kasus ini ditutup sebagai kasus pembunuhan beserta dengan eksekusi Parkersburg Parke.&#xA;○ FAKTA&#xA;▪ Asisten pribadi nya Belvina mengatakan bahwa dulu Granathe sebenarnya memang memiliki gangguan kecemasan tetapi tidak parah, Granathe juga sudah mengobati gangguan kecemasan nya dan sudah dinyatakan sembuh oleh sang psikiater, Dr. Edwardsville&#xA;▪ Granathe juga memiliki masalah dengan keluarga nya. Terutama ibunya, Margareth. Ia tidak setuju Granathe menjadi seorang Ahli pemecah kode&#xA;▪ Menurut kesaksian tetangga tetangganya mereka beberapa kali melihat Granathe pergi ke suatu tempat bersama orang tak dikenal. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Belvina asisten pribadi nya&#xA;▪ Granathe pernah hampir diracuni oleh Eloise, temannya semasa SMA.&#xA;▪ Granathe juga memiliki banyak hutang. Ia banyak berhutang kepada agen pinjaman &#39;Housatonic Money&#39;. Granathe sudah meminjam sekitar 200 Miliar dari tahun 2018 - 2020.&#xA;○ HAL JANGGAL YANG TERJADI&#xA;▪ Belvina mengatakan bahwa Granathe pernah mengigau saat tidurnya dan mengatakan kalau dia akan dibunuh seseorang.&#xA;▪ Granathe mempunyai brankas rahasia yang hanya bisa dibuka olehnya (karna harus menggunakan sidik jari nya dan sandi)&#xA;| Itu adalah hal yang harus kau ketahui tentang korban&#xA;| Untuk sisanya itu adalah tugas mu untuk mencari tahu siapa pelaku sebenarnya dari kasus pembunuhan ini&#xA;| Batas waktumu hanya 5 bulan dari sekarang. Dan jangan lupa aku mengawasi mu|&#xA;&#xA;| Hanya 5 bulan? Yang benar saja, kasus ini sangat rumit dan kau hanya memberikan waktu 5 bulan?!&#xA;| Apa yang terjadi kalau aku tidak bisa menyelesaikan kasusnya tepat waktu?&#xA;&#xA;| Mudah saja. Aku akan membunuhmu dan orang-orang terdekat mu&#xA;&#xA;| Psikopat sepertimu harusnya tidak berkeliaran disini&#xA;&#xA;| Kau yakin akan terus membuang waktumu seperti ini, bagaimana kalau kamu mulai penyelidikannya sekarang? Kau pasti tidak mau ada yang terbunuh kan karna kau membuang buang waktumu seperti ini&#xA;&#xA;| Ck, baiklah. Tapi jangan pernah sekalipun kau mengganggu mereka atau aku yang akan membunuhmu&#xA;| Tentu saja. Semoga berhasil untuk penyelidikan mu. Aku menunggu kabar baik darimu.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Chapter 1 : Mysterious Message</p>

<hr/>

<p>Tring.. Tring..</p>

<p>Suara notifikasi pesan dari handphone Jihan berbunyi, dengan cepat Jihan membuka pesan yang masuk ke handphone nya itu. Tapi, tanpa disangka ia menemukan akun Twitter nya masuk ke sebuah grup misterius dan aneh. Ada pesan yang masuk bertuliskan.
| Selamat datang Jihan
| Sekarang kau ada dalam sebuah permainan yang mempunyai misi yang harus diselesaikan. Nyawa mu dan orang-orang terdekat mu, semuanya dipertaruhkan disini</p>

<p>| Apa maksudmu? Kenapa harus aku?</p>

<p>| Itu karena kau orang terpilih, aku yakin kau pasti bisa mengungkapkan kejahatan yang sebenarnya
| Langsung saja, untuk misi mu sepertinya kau harus merasa beruntung karna hanya mendapat satu misi saja
| Misi mu adalah menyelidiki kasus kematian Granathe Aelion, seorang profesor ahli pemecah kode rahasia</p>

