<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Snowxxxblue</title>
    <link>https://write.as/snowxxxblue/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 02:51:21 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Happy Sunday</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/happy-sunday?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;Seusai mandi dan bersiap Hyunsuk pun mulai menyibak gorden dengan perlahan, memperhatikan pemandangan diluar kamarnya melalui cendela kaca yang sedikit berembun karena cuaca dingin. Terlihat sedikit awan gelap menghiasi langit, juga rintik hujan yang sesekali masih berjatuhan. &#xA;&#xA;Ia membalikkan tubuhnya, menemukan sang kekasih yang masih terlelap dibalik selimut tebalnya. Ia juga mengabadikan beberapa foto sebagai kenangan bahwa hari ini sangatlah indah.&#xA;&#xA;&#34;Yooo, bangun&#34;&#xA;&#xA;Tetapi bukannya bangun, sang kekasih malah menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, mengabaikan Hyunsuk yang kini sedang cemberut karena kesal.&#xA;&#xA;&#34;Yooo, ayo bangun. Pemandangannya bagus banget loh&#34;&#xA;&#xA;Yoshi tidak merespon dan hanya memperbaiki posisi tidurnya agar nyaman.&#xA;&#xA;Hyunsuk pun kembali duduk di kasur, memainkan ponselnya dan sesekali tertawa ketika melihat sesuatu yang lucu. Juga melihat-lihat kembali beberapa foto yang ia ambil tadi.&#xA;&#xA;Tidak lama setelah itu gundukan selimut disebelah bergerak pelan, dan Yoshi yang baru bangun segera mendudukkan tubuhnya, duduk bersila menatap kearah cendela.&#xA;&#xA;&#34;Udah bangun?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm&#34; Yoshi mengucek matanya pelan, dengan matanya yang masih terpejam ia merangkak menghampiri Hyunsuk. Memeluk tubuh yang lebih kecil hingga kini mereka kembali berbaring.&#xA;&#xA;Hyunsuk tertawa dan membalas pelukan &#34;apa sih, kayak anak kecil aja&#34; ucapnya sambil tersenyum.&#xA;&#xA;&#34;Coba lihat rambut mu ini, kayak singa&#34; dengan tangan kecilnya Hyunsuk menyisir rambut Yoshi. &#34;Biasanya kalau di elus begini pasti tidur lagi&#34;&#xA;&#xA;Terdengar kekehan kecil dari yang lebih besar.&#xA;&#xA;Mereka berpelukan untuk beberapa saat hingga Hyunsuk menggeliat karena geli &#34;Yoo, jangan gigit-gigit&#34; keluhnya.&#xA;&#xA;Mendapatkan Omelan dari kekasihnya, bukannya berhenti Yoshi kini mulai menjulurkan lidahnya.&#xA;&#xA;&#34;Ahhh... Jangan jilat-jilat&#34; keluhnya lagi. Hyunsuk semakin bergerak tidak nyaman karena tidak hanya pundaknya tetapi Yoshi juga memberikan gigitan kecil hingga telinganya. &#xA;&#xA;&#34;Wangi banget&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya lah kan aku udah mandi, emang kamu, baru bangun tidur&#34; &#xA;&#xA;Yoshi pun menjauhkan tubuhnya, menatap Hyunsuk yang kini juga sedang menatapnya.&#xA;&#xA;&#34;What?&#34;&#xA;&#xA;Yoshi menggeleng kecil dengan senyuman, menangkup wajah kekasihnya dan memberikan beberapa kecupan kecil di bibir. &#xA;&#xA;&#34;Ihhhhhh mandi sana ahhhhh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mending kita tidur lagi, masih ada dua jam tuh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tau dari mana&#34; protes Hyunsuk lagi.&#xA;&#xA;&#34;Aku lihat jam meja samping mu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ishhhhhh&#34;&#xA;&#xA;Yoshi hanya tertawa dan membawa Hyunsuk kedalam pelukannya, menyembunyikan tubuh kecil sang kekasih, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya &#34;ayo tidur lagi, lima menit aja&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mana ada lima menit&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yaudah 30 menit&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ishhhh&#34; Hyunsuk yang awalnya sudah tidak mengantuk kini kembali terbuai dan mulai memejamkan matanya. Pelukan hangat juga tepukan pelan di punggungnya membuatnya tanpa sadar kembali tertidur.&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Seusai mandi dan bersiap Hyunsuk pun mulai menyibak gorden dengan perlahan, memperhatikan pemandangan diluar kamarnya melalui cendela kaca yang sedikit berembun karena cuaca dingin. Terlihat sedikit awan gelap menghiasi langit, juga rintik hujan yang sesekali masih berjatuhan.</p>

<p>Ia membalikkan tubuhnya, menemukan sang kekasih yang masih terlelap dibalik selimut tebalnya. Ia juga mengabadikan beberapa foto sebagai kenangan bahwa hari ini sangatlah indah.</p>

<p>“Yooo, bangun”</p>

<p>Tetapi bukannya bangun, sang kekasih malah menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, mengabaikan Hyunsuk yang kini sedang cemberut karena kesal.</p>

<p>“Yooo, ayo bangun. Pemandangannya bagus banget loh”</p>

<p>Yoshi tidak merespon dan hanya memperbaiki posisi tidurnya agar nyaman.</p>

<p>Hyunsuk pun kembali duduk di kasur, memainkan ponselnya dan sesekali tertawa ketika melihat sesuatu yang lucu. Juga melihat-lihat kembali beberapa foto yang ia ambil tadi.</p>

<p>Tidak lama setelah itu gundukan selimut disebelah bergerak pelan, dan Yoshi yang baru bangun segera mendudukkan tubuhnya, duduk bersila menatap kearah cendela.</p>

<p>“Udah bangun?”</p>

<p>“Hmm” Yoshi mengucek matanya pelan, dengan matanya yang masih terpejam ia merangkak menghampiri Hyunsuk. Memeluk tubuh yang lebih kecil hingga kini mereka kembali berbaring.</p>

<p>Hyunsuk tertawa dan membalas pelukan “apa sih, kayak anak kecil aja” ucapnya sambil tersenyum.</p>

