grey pants

“enggak” jawabku dengan tegas sembari memasukkan buku ke tas ranselku.

laki-laki yang berdiri di sampingku mulai terkekeh, “takut jadi suka beneran sama gue ya?”

aku memasukkan buku dengan hentakan keras ke dalam tas, menghasilkan bunyi dari kursiku. kalau saja aku bisa memukul tepat di wajah laki-laki ini, akan kulakukan.

“jujur enggak, bisa minggir ga?” wajahku semakin menekuk. laki-laki di sampingku mulai bergeser sambil mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah.

grab

mampus.

tangan laki-laki itu dengan cepat menarik tas ranselku dari kursi, lalu berjalan cepat ke luar kelas.

keadaan kelas memang sudah kosong sejak tadi, aku pulang agak terlambat karena ingin menyelesaikan catatanku. dan tersial sepanjang hari ini adalah laki-laki ini berkeras diri untuk menungguku.

“allahu akbar” laki-laki itu meninggalkanku di kelas sendirian, aku dengan cepat keluar menutup pintu kelas dan mengejarnya yang sekarang sudah berjalan di koridor kelas 12 IPS.

dengan langkah besar aku berhasil berada di sampingnya, tas hitamku berada di pelukannya.

“asta, balikin ga?!” masih dengan langkah besarku untuk mengimbangi langkahnya. wajahku menengok ke arah wajahnya yang tetap menghadap ke depan.

“ga bisa, lo aja belum balikin punya gue” ucap Asta acuh.

“pERASAAN GUE GAPERNAH AMBIL PUNYA LO DEEEH”

Asta tiba-tiba berhenti dan berbalik dan berhadapan denganku, kuangkat daguku dengan tinggi. baru kali ini kusadari bahwa aku hanya sebatas lehernya.

“lo ngambil punya gue”

aku menghela nafas dengan kasar, baru saja ingin kukeluarkan jawabannya, Asta lebih dahulu memotongnya.

“hati gue. jadi boleh dong gue jalan sama lo minggu ini?” senyum miring terbit di wajahnya saat mengatakan itu.

aku tertawa ringan, merasa pusing.

“you never get bored, huh?” aku bertanya dan menghela nafasku dengan kasar.

“never in a million. kalau kata cjr, ku pastikan kau jadi pacarku”

“no”

“minggu depan” Asta mengembalikan tasku, dan melangkah menjauh.

god, no.


Miya Atsumu, please give my paper back. i need it to accept you in my universe.

Asta Danika, 5 Oktober 2002.