<p>{ JURNAL KASUS KEMATIAN GRANATHE AELION }
• KETERANGAN KORBAN
▪ Nama : Granathe Aelion
▪ TTL : 19 – 10 – 1985, Valencia, Spanyol.
▪ Umur : 38 Tahun
▪ Profesi : Pemecah kode rahasia profesional
▪ Keluarga : Ayah : William Alfaro Aelion
             Ibu : Margareth Dairsy Aelion
            Saudara : Edgar Grendel Aelion
▪ Senjata Pembunuhan : Pisau daging dan Pistol Desert Eagle dengan tipe peluru 357 Magnum
▪ Waktu Kematian : 00:24 AM
▪ Saksi : Belvina Quinnsha Elliot (Asisten pribadi Granathe Aelion)
• KETERANGAN KEJADIAN PEMBUNUHAN
○ Kronologi
▪ Pada 2 minggu sebelum pembunuhan terjadi, Granathe tetap pada dirinya yang normal dan tidak ada masalah. Pada saat ini ia sedang ada pada masa-masa paling baik.
▪ Seminggu sebelum pembunuhan terjadi, Granathe masih tetap dalam kondisinya yang baik, tetapi pembantu rumah nya mengatakan kalau mereka melihat Granathe meminum obat tidur, karna biasanya Granathe adalah orang yang bisa tidur dengan cepat tanpa bantuan pil tidur.
▪ 3 hari sebelum pembunuhan terjadi, Granathe terlihat aneh. Asisten pribadi nya mengatakan kalau Granathe menjadi sangat cemas dan depresi, Granathe juga meminum obat Isocarboxazid obat penghilang depresi dengan dosis yang cukup tinggi. Ia juga lebih sering keluar dan menemui orang yang misterius, tidak diketahui siapa orang misterius ini tapi, Belvina asisten pribadi nya bilang setelah menemui orang misterius itu Granathe menjadi lebih Cemas sampai akhirnya Granathe mengidap kelainan kecemasan yang parah.
▪ 1 hari sebelum pembunuhan terjadi, Granathe menemui orang misterius itu lagi dan membawa pulang sesuatu yang diyakini adalah obat methamphetamine obat yang dapat menyebabkan kematian jika diminum dengan dosis yang tinggi. Tapi bukti otopsi mengatakan bahwa Granathe sama sekali tidak meminum methamphetamine. Pada malam itu kondisi Granathe tiba-tiba menjadi sangat drop yang mengharuskannya untuk dilarikan ke rumah sakit.
▪ Hari pembunuhan, hari itu kondisi Granathe sudah mulai pulih dan bisa dirawat jalan, Granathe memilih untuk dirawat di rumahnya oleh dokter pribadinya, Dr. Malewis. Di rumahnya Granathe melakukan pemeriksaan biasa lalu istirahat total atas saran dokter pribadinya. Pada pukul 00:24 AM terdengar suara teriakan dari dalam kamar Granathe, asisten pribadi dan pembantu rumah Granathe langsung menghampiri kamar Granathe dan menemukan Granathe sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan 2 tembakan di pelipis dan kaki kanan nya serta 15 kali tusukan di perut dan dadanya. Setelah dilakukan penyelidikan terungkap bahwa yang membunuh Granathe Aelion adalah Parkersburg Parke seorang ahli elektro yang mempunyai dendam kepada Granathe Aelion. Ia dihukum mati seminggu setelah otopsi Granathe Aelion selesai. Kasus ini ditutup sebagai kasus pembunuhan beserta dengan eksekusi Parkersburg Parke.
○ FAKTA
▪ Asisten pribadi nya Belvina mengatakan bahwa dulu Granathe sebenarnya memang memiliki gangguan kecemasan tetapi tidak parah, Granathe juga sudah mengobati gangguan kecemasan nya dan sudah dinyatakan sembuh oleh sang psikiater, Dr. Edwardsville
▪ Granathe juga memiliki masalah dengan keluarga nya. Terutama ibunya, Margareth. Ia tidak setuju Granathe menjadi seorang Ahli pemecah kode
▪ Menurut kesaksian tetangga tetangganya mereka beberapa kali melihat Granathe pergi ke suatu tempat bersama orang tak dikenal. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Belvina asisten pribadi nya
▪ Granathe pernah hampir diracuni oleh Eloise, temannya semasa SMA.
▪ Granathe juga memiliki banyak hutang. Ia banyak berhutang kepada agen pinjaman &#39;Housatonic Money&#39;. Granathe sudah meminjam sekitar 200 Miliar dari tahun 2018 – 2020.
○ HAL JANGGAL YANG TERJADI
▪ Belvina mengatakan bahwa Granathe pernah mengigau saat tidurnya dan mengatakan kalau dia akan dibunuh seseorang.
▪ Granathe mempunyai brankas rahasia yang hanya bisa dibuka olehnya (karna harus menggunakan sidik jari nya dan sandi)
| Itu adalah hal yang harus kau ketahui tentang korban
| Untuk sisanya itu adalah tugas mu untuk mencari tahu siapa pelaku sebenarnya dari kasus pembunuhan ini
| Batas waktumu hanya 5 bulan dari sekarang. Dan jangan lupa aku mengawasi mu|</p>