<p>“Coba lihat rambut mu ini, kayak singa” dengan tangan kecilnya Hyunsuk menyisir rambut Yoshi. “Biasanya kalau di elus begini pasti tidur lagi”</p>

<p>Terdengar kekehan kecil dari yang lebih besar.</p>

<p>Mereka berpelukan untuk beberapa saat hingga Hyunsuk menggeliat karena geli “Yoo, jangan gigit-gigit” keluhnya.</p>

<p>Mendapatkan Omelan dari kekasihnya, bukannya berhenti Yoshi kini mulai menjulurkan lidahnya.</p>

<p>“Ahhh... Jangan jilat-jilat” keluhnya lagi. Hyunsuk semakin bergerak tidak nyaman karena tidak hanya pundaknya tetapi Yoshi juga memberikan gigitan kecil hingga telinganya.</p>

<p>“Wangi banget”</p>

<p>“Iya lah kan aku udah mandi, emang kamu, baru bangun tidur”</p>

<p>Yoshi pun menjauhkan tubuhnya, menatap Hyunsuk yang kini juga sedang menatapnya.</p>

<p>“What?”</p>

<p>Yoshi menggeleng kecil dengan senyuman, menangkup wajah kekasihnya dan memberikan beberapa kecupan kecil di bibir.</p>

<p>“Ihhhhhh mandi sana ahhhhh”</p>

<p>“Mending kita tidur lagi, masih ada dua jam tuh”</p>

<p>“Tau dari mana” protes Hyunsuk lagi.</p>

<p>“Aku lihat jam meja samping mu”</p>

<p>“Ishhhhhh”</p>

<p>Yoshi hanya tertawa dan membawa Hyunsuk kedalam pelukannya, menyembunyikan tubuh kecil sang kekasih, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya “ayo tidur lagi, lima menit aja”</p>

<p>“Mana ada lima menit”</p>

<p>“Yaudah 30 menit”</p>

<p>“Ishhhh” Hyunsuk yang awalnya sudah tidak mengantuk kini kembali terbuai dan mulai memejamkan matanya. Pelukan hangat juga tepukan pelan di punggungnya membuatnya tanpa sadar kembali tertidur.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/happy-sunday</guid>
      <pubDate>Sun, 31 Jul 2022 08:46:29 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Just a shirt</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/just-a-shirt?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;Hyunsuk tampak sangat tenang memainkan ponselnya, sesekali tertawa ketika melihat sesuatu yang lucu. Tetapi begitu kekasihnya datang raut wajah langsung berubah datar, ia juga memalingkan wajahnya tidak ingin melihat wajah kekasihnya yang kini tepat berada didepannya.&#xA;&#xA;Yoshi berdiri, menyimpan kedua tangannya di saku celana, kepalanya menunduk untuk dapat melihat lebih jelas apa yang sedang kekasihnya lakukan.&#xA;&#xA;&#34;Ada yang mau kamu omongin?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak&#34;&#xA;&#xA;Tetapi Hyunsuk malah menyandarkan tubuhnya dan mengangkat ponselnya lebih tinggi, mengundang kernyitan dialis Yoshi.&#xA;&#xA;&#34;Nonton apa sih kok gak boleh lihat?&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk hanya mengangkat bahunya acuh, dan tampak tidak perduli.&#xA;&#xA;Yoshi menghela nafas, dan ia pun memilih duduk dismping Hyunsuk. Keheningan melingkupi keduanya untuk beberapa saat.&#xA;&#xA;&#34;Lain kali kamu gak boleh lagi pake baju ini&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk hanya melirik enggan menjawab.&#xA;&#xA;Karena merasa pernyataannya diabaikan maka Yoshi kembali membuka suara &#34;kamu denger aku gak&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm&#34; dan hanya dibalas dehaham dari yang lebih tua&#xA;&#xA;&#34;Jangan pernah lagi pake baju ini kalau keluar&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kenapa?&#34; Akhirnya Hyunsuk pun bertanya&#xA;&#xA;&#34;Aku gak suka&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi aku suka&#34;&#xA;&#xA;&#34;Pakainya pas lagi di rumah aja&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak mau, aku suka pakai keluar&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hyunsuk&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk menutup ponselnya &#34;apa&#34; ujarnya kemudian&#xA;&#xA;&#34;Kamu kok gak mau dengerin aku sih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Emangnya harus?&#34;&#xA;&#xA;Yoshi berkedip beberapa kali, ia tidak menyangka kekasihnya yang sangat manis itu kini bicara dengan nada yang begitu dingin kepadanya.&#xA;&#xA;&#34;Harus&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kenapa harus?&#34; Hyunsuk mengangkat dagunya, menatap Yoshi tepat dimatanya &#34;kasih aku alasan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Karena aku pacar mu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ohhh&#34; Hyunsuk menjeda kalimatnya ia kemudian tertawa kecil &#34;kalau gitu apa aku juga bisa ngelarang kamu?&#34;&#xA;&#xA;Yoshi mengangguk membenarkan.&#xA;&#xA;&#34;Kalau begitu&#34; tangannya bergerak untuk menyentuh baju yang Yoshi gunakan &#34;kalau aku suruh kamu buang ini gimana?&#34;&#xA;&#xA;Yoshi membelakkan matanya &#34;apa?&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk hanya menatap dengan tenang &#34;kamu minta aku buat gak pakai baju ini, kalau gitu baju ini juga jangan pernah kamu pakai lagi mau di luar atau didalam ruangan&#34; &#xA;&#xA;&#34;Kenapa?&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mengamati baju yang Yoshi gunakan dan ia pun memberikan komentar singkat &#34;jelek, gak cocok&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapikan ini kamu sendiri yang pilih waktu itu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yaa, dan dengan bodohnya aku milihin baju couple yang bakal dipakai pacar ku sama orang lain&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hyunsuk—&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sebenarnya pacar mu siapa? Aku atau Mashiho? Kamu seneng banget pakai baju couple dengan dia, makan masakan dia, pakai semua yang Mashiho buatin. Tapi kalau dengan aku, emang pernah?&#34;&#xA;&#xA;Yoshi terdiam ditempatnya, kini ia tahu alasan mengapa Hyunsuk sangat kesal dan selalu menatap tajam kearahnya sejak tadi.&#xA;&#xA;&#34;Ku tanya sekali lagi, pernah kah kita pakai barang couple? Aku emang sering milihin pakaian buat kamu pakai, tapi apa pernah kita pakai baju yang sama persis?&#34; Hyunsuk memalingkan wajahnya dengan kesal &#xA;&#xA;&#34;Hyunsuk, aku—&#34;&#xA;&#xA;&#34;It&#39;s not first time&#34; Hyunsuk menghela nafas &#34;Udahlah, sekarang terserah kamu aja, pakai aja semua barang dari Mashiho, pakai aja semua baju couple mu. Aku gak perduli lagi&#34; setelah mengucapkan kalimat terakhirnya Hyunsuk segera pergi keluar&#xA;&#xA;&#34;Mana di posting Mulu pula, coba hadiah dari aku, pernah kah dipamerin begitu&#34; gerutunya dengan kesal &#34;kalau tentang Mashiho aja cepet banget, gak pake rem&#34;&#xA;&#xA;                                    &#xA;&#xA;Yedam dan Junkyu menumpu wajah sambil menatap dua orang dibalik kaca sedang bertengkar. &#xA;&#xA;&#34;Padahal baru kemarin deh itu dua orang kek prangko gak bisa dipisahin&#34;&#xA;&#xA;&#34;Huum, dunia emang cepet banget berubahnya&#34;&#xA;&#xA;Junkyu memutar kepalanya, menatap Yedam sambil berkedip, dan Yedam pun ikut menoleh ke kiri dimana Junkyu berada&#xA;&#xA;&#34;Dekkkk, cinta tak selamanya indah dek&#34; keduanya pun kompak bersuara.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Sorry]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Hyunsuk tampak sangat tenang memainkan ponselnya, sesekali tertawa ketika melihat sesuatu yang lucu. Tetapi begitu kekasihnya datang raut wajah langsung berubah datar, ia juga memalingkan wajahnya tidak ingin melihat wajah kekasihnya yang kini tepat berada didepannya.</p>

