dua puluh juli.

awan abu mulai memenuhi langit, menyisip makna dibalik kedatangannya. Lalu lalang keramaian mulai menyebar tatkala air sedikit demi sedikit turun membasahi tanah.

sepasang insan berdiri menatap jendela; menampilkan basah air hujan dan embun yang tercetak.

tangannya mulai melingkar di pinggang wanita itu, semakin erat disaat bunyi air hujan semakin keras.

kamar hotel mereka remang, cahaya matahari tak mampu bersinar disaat awan gelap mulai datang. lagu beraliran jazz terdengar mengisi kesenyapan di ruangan itu.

“it's my birthday” katanya, dagu lancipnya bertumpu pada bahu wanita itu; dengan masih menatap ruang kota yang sunyi diluar jendela.

sambil tersenyum, wanita itu membalas pernyataan singkat dari pria-nya, “iya, i give you my present last night.“  kedua tangannya beralih mengusap punggung tangan pria itu yang berada di abdomen bawahnya.

“I'm so in love,“  kecupan seringan bulu menyentuh rahang wanita itu.

dua puluh juli, cinta mereka dimulai di musim hujan yang teduh.

dua puluh juli, saat wanita itu memberikan jawaban atas pertanyaan yang selama ini berputar di kepala pria-nya.

dua puluh juli, angin muson timur berubah menjadi hangat; menutup ketidakmungkinan dan membuka awalan.

“i love you with all my flaws. i love you, even if you heard the otherwise,”

“i want to live with you, we can do all together. i wanna wake up next to you.”

“aku mau kita hadapin ini semua, berdua. just the two of us.”

entah berapa judul lagu jazz yang terputar di ruangan itu, waktu berjalan terasa lambat dan hangat.

“I'll never say no to my birthday boy.“  masih dengan baju semalam dan cepol rambut yang tak berbentuk, jawaban sehangat mentari keluar.

“it's mean you'll stuck with me until we grow old and wrinkles.” pria itu melempar pernyataan sekali lagi, dan wanita itu tersenyum.

“no regret”

dan di dua puluh juli, di umurnya ke-27, Oki Erlangga Perencana mengerti bahwa hangat bukan perkara musim, tenang bukan perkara suasana, dan rumah bukan selalu bangunan. karna di wanita itu, Oki merasakan apa arti rumah yang ia cari selama ini.


untukmu, Oki Erlangga Perencana, 20 Juli 1994.

semoga dirimu seperti langit, tinggi, kokoh, dan meneduhkan

-life update 17 Oktober 2021, masih nangis baca ini hahaha #merinding disko