<p>| Hanya 5 bulan? Yang benar saja, kasus ini sangat rumit dan kau hanya memberikan waktu 5 bulan?!
| Apa yang terjadi kalau aku tidak bisa menyelesaikan kasusnya tepat waktu?</p>

<p>| Mudah saja. Aku akan membunuhmu dan orang-orang terdekat mu</p>

<p>| Psikopat sepertimu harusnya tidak berkeliaran disini</p>

<p>| Kau yakin akan terus membuang waktumu seperti ini, bagaimana kalau kamu mulai penyelidikannya sekarang? Kau pasti tidak mau ada yang terbunuh kan karna kau membuang buang waktumu seperti ini</p>

<p>| Ck, baiklah. Tapi jangan pernah sekalipun kau mengganggu mereka atau aku yang akan membunuhmu
| Tentu saja. Semoga berhasil untuk penyelidikan mu. Aku menunggu kabar baik darimu.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/the-death-game</guid>
      <pubDate>Sat, 05 Mar 2022 10:14:07 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>The Blind Painter</title>
      <link>https://write.as/taksaa/the-blind-painter?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Chapter 1 : Rainy Night&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;lalalala..&#34; seorang anak kecil melukis sambil bersenandung kecil, yang mungkin sebenarnya lebih terdengar seperti bisikan. Ia terus menerus melukis tanpa menghilangkan sedikit pun senyuman dari wajahnya. Saat ia sedang asik melukis ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. &#xA;&#xA;&#34;Dek Gilbert, ini saya membawakan makan siang&#34; dengan segera Gilbert berjalan menghampiri pintu dan membukanya. &#xA;&#xA;&#34;Baik, terima kasih&#34; ucapnya dengan tersenyum. Ia lalu dengan hati-hati mengambil makanan itu dari tangan pembantu nya. Ia berjalan kembali kedalam dengan hati-hati dan menaruh makanan itu dimeja. &#xA;&#xA;Gilbert lalu memakan semua makanan nya dengan lahap. Setelah selesai ia membereskan tempat makannya dan berjalan kembali ke tempat ia melukis, tepat disamping jendela. Ia melanjutkan lukisannya yang sempat tertunda tadi. &#xA;&#xA;&#34;Sedikit biru untuk langit dan putih untuk awan nya&#34; gumam nya kecil. Seluruh fokusnya diarahkan kepada lukisan yang sedang dibuatnya itu. &#xA;&#xA;Tuk.. tuk.. tuk.. &#xA;&#xA;&#39;Hm? Bunyi suara hujan..&#39; dengan seketika Gilbert tersenyum lebar, ia segera menyelesaikan lukisannya lalu ia keluar menuju halaman rumahnya. &#xA;&#xA;&#34;Hehehe.. hujan..&#34; Gilbert merentangkan tangannya di tengah-tengah derasnya hujan, senyuman nya pun semakin lebar dari sebelumnya. Tentu saja itu karena Gilbert sangat menyukai hujan. Jika hujan ia akan selalu berada di luar dan kembali dalam keadaan basah kuyup. &#xA;&#xA;Setidaknya ini adalah salah satu dari hal kecil yang bisa membuatnya bahagia di tengah-tengah kegelapan yang selalu menyelimutinya. &#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Chapter 1 : Rainy Night</p>

<hr/>

<p>“lalalala..” seorang anak kecil melukis sambil bersenandung kecil, yang mungkin sebenarnya lebih terdengar seperti bisikan. Ia terus menerus melukis tanpa menghilangkan sedikit pun senyuman dari wajahnya. Saat ia sedang asik melukis ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.</p>

<p>“Dek Gilbert, ini saya membawakan makan siang” dengan segera Gilbert berjalan menghampiri pintu dan membukanya.</p>

<p>“Baik, terima kasih” ucapnya dengan tersenyum. Ia lalu dengan hati-hati mengambil makanan itu dari tangan pembantu nya. Ia berjalan kembali kedalam dengan hati-hati dan menaruh makanan itu dimeja.</p>