<p>Yoshi berdiri, menyimpan kedua tangannya di saku celana, kepalanya menunduk untuk dapat melihat lebih jelas apa yang sedang kekasihnya lakukan.</p>

<p>“Ada yang mau kamu omongin?”</p>

<p>“Gak”</p>

<p>Tetapi Hyunsuk malah menyandarkan tubuhnya dan mengangkat ponselnya lebih tinggi, mengundang kernyitan dialis Yoshi.</p>

<p>“Nonton apa sih kok gak boleh lihat?”</p>

<p>Hyunsuk hanya mengangkat bahunya acuh, dan tampak tidak perduli.</p>

<p>Yoshi menghela nafas, dan ia pun memilih duduk dismping Hyunsuk. Keheningan melingkupi keduanya untuk beberapa saat.</p>

<p>“Lain kali kamu gak boleh lagi pake baju ini”</p>

<p>Hyunsuk hanya melirik enggan menjawab.</p>

<p>Karena merasa pernyataannya diabaikan maka Yoshi kembali membuka suara “kamu denger aku gak”</p>

<p>“Hmm” dan hanya dibalas dehaham dari yang lebih tua</p>

<p>“Jangan pernah lagi pake baju ini kalau keluar”</p>

<p>“Kenapa?” Akhirnya Hyunsuk pun bertanya</p>

<p>“Aku gak suka”</p>

<p>“Tapi aku suka”</p>

<p>“Pakainya pas lagi di rumah aja”</p>

<p>“Gak mau, aku suka pakai keluar”</p>

<p>“Hyunsuk”</p>

<p>Hyunsuk menutup ponselnya “apa” ujarnya kemudian</p>

<p>“Kamu kok gak mau dengerin aku sih”</p>

<p>“Emangnya harus?”</p>

<p>Yoshi berkedip beberapa kali, ia tidak menyangka kekasihnya yang sangat manis itu kini bicara dengan nada yang begitu dingin kepadanya.</p>

<p>“Harus”</p>

<p>“Kenapa harus?” Hyunsuk mengangkat dagunya, menatap Yoshi tepat dimatanya “kasih aku alasan”</p>

<p>“Karena aku pacar mu”</p>

<p>“Ohhh” Hyunsuk menjeda kalimatnya ia kemudian tertawa kecil “kalau gitu apa aku juga bisa ngelarang kamu?”</p>

<p>Yoshi mengangguk membenarkan.</p>

<p>“Kalau begitu” tangannya bergerak untuk menyentuh baju yang Yoshi gunakan “kalau aku suruh kamu buang ini gimana?”</p>

<p>Yoshi membelakkan matanya “apa?”</p>

<p>Hyunsuk hanya menatap dengan tenang “kamu minta aku buat gak pakai baju ini, kalau gitu baju ini juga jangan pernah kamu pakai lagi mau di luar atau didalam ruangan”</p>

<p>“Kenapa?”</p>

<p>Hyunsuk mengamati baju yang Yoshi gunakan dan ia pun memberikan komentar singkat “jelek, gak cocok”</p>

<p>“Tapikan ini kamu sendiri yang pilih waktu itu”</p>

<p>“Yaa, dan dengan bodohnya aku milihin baju couple yang bakal dipakai pacar ku sama orang lain”</p>

<p>“Hyunsuk—”</p>

<p>“Sebenarnya pacar mu siapa? Aku atau Mashiho? Kamu seneng banget pakai baju couple dengan dia, makan masakan dia, pakai semua yang Mashiho buatin. Tapi kalau dengan aku, emang pernah?”</p>

<p>Yoshi terdiam ditempatnya, kini ia tahu alasan mengapa Hyunsuk sangat kesal dan selalu menatap tajam kearahnya sejak tadi.</p>

<p>“Ku tanya sekali lagi, pernah kah kita pakai barang couple? Aku emang sering milihin pakaian buat kamu pakai, tapi apa pernah kita pakai baju yang sama persis?” Hyunsuk memalingkan wajahnya dengan kesal</p>