<p>Gilbert lalu memakan semua makanan nya dengan lahap. Setelah selesai ia membereskan tempat makannya dan berjalan kembali ke tempat ia melukis, tepat disamping jendela. Ia melanjutkan lukisannya yang sempat tertunda tadi.</p>

<p>“Sedikit biru untuk langit dan putih untuk awan nya” gumam nya kecil. Seluruh fokusnya diarahkan kepada lukisan yang sedang dibuatnya itu.</p>

<p>Tuk.. tuk.. tuk..</p>

<p>&#39;Hm? Bunyi suara hujan..&#39; dengan seketika Gilbert tersenyum lebar, ia segera menyelesaikan lukisannya lalu ia keluar menuju halaman rumahnya.</p>

<p>“Hehehe.. hujan..” Gilbert merentangkan tangannya di tengah-tengah derasnya hujan, senyuman nya pun semakin lebar dari sebelumnya. Tentu saja itu karena Gilbert sangat menyukai hujan. Jika hujan ia akan selalu berada di luar dan kembali dalam keadaan basah kuyup.</p>

<p>Setidaknya ini adalah salah satu dari hal kecil yang bisa membuatnya bahagia di tengah-tengah kegelapan yang selalu menyelimutinya.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/the-blind-painter</guid>
      <pubDate>Sat, 05 Mar 2022 09:34:23 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Hide and Seek</title>
      <link>https://write.as/taksaa/hide-and-seek-78gt?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Chapter 1 : Game 1&#xA;---&#xA;&#xA;Fu ejsosbekiwmwksjsmsnsm]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Chapter 1 : Game &lt;1&gt;</p>

<hr/>

<p>Fu ejsosbekiwmwksjsmsnsm</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/hide-and-seek-78gt</guid>
      <pubDate>Sun, 02 Jan 2022 23:40:20 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Hide and Seek</title>
      <link>https://write.as/taksaa/hide-and-seek?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Chapter 0 : Prologue&#xA;---&#xA;&#xA;sejak kapan mansion ini ada disini?&#xA;&#xA;Pertanyaan itu terus berputar di kepalaku, yang ku tau sebelum mansion itu ada disini hanya ada hamparan tanah yang terbengkalai. Yah, mungkin saja mansion itu dibangun setelah kepindahan ku 2 tahun yang lalu. Tapi seperti mansion itu tidak ditempati, terlihat dari banyak dan tingginya ilalang disana juga suasananya yang sedikit.. menyeramkan?&#xA;&#xA;Setelah puas melihat-lihat aku berjalan kembali untuk pulang ke rumah, tapi baru beberapa langkah aku mendengar suara jeritan wanita dari dalam sontak saja suara itu membuatku merinding. Jeritan melengking yang terdengar putus asa yang meminta tolong, apa lagi yang bisa lebih buruk dari itu? &#xA;&#xA;Setelah berpikir sebentar aku akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam daerah mansion itu. Dengan perlahan aku membuka gerbang dan melangkahkan pelan kakiku sampai akhirnya aku berada di depan pintu mansion nya. Aku melihat gagang mansion nya dengan ragu-ragu, semua kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi kembali berputar di pikiran ku, tetapi aku segera menepis semua pikiran buruk itu dan meyakinkan diriku sendiri tidak akan terjadi apapun. &#xA;&#xA;Segera setelah aku membuka pintu tadi sebuah suara misterius terdengar, dan untuk pertama kalinya aku merasakan kalau ini tidak akan berakhir dengan baik. &#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Chapter 0 : Prologue</p>

<hr/>

<p><em>sejak kapan mansion ini ada disini?</em></p>

<p>Pertanyaan itu terus berputar di kepalaku, yang ku tau sebelum mansion itu ada disini hanya ada hamparan tanah yang terbengkalai. Yah, mungkin saja mansion itu dibangun setelah kepindahan ku 2 tahun yang lalu. Tapi seperti mansion itu tidak ditempati, terlihat dari banyak dan tingginya ilalang disana juga suasananya yang sedikit.. menyeramkan?</p>

<p>Setelah puas melihat-lihat aku berjalan kembali untuk pulang ke rumah, tapi baru beberapa langkah aku mendengar suara jeritan wanita dari dalam sontak saja suara itu membuatku merinding. Jeritan melengking yang terdengar putus asa yang meminta tolong, apa lagi yang bisa lebih buruk dari itu?</p>

<p>Setelah berpikir sebentar aku akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam daerah mansion itu. Dengan perlahan aku membuka gerbang dan melangkahkan pelan kakiku sampai akhirnya aku berada di depan pintu mansion nya. Aku melihat gagang mansion nya dengan ragu-ragu, semua kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi kembali berputar di pikiran ku, tetapi aku segera menepis semua pikiran buruk itu dan meyakinkan diriku sendiri tidak akan terjadi apapun.</p>

<p>Segera setelah aku membuka pintu tadi sebuah suara misterius terdengar, dan untuk pertama kalinya aku merasakan kalau ini tidak akan berakhir dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/hide-and-seek</guid>
      <pubDate>Sun, 02 Jan 2022 12:37:55 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Spring Day </title>
      <link>https://write.as/taksaa/spring-day-summary?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Prompt&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Ini adalah kisah tentang persahabatan 7 orang dengan kebenaran yang tak terungkap bersamaan dengan kebahagiaan yang mulai meredup karena kebenaran yang menyakitkan. &#xA;&#xA;Mereka pergi meninggalkan tempat itu tanpa tujuan. Dan hanya berpegang dengan kepercayaan satu sama lain mereka akan bisa melewati semua ini. Tapi semua itu hanyalah bagian dari angan-angan 7 remaja itu, karena kenyataan yang akan mereka hadapi akan sangat menyakitkan bagi mereka.&#xA;&#xA;Dan pada akhirnya hanya tinggal memori yang tersisa. Memori mereka yang tersisa dalam pikiranku, tapi aku percaya mereka selalu ada bersamaku, mereka masih hidup dalam hatiku selama aku masih memiliki memori memori tentang mereka. &#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prompt</strong></p>

<hr/>

<p>Ini adalah kisah tentang persahabatan 7 orang dengan kebenaran yang tak terungkap bersamaan dengan kebahagiaan yang mulai meredup karena kebenaran yang menyakitkan.</p>

<p>Mereka pergi meninggalkan tempat itu tanpa tujuan. Dan hanya berpegang dengan kepercayaan satu sama lain mereka akan bisa melewati semua ini. Tapi semua itu hanyalah bagian dari angan-angan 7 remaja itu, karena kenyataan yang akan mereka hadapi akan sangat menyakitkan bagi mereka.</p>

<p>Dan pada akhirnya hanya tinggal memori yang tersisa. Memori mereka yang tersisa dalam pikiranku, tapi aku percaya mereka selalu ada bersamaku, mereka masih hidup dalam hatiku selama aku masih memiliki memori memori tentang mereka.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/spring-day-summary</guid>
      <pubDate>Sat, 01 May 2021 06:51:21 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Mixtape The Series</title>
      <link>https://write.as/taksaa/placebo?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Placebo&#xA;---&#xA;&#xA;                  { Song : Stray Kids - Mixtape #1 Placebo }&#xA;                                      ▪ Special Chapter ▪&#xA;---&#xA;&#xA;Bisakah aku bangkit? Kata kata itu selalu terngiang di kepalaku. Melewati hari hari yang berat untuk menggapai impianku.&#xA;&#xA;Daripada memikirkan jalan ini benar atau salah aku lebih memilih jalan yang membuatku nyaman. Beberapa orang mengatakan aku berada di jalan yang salah, tapi aku punya penawar nya selama aku di jalan ini. Aku tau diriku dan aku hanya bergantung pada diriku sendiri.&#xA;&#xA;Apa aku dalam pengaruh ilusi? Kurasa tidak, sepertinya ini fantasi. Aku harus menemui seseorang dalam mimpi ku itu, sekarang waktunya berangkat aku akan memulai perjalanan ku sendiri.&#xA;&#xA;Efek Placebo, sebenarnya tak ada pengaruhnya bagiku, tapi aku tertipu. Aku selalu tertipu saat aku tidak percaya diri. Sebenarnya itu semua hanya sugesti yang mempengaruhi pikiranku dan sekarang aku akan menemukan apa yang kucari.&#xA;&#xA;Aku melihat diriku dan aku melihatnya kembali. Lakukan saja apa yang ingin dilakukan. Meskipun aku tak yakin, aku percaya pada diriku.&#xA;&#xA;Karena nanti saat aku menjadi candi pada hidup, dan meskipun penawar itu tidak berefek. Tak apa, itu tetap berguna. Aku akan terus terbang kesana, menuju matahari. Semuanya akan ada di pikiranku jadi tipu saja aku sekarang.&#xA;&#xA;Terkadang saat berbaring aku menjadi tidak tenang, menyesali pilihan pilihan hidup yang kuambil. Rasanya seperti ada pemberat yang membuatku terus jatuh dan putus asa. Tapi aku bukan lagi orang yang akan jatuh ke tangan iblis, aku akan membuang rantai berkarat ini di tempat aku berdiri ini.&#xA;&#xA;Ini hidupku, ini waktuku aku takkan berhenti. Setelah melewati masa-masa yang sulit ini, aku merasa seperti hidup kembali. Aku bangkit kembali dengan pikiran yang benar,  percaya pada diri sepenuhnya, kita bisa, bangga lah  pada diri sendiri karena kita takkan terpecah belah.&#xA;&#xA;Aku percaya optimis bisa menyembuhkan diri sendiri saat terluka, tapi aku terus saja percaya pada Placebo yang kumiliki. Sejujurnya aku tidak perlu pesimis, percaya diri saja dan singkirkan lah hal yang tidak penting. &#xA;&#xA;Saat aku mencoba Placebo dalam mimpi aku yakin akan bisa bangkit pelan pelan. Aku yakin pada mimpiku ini. Melihat semua orang iri pada apa yang kumiliki. Aku percaya kita bisa, kita hanya butuh harapan dan percaya untuk me mulai nya.&#xA;&#xA;Dulu aku melihatnya dalam mimpi masa kecilku, aku yakin aku bisa menemukan kebahagiaan ku dan impian yang ku impikan aku percaya itu akan menjadi kenyataan. &#xA;&#xA;                  &#xA;                                                 ○ END ○&#xA;&#xA;• 26 July 2020 [ 16:43 PM ]&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Placebo</strong></p>