<p>“Hyunsuk, aku—”</p>

<p><em>“It&#39;s not first time”</em> Hyunsuk menghela nafas “Udahlah, sekarang terserah kamu aja, pakai aja semua barang dari Mashiho, pakai aja semua baju couple mu. Aku gak perduli lagi” setelah mengucapkan kalimat terakhirnya Hyunsuk segera pergi keluar</p>

<p>“Mana di posting Mulu pula, coba hadiah dari aku, pernah kah dipamerin begitu” gerutunya dengan kesal “kalau tentang Mashiho aja cepet banget, gak pake rem”</p>

<p>Yedam dan Junkyu menumpu wajah sambil menatap dua orang dibalik kaca sedang bertengkar.</p>

<p>“Padahal baru kemarin deh itu dua orang kek prangko gak bisa dipisahin”</p>

<p>“Huum, dunia emang cepet banget berubahnya”</p>

<p>Junkyu memutar kepalanya, menatap Yedam sambil berkedip, dan Yedam pun ikut menoleh ke kiri dimana Junkyu berada</p>

<p>“Dekkkk, cinta tak selamanya indah dek” keduanya pun kompak bersuara.</p>

<hr/>

<p><em>Sorry</em></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/just-a-shirt</guid>
      <pubDate>Sat, 26 Mar 2022 14:27:55 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Así es la vida, sí</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/asi-es-la-vida-si?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;Hyunsuk berjalan dengan sedikit tertatih, berniat memukul Jihoon yang tadi tidak sengaja membuatnya jatuh. Tetapi pemuda narsis itu malah sembunyi dibalik tubuh tinggi kekasihnya.&#xA;&#xA;Sambil mendengus dan sedikit mengomel Hyunsuk pun memilih pergi lebih dulu, ia tahu betul jika Jihoon sudah bertemu Junkyu mereka berdua akan sangat lama mengobrol.&#xA;&#xA;&#34;SUKKKK CHAT GUE KALAU GURUNYA UDAH DATENG!&#34; &#xA;&#xA;&#34;temen lu sakit?&#34;&#xA;&#xA;Junkyu menoleh, menemukan rekan satu timnya berdiri tepat disampingnya &#34;Kesenggol Jihoon, terus jatuh deh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak lu tolongin? Kasian&#34;&#xA;&#xA;Junkyu berkedip &#34;gue??&#34; Ujarnya sambil menunjuk diri sendiri kemudian menatap Jihoon yang sibuk memeluk sebelah tangannya.&#xA;&#xA;Jihoon pun menampilkan wajah garang sambil kedua tangannya membentuk sebuah cakaran.&#xA;&#xA;&#34;Cuman nanya ya ampun&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu aja sana tolongin gih&#34; pita Junkyu sambil menaikkan alis&#xA;&#xA;&#34;Udah punya pacar belom? Kalau gue bantuin terus pacarnya dateng kan bisa kacau&#34;&#xA;&#xA;Junkyu dan Jihoon saling melirik dan mereka pun kompak menjawab &#34;belum!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Udah sana gih, bantuin keburu jauh&#34; Junkyu mendorong pundak Yoshi agar menjauh. &#xA;&#xA;&#34;Tapi—&#34;&#xA;&#xA;&#34;Udah sana, good luck, gue doain hari ini langsung jadian, jangan lupa traktiran&#34;  seru Jihoon menyemangati&#xA;&#xA;Yoshi hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar dari kantin, tepat di samping koridor pertama ia melihat Hyunsuk sedang bersandar sambil memegang kaki kanannya yang sakit&#xA;&#xA;&#34;Ehhh, Lo gapapa?&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mengibaskan tangannya &#34;gapapa gapapa, gue gapapa&#34; ujarnya sambil mulai melangkah tapi baru mengangkat kakinya saja Hyunsuk langsung limbung&#xA;&#xA;&#34;Ehhhh&#34; Yoshi pun dengan sigap segera menahan tubuh kecil Hyunsuk yang hampir jatuh menghantam lantai&#xA;&#xA;&#34;Sshhhhh... Aduh, aduh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu beneran gapapa?&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk merilik dengan kesal &#34;lu lihat gak sih gue kesakitan dan hampir jatuh, tandanya gue lagi gak baik-baik aja&#34;&#xA;&#xA;Yoshi mengangkat sebelah alisnya, dan tanpa aba-aba ia mengangkat Hyunsuk didepan tubuhnya&#xA;&#xA;&#34;Hehhh gila Lo ya, turunin gue&#34; Hyunsuk terkejut, ia mengalungkan tangannya dileher pemuda Jepang itu, tetapi sesaat kemudian tangan kanannya segera bergerak memukul punggung tegap itu &#34;lo mau bawa gue kemana, sumpah gak lucu banget, kalau ada yang lihat gimana&#34;&#xA;&#xA;&#34;Makannya diem biar gak mengundang perhatian orang&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mendengus dan memilih untuk menutup matanya, rasanya aneh ngeliat orang yang gak begitu ia kenal sedang menggendongnya. Juga jarak keduanya terlalu dekat, ia pun seketika merinding.&#xA;&#xA;Jihoon dan Junkyu yang memerhatikan dari balik pagar hanya bisa tertawa bersama&#xA;&#xA;&#34;Omooo omoooo Yoshi gentle juga ya ternyata&#34; ujar Jihoon sambil menutup mulutnya&#xA;&#xA;Junkyu pun berujar dengan bangga &#34;Ohhh jelas, ketua tim basket kita&#34; &#xA;&#xA;Yoshi membawa Hyunsuk ke UKS, dan disana ia menempatkan Hyunsuk pada sebuah brankar pasian. Dengan hati-hati ia melepas sepatu yang Hyunsuk gunakan, mengundang desisan sakit dari pemiliknya.&#xA;&#xA;&#34;Sakit?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sakit lah&#34; ujarnya ketus&#xA;&#xA;Yoshi pun hanya tersenyum dan mulai memijat kaki kanan Hyunsuk dengan pelan. &#xA;&#xA;Awalnya Hyunsuk sudah mulai terbiasa hingga tanpa diduga, tiba-tiba saja pemuda Jepang itu memelintir pergelangan kakinya kearah kiri, mengundang teriakan Hyunsuk yang terdengar sangat nyaring&#xA;&#xA;&#34;AAAAAAA, ADUH ADUH&#34; dengan kesal Hyunsuk pun segera berdiri dan mengejar Yoshi, menghadiahi pemuda Jepang itu dengan pukulan bertubi-tubi &#34;SAKIT BANGET ANJIR. ADUH SUMPAH LU YA. GILA LU MAU BIKIN KAKI GUE PATAH KAH&#34;&#xA;&#xA;Yoshi sebisa mungkin menangkis pukulan Hyunsuk dengan kedua tangannya, tetapi sepertinya walau bertubuh kecil, pemuda manis dihadapannya memiliki tenaga yang tidak main-main.&#xA;&#xA;Saat Hyunsuk mulai lengah Yoshi pun segera menarik kedua tangan Hyunsuk untuk menghentikan aksi anarkisnya. &#xA;&#xA;&#34;Kaki Lo masih sakit?&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mengatur nafasnya, menatap Yoshi dengan nyalang &#34;masih lah, tambah sakit nih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi kok bisa jalan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ehhh??