<hr/>

<p>                  { Song : Stray Kids – Mixtape #1 Placebo }
                                      ▪ Special Chapter ▪</p>

<hr/>

<p>Bisakah aku bangkit? Kata kata itu selalu terngiang di kepalaku. Melewati hari hari yang berat untuk menggapai impianku.</p>

<p>Daripada memikirkan jalan ini benar atau salah aku lebih memilih jalan yang membuatku nyaman. Beberapa orang mengatakan aku berada di jalan yang salah, tapi aku punya penawar nya selama aku di jalan ini. Aku tau diriku dan aku hanya bergantung pada diriku sendiri.</p>

<p>Apa aku dalam pengaruh ilusi? Kurasa tidak, sepertinya ini fantasi. Aku harus menemui seseorang dalam mimpi ku itu, sekarang waktunya berangkat aku akan memulai perjalanan ku sendiri.</p>

<p>Efek Placebo, sebenarnya tak ada pengaruhnya bagiku, tapi aku tertipu. Aku selalu tertipu saat aku tidak percaya diri. Sebenarnya itu semua hanya sugesti yang mempengaruhi pikiranku dan sekarang aku akan menemukan apa yang kucari.</p>

<p>Aku melihat diriku dan aku melihatnya kembali. Lakukan saja apa yang ingin dilakukan. Meskipun aku tak yakin, aku percaya pada diriku.</p>

<p>Karena nanti saat aku menjadi candi pada hidup, dan meskipun penawar itu tidak berefek. Tak apa, itu tetap berguna. Aku akan terus terbang kesana, menuju matahari. Semuanya akan ada di pikiranku jadi tipu saja aku sekarang.</p>

<p>Terkadang saat berbaring aku menjadi tidak tenang, menyesali pilihan pilihan hidup yang kuambil. Rasanya seperti ada pemberat yang membuatku terus jatuh dan putus asa. Tapi aku bukan lagi orang yang akan jatuh ke tangan iblis, aku akan membuang rantai berkarat ini di tempat aku berdiri ini.</p>

<p>Ini hidupku, ini waktuku aku takkan berhenti. Setelah melewati masa-masa yang sulit ini, aku merasa seperti hidup kembali. Aku bangkit kembali dengan pikiran yang benar,  percaya pada diri sepenuhnya, kita bisa, bangga lah  pada diri sendiri karena kita takkan terpecah belah.</p>

<p>Aku percaya optimis bisa menyembuhkan diri sendiri saat terluka, tapi aku terus saja percaya pada Placebo yang kumiliki. Sejujurnya aku tidak perlu pesimis, percaya diri saja dan singkirkan lah hal yang tidak penting.</p>

<p>Saat aku mencoba Placebo dalam mimpi aku yakin akan bisa bangkit pelan pelan. Aku yakin pada mimpiku ini. Melihat semua orang iri pada apa yang kumiliki. Aku percaya kita bisa, kita hanya butuh harapan dan percaya untuk me mulai nya.</p>