&#34; Hyunsuk dengan wajah confused menatap kaki kanannya, kemudian ia gerakkan untuk menginjak lantai beberapa kali &#34;udah sembuh&#34;&#xA;&#xA;Yoshi hanya mengangguk dan berniat berlalu, tapi Hyunsuk segera mengerang kembali. &#xA;&#xA;&#34;Tapi tetap aja sakit, lu gabisa pelan-pelan apa hah? Gilak tadi tuh kaki gue kek mau patah&#34; Hyunsuk berseru kesal dan ketika ia ingin memukul Yoshi kaki kirinya malah terkilir&#xA;&#xA;&#34;Aakhhh, aduhh&#34; &#xA;&#xA;Yoshi memeluk pemuda manis itu agar tidak jatuh. &#34;Baru juga sembuh loh ya, lu mau gak bisa jalan karena kaki lu dua-duanya sakit? &#xA;&#xA;Hyunsuk menggeleng sambil memanyunkan bibirnya&#xA;&#xA;Yoshi membawanya kembali ke brankar &#34;gak usah kemana-mana, entar kalau udah jam pulang langsung pulang&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk sedikit mencibir, tetapi ia tetap menurut dan menyandarkan tubuhnya dengan nyaman.&#xA;&#xA;Saat bel pulang sekolah berbunyi, Hyunsuk pun ingin segera keluar dan menghampiri temannya tetapi Jihoon sudah lebih dulu muncul didepan pintu UKS.&#xA;&#xA;&#34;Suk maaf banget gue gabisa pulang bareng lu hari ini, mau nemenin Junkyu nyari peralatan&#34; Jihoon berujar sambil menyerahkan tas Hyunsuk yang ia bawa&#xA;&#xA;&#34;Hmmm... Yaudah gapapa&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue pinjem Jihoon dulu ya hari ini&#34; Junkyu yang baru saja tiba langsung merangkul kekasihnya &#34;kalau gak punya temen pulang mending dianterin temen gue aja dulu, gimana??&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ahh enggak ahh, ngerepotin&#34;&#xA;&#xA;&#34;Santai aja kali, lagian rumah kalian juga satu arah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak usah, gue gak kenal orangnya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lohhh? Masa gak kenal? Yang tadi nolongin lu ke UKS&#34;&#xA;&#xA;&#34;HAHHHHH????&#34; Hyunsuk berseru kaget &#34;gak dulu deh Jun, gue bisa pulang sendiri&#34; imbuhnya sambil menggeleng&#xA;&#xA;Junkyu pun hanya mengangguk &#34;yaudah sih kalau gitu, gue duluan ya, kalau lu mau nebeng dia kayaknya anaknya masih di parkiran&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ju—&#34; Hyunsuk baru saja ingin meminta tolong kepada kedua temannya agar membawanya sampai di gerbang, tetapi ternyata pasangan absurd itu sudah pergi meninggalkannya&#xA;&#xA;Hyunsuk menghela nafas dan bergumam dalam hati bahwa ia bisa melakukan ini semua sendirian, ia hanya keseleo bukan patah kaki, jadi ia masih bisa berjalan walau tertatih&#xA;&#xA;Saat Hyunsuk sudah sampai di tangga terakhir, ia menemukan anak laki-laki sedang memunggunginya dengan jaket hitam dan helm full face di tangannya&#xA;&#xA;&#34;Ayo naik&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk melirik &#34;gak usah, makasih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kaki Lo masih sakit&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya tau, tapi masih bisa jalan kok&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tambah parah loh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gapapa, gue bisa ngesot&#34;&#xA;&#xA;Mungkin kesabaran Yoshi sudah sampai batasnya, maka ia menahan tangan Hyunsuk yang hendak melaluinya &#34;cepetan naik&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue gak mau&#34;&#xA;&#xA;&#34;Choi Hyunsuk&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk pun dengan cemberut diseret mendekat, ia tetap memanyunkan bibirnya ketika Yoshi sedang memasangkan helm kepadanya&#xA;&#xA;Yoshi pun mengernyit karena Hyunsuk belum juga naik ke motornya, ia pun kembali menoleh&#xA;&#xA;&#34;Kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gabisa naik&#34; ujarnya lirih&#xA;&#xA;Yoshi menepuk jidatnya dan membantu Hyunsuk agar naik ke atas motornya&#xA;&#xA;Hyunsuk pun masih tampak cemberut, motor Yoshi sangat tinggi, tidak seperti motor Jihoon yang dengan mudah dapat ia naiki.&#xA;&#xA;Ketika mereka melewati gerbang sekolah Hyunsuk merasa semua mata sedang tertuju padanya, membuatnya sedikit risih dan tidak nyaman&#xA;&#xA;&#34;Lu naik motor lambat banget kek siput, cepetan kek&#34;&#xA;&#xA;&#34;Pegangan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak usah modus lu ya, gue tau lu pas— WOYYYYYYY!!!!!&#34; Hyunsuk berseru kaget dan segera memeluk pemuda didepannya&#xA;&#xA;Tiba-tiba saja Yoshi melajukan kendaraannya dan itu sukses membuat jantungnya seperti mau copot&#xA;&#xA;&#34;Pelan-pelan aja kenapa sih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tadi pelan disuruh cepet, giliran cepet disuruh pelan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya maksudnya kan santai aja gitu loh, normal aja normal, kecepatan standar. Lu mah barusan kek lagi dikejar anjing aja, asal Lu tau gue belum mau mati&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm&#34;&#xA;&#xA;Perjalanan mereka hanya dipenuhi protesan dan Omelan Hyunsuk tentang cara Yoshi mengendarai motor yang menurutnya membahayakan nyawanya.&#xA;&#xA;Awalnya Yoshi ingin membawa Hyunsuk menuju klinik terdekat, tetapi pemuda manis itu tidak mau dan hanya minta untuk diantar pulang. Mereka bahkan berdebat dilampu merah dan menjadi pusat perhatian pengendara disekitarnya. Maka disinilah mereka berdua, di depan rumah Hyunsuk.&#xA;&#xA;&#34;Bisa gak?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ini susah banget dibukanya, lu tali mati kah?&#34; Hyunsuk kesal karena pengait helmnya tidak bisa dilepas&#xA;&#xA;Yoshi menghela nafas dan membantu Hyunsuk membuka helm &#34;lu mah bisanya apa, masang helm gabisa, ngelepas helm gabisa, naik ke motor gabisa&#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mendengus &#34;mending lu besok-besok bawa mobil aja deh, pake motor kayak gini tuh panas, debu, penuh polusi&#34;&#xA;&#xA;Yoshi pun cengo dan hanya menatap Hyunsuk yang kini berlalu meninggalkannya &#34;MAKASIHNYA MANA?&#34; teriaknya kemudian&#xA;&#xA;Hyunsuk pun berbalik dan mengacungkan jempol &#34;MAKASIHHH!!&#34;&#xA;&#xA;Yoshi menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil. Manis juga ya ternyata.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Hyunsuk berjalan dengan sedikit tertatih, berniat memukul Jihoon yang tadi tidak sengaja membuatnya jatuh. Tetapi pemuda narsis itu malah sembunyi dibalik tubuh tinggi kekasihnya.</p>