<p>Dulu aku melihatnya dalam mimpi masa kecilku, aku yakin aku bisa menemukan kebahagiaan ku dan impian yang ku impikan aku percaya itu akan menjadi kenyataan.</p>

<p>                                                 ○ END ○</p>

<p>• 26 July 2020 [ 16:43 PM ]</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/placebo</guid>
      <pubDate>Thu, 29 Apr 2021 01:06:36 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Mixtape The Series</title>
      <link>https://write.as/taksaa/if-theres-a-shadow-there-must-be-light?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[If There&#39;s A Shadow, There Must Be Light &#xA;---&#xA;&#xA;    { Song : Stray Kids - Mixtape 2 If There&#39;s A Shadow, There Must Be Light }&#xA;                                     ▪ Special Chapter ▪&#xA;---&#xA;&#xA;Apa kau ingat saat pertama kali kita bertemu? Bersama kita berlatih untuk memulai langkah pertama, kita melakukan nya dengan benar-benar hati hati. Hari itu kita benar-benar memikirkan segalanya. Tentang pandangan dan respon mereka juga sambutan yang tak ada sama sekali ini sangat menyakitkan, mungkin saja lagu ini tak akan keluar.&#xA;&#xA;Kupikir aku sudah lupa rasanya bahagia dengan kata lain aku sudah menjadi lebih dewasa dari sebelum nya. Kupikir aku sudah kehilangan banyak hal karena tekanan ini sangat menyedihkan hanya bisa bergantung pada sesuatu, dan berakhir tidak bisa berbuat banyak dalam tekanan ini. Aku tidak bisa mengendalikan mimpiku, meskipun didepanku hanya ada kegelapan tapi semangat membawaku yang akan menjadi penerang untukku nanti. Dan saat kita bersembilan bersama kami berubah menjadi tempat yang paling terang dan semuanya akan berubah. &#xA;&#xA;Jangan tutup matamu lagi, bayangan hanya ada di saat ada cahaya yang bersinar. Lihatlah kebelakang banyak cahaya yang menanti mu. Terkadang aku ragu apakah yang kulakukan ini benar? Jujur aku sangat takut, tapi aku berterima kasih pada kalian, bunga-bunga yang merekah untuk kami bersembilan. Sekarang aku tak takut lagi. &#xA;&#xA;Satu untuk ketenaran, dan satu untuk permainan semuanya akan baik-baik saja&#xA;Satu untuk jalan yang akan kuambil, dimanapun akan kusenandungkan lagu ini&#xA;&#xA;Bahkan jika aku sudah pergi sangat jauh aku takkan berhenti. Bayangan gelap pun butuh cahaya agar ada.&#xA;&#xA;Kita berjalan menuju cahaya yang sama. Ini adalah persahabatan sederhana antara 9 orang dengan musik dan tarian, aku tak pernah menyesali nya walaupun aku menjadi sedikit kelelahan, aku tetap tertawa bahagia bersama mereka. &#xA;&#xA;Mengikuti dunia dengan hitam dan putih nya, aku menjalani hidup yang tidak bisa kuhindari. Aku hanya bisa menenangkan perasaan ku dengan santai dan tertawa saja. Walau begitu aku akan tetap memberikan yang terbaik.&#xA;&#xA;Kami takkan menyerah. Kata kata yang selalu memberikan kami semangat. Aku percaya keluargaku yang menjadi cahaya cahaya yang bersinar untuk kami, kami bisa mengatasi apapun meskipun bayangan menelan kami. Kami takkan menyerah. &#xA;&#xA;Aku terbangun dan mimpi indahku pun hilang, nafasku menjadi sesak kepalaku rasanya berputar ini terus terjadi kepadaku berulang-ulang. Di kepalaku terus terdengar suara yang sama dan memenuhi pikiranku dengan pilihan tanpa harapan, aku tau aku takkan berhasil jika aku terus menurutinya, meninggalkan rasa di takut takuti dan kesakitan seperti ini.&#xA;&#xA;Sesekali aku merasakan hal yang sama, saat aku lelah dan sulit aku melihat ke langit. Kita memang tidak bisa selalu bersinar tapi masih bisa bercahaya lebih terang dalam kegelapan ini.&#xA;&#xA;Jadi, pikirkanlah sekali lagi, lihatlah kembali jalan yang telah kau lalui kau sudah sampai sejauh ini. Ini masih terlalu awal untuk menyerah. Masa masa sulit akan berlalu, jadi jangan khawatir dan terbanglah terus ke langit sana. &#xA;&#xA;      &#xA;                                                 ○ END ○&#xA;&#xA;• 26 July 2020 [ 14:51 PM ]&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>If There&#39;s A Shadow, There Must Be Light</strong></p>