<p>Sambil mendengus dan sedikit mengomel Hyunsuk pun memilih pergi lebih dulu, ia tahu betul jika Jihoon sudah bertemu Junkyu mereka berdua akan sangat lama mengobrol.</p>

<p>“SUKKKK CHAT GUE KALAU GURUNYA UDAH DATENG!”</p>

<p>“temen lu sakit?”</p>

<p>Junkyu menoleh, menemukan rekan satu timnya berdiri tepat disampingnya “Kesenggol Jihoon, terus jatuh deh”</p>

<p>“Gak lu tolongin? Kasian”</p>

<p>Junkyu berkedip “gue??” Ujarnya sambil menunjuk diri sendiri kemudian menatap Jihoon yang sibuk memeluk sebelah tangannya.</p>

<p>Jihoon pun menampilkan wajah garang sambil kedua tangannya membentuk sebuah cakaran.</p>

<p>“Cuman nanya ya ampun”</p>

<p>“Lu aja sana tolongin gih” pita Junkyu sambil menaikkan alis</p>

<p>“Udah punya pacar belom? Kalau gue bantuin terus pacarnya dateng kan bisa kacau”</p>

<p>Junkyu dan Jihoon saling melirik dan mereka pun kompak menjawab “belum!”</p>

<p>“Udah sana gih, bantuin keburu jauh” Junkyu mendorong pundak Yoshi agar menjauh.</p>

<p>“Tapi—”</p>

<p>“Udah sana, <em>good luck</em>, gue doain hari ini langsung jadian, jangan lupa traktiran”  seru Jihoon menyemangati</p>

<p>Yoshi hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar dari kantin, tepat di samping koridor pertama ia melihat Hyunsuk sedang bersandar sambil memegang kaki kanannya yang sakit</p>

<p>“Ehhh, Lo gapapa?”</p>

<p>Hyunsuk mengibaskan tangannya “gapapa gapapa, gue gapapa” ujarnya sambil mulai melangkah tapi baru mengangkat kakinya saja Hyunsuk langsung limbung</p>

<p>“Ehhhh” Yoshi pun dengan sigap segera menahan tubuh kecil Hyunsuk yang hampir jatuh menghantam lantai</p>

<p>“Sshhhhh... Aduh, aduh”</p>

<p>“Lu beneran gapapa?”</p>

<p>Hyunsuk merilik dengan kesal “lu lihat gak sih gue kesakitan dan hampir jatuh, tandanya gue lagi gak baik-baik aja”</p>

<p>Yoshi mengangkat sebelah alisnya, dan tanpa aba-aba ia mengangkat Hyunsuk didepan tubuhnya</p>

<p>“Hehhh gila Lo ya, turunin gue” Hyunsuk terkejut, ia mengalungkan tangannya dileher pemuda Jepang itu, tetapi sesaat kemudian tangan kanannya segera bergerak memukul punggung tegap itu “lo mau bawa gue kemana, sumpah gak lucu banget, kalau ada yang lihat gimana”</p>

<p>“Makannya diem biar gak mengundang perhatian orang”</p>

<p>Hyunsuk mendengus dan memilih untuk menutup matanya, rasanya aneh ngeliat orang yang gak begitu ia kenal sedang menggendongnya. Juga jarak keduanya terlalu dekat, ia pun seketika merinding.</p>

<p>Jihoon dan Junkyu yang memerhatikan dari balik pagar hanya bisa tertawa bersama</p>

<p>“Omooo omoooo Yoshi <em>gentle</em> juga ya ternyata” ujar Jihoon sambil menutup mulutnya</p>

<p>Junkyu pun berujar dengan bangga “Ohhh jelas, ketua tim basket kita”</p>

<p>Yoshi membawa Hyunsuk ke UKS, dan disana ia menempatkan Hyunsuk pada sebuah brankar pasian. Dengan hati-hati ia melepas sepatu yang Hyunsuk gunakan, mengundang desisan sakit dari pemiliknya.</p>

<p>“Sakit?”</p>

<p>“Sakit lah” ujarnya ketus</p>

<p>Yoshi pun hanya tersenyum dan mulai memijat kaki kanan Hyunsuk dengan pelan.</p>

<p>Awalnya Hyunsuk sudah mulai terbiasa hingga tanpa diduga, tiba-tiba saja pemuda Jepang itu memelintir pergelangan kakinya kearah kiri, mengundang teriakan Hyunsuk yang terdengar sangat nyaring</p>

<p>“AAAAAAA, ADUH ADUH” dengan kesal Hyunsuk pun segera berdiri dan mengejar Yoshi, menghadiahi pemuda Jepang itu dengan pukulan bertubi-tubi “SAKIT BANGET ANJIR. ADUH SUMPAH LU YA. GILA LU MAU BIKIN KAKI GUE PATAH KAH”</p>

<p>Yoshi sebisa mungkin menangkis pukulan Hyunsuk dengan kedua tangannya, tetapi sepertinya walau bertubuh kecil, pemuda manis dihadapannya memiliki tenaga yang tidak main-main.</p>

<p>Saat Hyunsuk mulai lengah Yoshi pun segera menarik kedua tangan Hyunsuk untuk menghentikan aksi anarkisnya.</p>

<p>“Kaki Lo masih sakit?”</p>

<p>Hyunsuk mengatur nafasnya, menatap Yoshi dengan nyalang “masih lah, tambah sakit nih”</p>

<p>“Tapi kok bisa jalan?”</p>

<p>“Ehhh??” Hyunsuk dengan wajah <em>confused</em> menatap kaki kanannya, kemudian ia gerakkan untuk menginjak lantai beberapa kali “udah sembuh”</p>

<p>Yoshi hanya mengangguk dan berniat berlalu, tapi Hyunsuk segera mengerang kembali.</p>

<p>“Tapi tetap aja sakit, lu gabisa pelan-pelan apa hah? Gilak tadi tuh kaki gue kek mau patah” Hyunsuk berseru kesal dan ketika ia ingin memukul Yoshi kaki kirinya malah terkilir</p>

<p>“Aakhhh, aduhh”</p>

<p>Yoshi memeluk pemuda manis itu agar tidak jatuh. “Baru juga sembuh loh ya, lu mau gak bisa jalan karena kaki lu dua-duanya sakit?</p>

<p>Hyunsuk menggeleng sambil memanyunkan bibirnya</p>

<p>Yoshi membawanya kembali ke brankar “gak usah kemana-mana, entar kalau udah jam pulang langsung pulang”</p>

<p>Hyunsuk sedikit mencibir, tetapi ia tetap menurut dan menyandarkan tubuhnya dengan nyaman.</p>

<p>Saat bel pulang sekolah berbunyi, Hyunsuk pun ingin segera keluar dan menghampiri temannya tetapi Jihoon sudah lebih dulu muncul didepan pintu UKS.</p>

<p>“Suk maaf banget gue gabisa pulang bareng lu hari ini, mau nemenin Junkyu nyari peralatan” Jihoon berujar sambil menyerahkan tas Hyunsuk yang ia bawa</p>

<p>“Hmmm... Yaudah gapapa”</p>

<p>“Gue pinjem Jihoon dulu ya hari ini” Junkyu yang baru saja tiba langsung merangkul kekasihnya “kalau gak punya temen pulang mending dianterin temen gue aja dulu, gimana??”</p>

<p>“Ahh enggak ahh, ngerepotin”</p>

<p>“Santai aja kali, lagian rumah kalian juga satu arah”</p>

<p>“Gak usah, gue gak kenal orangnya”</p>

<p>“Lohhh? Masa gak kenal? Yang tadi nolongin lu ke UKS”</p>

<p>“HAHHHHH????” Hyunsuk berseru kaget “gak dulu deh Jun, gue bisa pulang sendiri” imbuhnya sambil menggeleng</p>

<p>Junkyu pun hanya mengangguk “yaudah sih kalau gitu, gue duluan ya, kalau lu mau nebeng dia kayaknya anaknya masih di parkiran”</p>

<p>“Ju—” Hyunsuk baru saja ingin meminta tolong kepada kedua temannya agar membawanya sampai di gerbang, tetapi ternyata pasangan absurd itu sudah pergi meninggalkannya</p>

<p>Hyunsuk menghela nafas dan bergumam dalam hati bahwa ia bisa melakukan ini semua sendirian, ia hanya keseleo bukan patah kaki, jadi ia masih bisa berjalan walau tertatih</p>

<p>Saat Hyunsuk sudah sampai di tangga terakhir, ia menemukan anak laki-laki sedang memunggunginya dengan jaket hitam dan helm full face di tangannya</p>

<p>“Ayo naik”</p>

<p>Hyunsuk melirik “gak usah, makasih”</p>

<p>“Kaki Lo masih sakit”</p>

<p>“Iya tau, tapi masih bisa jalan kok”</p>

<p>“Tambah parah loh”</p>

<p>“Gapapa, gue bisa ngesot”</p>

<p>Mungkin kesabaran Yoshi sudah sampai batasnya, maka ia menahan tangan Hyunsuk yang hendak melaluinya “cepetan naik”</p>

<p>“Gue gak mau”</p>

<p>“Choi Hyunsuk”</p>

<p>Hyunsuk pun dengan cemberut diseret mendekat, ia tetap memanyunkan bibirnya ketika Yoshi sedang memasangkan helm kepadanya</p>

<p>Yoshi pun mengernyit karena Hyunsuk belum juga naik ke motornya, ia pun kembali menoleh</p>

<p>“Kenapa?”</p>

<p>“Gabisa naik” ujarnya lirih</p>

<p>Yoshi menepuk jidatnya dan membantu Hyunsuk agar naik ke atas motornya</p>

<p>Hyunsuk pun masih tampak cemberut, motor Yoshi sangat tinggi, tidak seperti motor Jihoon yang dengan mudah dapat ia naiki.</p>

<p>Ketika mereka melewati gerbang sekolah Hyunsuk merasa semua mata sedang tertuju padanya, membuatnya sedikit risih dan tidak nyaman</p>