<hr/>

<p>    { Song : Stray Kids – Mixtape 2 If There&#39;s A Shadow, There Must Be Light }
                                     ▪ Special Chapter ▪</p>

<hr/>

<p>Apa kau ingat saat pertama kali kita bertemu? Bersama kita berlatih untuk memulai langkah pertama, kita melakukan nya dengan benar-benar hati hati. Hari itu kita benar-benar memikirkan segalanya. Tentang pandangan dan respon mereka juga sambutan yang tak ada sama sekali ini sangat menyakitkan, mungkin saja lagu ini tak akan keluar.</p>

<p>Kupikir aku sudah lupa rasanya bahagia dengan kata lain aku sudah menjadi lebih dewasa dari sebelum nya. Kupikir aku sudah kehilangan banyak hal karena tekanan ini sangat menyedihkan hanya bisa bergantung pada sesuatu, dan berakhir tidak bisa berbuat banyak dalam tekanan ini. Aku tidak bisa mengendalikan mimpiku, meskipun didepanku hanya ada kegelapan tapi semangat membawaku yang akan menjadi penerang untukku nanti. Dan saat kita bersembilan bersama kami berubah menjadi tempat yang paling terang dan semuanya akan berubah.</p>

<p>Jangan tutup matamu lagi, bayangan hanya ada di saat ada cahaya yang bersinar. Lihatlah kebelakang banyak cahaya yang menanti mu. Terkadang aku ragu apakah yang kulakukan ini benar? Jujur aku sangat takut, tapi aku berterima kasih pada kalian, bunga-bunga yang merekah untuk kami bersembilan. Sekarang aku tak takut lagi.</p>

<p>Satu untuk ketenaran, dan satu untuk permainan semuanya akan baik-baik saja
Satu untuk jalan yang akan kuambil, dimanapun akan kusenandungkan lagu ini</p>

<p>Bahkan jika aku sudah pergi sangat jauh aku takkan berhenti. Bayangan gelap pun butuh cahaya agar ada.</p>

<p>Kita berjalan menuju cahaya yang sama. Ini adalah persahabatan sederhana antara 9 orang dengan musik dan tarian, aku tak pernah menyesali nya walaupun aku menjadi sedikit kelelahan, aku tetap tertawa bahagia bersama mereka.</p>

<p>Mengikuti dunia dengan hitam dan putih nya, aku menjalani hidup yang tidak bisa kuhindari. Aku hanya bisa menenangkan perasaan ku dengan santai dan tertawa saja. Walau begitu aku akan tetap memberikan yang terbaik.</p>

<p>Kami takkan menyerah. Kata kata yang selalu memberikan kami semangat. Aku percaya keluargaku yang menjadi cahaya cahaya yang bersinar untuk kami, kami bisa mengatasi apapun meskipun bayangan menelan kami. Kami takkan menyerah.</p>

<p>Aku terbangun dan mimpi indahku pun hilang, nafasku menjadi sesak kepalaku rasanya berputar ini terus terjadi kepadaku berulang-ulang. Di kepalaku terus terdengar suara yang sama dan memenuhi pikiranku dengan pilihan tanpa harapan, aku tau aku takkan berhasil jika aku terus menurutinya, meninggalkan rasa di takut takuti dan kesakitan seperti ini.</p>

<p>Sesekali aku merasakan hal yang sama, saat aku lelah dan sulit aku melihat ke langit. Kita memang tidak bisa selalu bersinar tapi masih bisa bercahaya lebih terang dalam kegelapan ini.</p>

<p>Jadi, pikirkanlah sekali lagi, lihatlah kembali jalan yang telah kau lalui kau sudah sampai sejauh ini. Ini masih terlalu awal untuk menyerah. Masa masa sulit akan berlalu, jadi jangan khawatir dan terbanglah terus ke langit sana.</p>

<p>                                                 ○ END ○</p>

<p>• 26 July 2020 [ 14:51 PM ]</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/taksaa/if-theres-a-shadow-there-must-be-light</guid>
      <pubDate>Thu, 29 Apr 2021 01:05:24 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>