<p>“Lu naik motor lambat banget kek siput, cepetan kek”</p>

<p>“Pegangan”</p>

<p>“Gak usah modus lu ya, gue tau lu pas— WOYYYYYYY!!!!!” Hyunsuk berseru kaget dan segera memeluk pemuda didepannya</p>

<p>Tiba-tiba saja Yoshi melajukan kendaraannya dan itu sukses membuat jantungnya seperti mau copot</p>

<p>“Pelan-pelan aja kenapa sih”</p>

<p>“Tadi pelan disuruh cepet, giliran cepet disuruh pelan”</p>

<p>“Ya maksudnya kan santai aja gitu loh, normal aja normal, kecepatan standar. Lu mah barusan kek lagi dikejar anjing aja, asal Lu tau gue belum mau mati”</p>

<p>“Hmmm”</p>

<p>Perjalanan mereka hanya dipenuhi protesan dan Omelan Hyunsuk tentang cara Yoshi mengendarai motor yang menurutnya membahayakan nyawanya.</p>

<p>Awalnya Yoshi ingin membawa Hyunsuk menuju klinik terdekat, tetapi pemuda manis itu tidak mau dan hanya minta untuk diantar pulang. Mereka bahkan berdebat dilampu merah dan menjadi pusat perhatian pengendara disekitarnya. Maka disinilah mereka berdua, di depan rumah Hyunsuk.</p>

<p>“Bisa gak?”</p>

<p>“Ini susah banget dibukanya, lu tali mati kah?” Hyunsuk kesal karena pengait helmnya tidak bisa dilepas</p>

<p>Yoshi menghela nafas dan membantu Hyunsuk membuka helm “lu mah bisanya apa, masang helm gabisa, ngelepas helm gabisa, naik ke motor gabisa”</p>

<p>Hyunsuk mendengus “mending lu besok-besok bawa mobil aja deh, pake motor kayak gini tuh panas, debu, penuh polusi”</p>

<p>Yoshi pun cengo dan hanya menatap Hyunsuk yang kini berlalu meninggalkannya “MAKASIHNYA MANA?” teriaknya kemudian</p>

<p>Hyunsuk pun berbalik dan mengacungkan jempol “MAKASIHHH!!”</p>

<p>Yoshi menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil. Manis juga ya ternyata.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/asi-es-la-vida-si</guid>
      <pubDate>Thu, 10 Mar 2022 12:53:04 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Holiday</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/holiday?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Hyunsuk baru saja selesai mandi, sambil mengeringkan rambutnya ia berjalan keluar kamar. Hyunsuk pikir Yoshi sudah tidur, tapi ternyata Yoshi tidak ada dikamar, padahal ini sudah jam 12 malam, kemana suaminya pergi?&#xA;&#xA;“Yoshi?”&#xA;&#xA;Hyunsuk terus mengitari hotel yang sedang ia tempati malam ini, berkali-kali memanggil nama suaminya, tetapi pemuda kelahiran Jepang itu tidak ada dimana pun ia mencarinya.&#xA;&#xA;Pada akhirnya karena lelah Hyunsuk memilih abai dan kembali kekamarnya, mungkin saja suaminya sedang ada pekerjan penting, sehingga harus pergi tiba-tiba tanpa memberi tau.&#xA;&#xA;Hyunsuk memeluk tubuhnya sendiri, meremat pakaiannya yang terasa sangat dingin akibat terlalu lama berdiri diluar ruangan. Sebenarnya ia sudah mulai mengantuk, tetapi ia tidak mungkin tidur apalagi suaminya belum kembali hingga larut malam begini.&#xA;&#xA;Hyunsuk hampir saja terjatuh jika saja sebuah tangan tidak menarik pinggangnya dan ia pun merasakan sebuah lengan melingkari perutnya. Ia wangi khas yang memenuhi indra penciumannya seketika membuatnya tersenyum kecil. Ia menoleh kesamping, sedikit mengangkat wajahnya untuk melihat siapakah yang sedang memeluknya dari belakang. Dan sesuai dugaan itu adalah Yoshi, suaminya.&#xA;&#xA;“sayang, kenapa kamu belum tidur?”&#xA;&#xA;Hyunsuk memejamkan matanya begitu merasakan sebuah kecupan ringan diberikan oleh suaminya&#xA;&#xA;“maaf ya, kamu pasti nungguin aku”&#xA;&#xA;Menggeleng kecil, Hyunsuk mulai menyandarkan kepalanya di bahu suaminya&#xA;&#xA;“aku tadi udah izin ke kamu, tapi kamunya gak respon, pasti lagi tidur dikamar mandi ya?”&#xA;&#xA;Hyunsuk mengedipkan matanya, mengingat kembali apakah yang ia lakukan selama mandi tadi “hehehe” ia pun tertawa kecil&#xA;&#xA;“ngantuk kan? Ayo masuk, udah malam juga”&#xA;&#xA;“emmm” Hyunsuk menggeleng beberapa kali, menahan kedua tangan yang sedang melingkari perutnya&#xA;&#xA;“disini dingin sayang, ayo masuk”&#xA;&#xA;Hyunsuk kembali menggeleng “hangat kok”&#xA;&#xA;Yoshi pun semakin mengeratkan pelukannya, mengalah pada pilihan suami manisnya, mungkin menghabiskan waktu disini sebentar lagi tidak masalah. Ia pun mulai memejamkan matanya, dan meletakkan dagunya di pundak sempit suaminya&#xA;&#xA;“Yoshi”&#xA;&#xA;“Hmmm?”&#xA;&#xA;“ini hari terakhir kita di sini”&#xA;&#xA;Yoshi hanya mengangguk menanggapi&#xA;&#xA;“ayo nambah satu, atau dua hari lagi sebelum pulang”&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Hyunsuk baru saja selesai mandi, sambil mengeringkan rambutnya ia berjalan keluar kamar. Hyunsuk pikir Yoshi sudah tidur, tapi ternyata Yoshi tidak ada dikamar, padahal ini sudah jam 12 malam, kemana suaminya pergi?</p>

<p>“Yoshi?”</p>

<p>Hyunsuk terus mengitari hotel yang sedang ia tempati malam ini, berkali-kali memanggil nama suaminya, tetapi pemuda kelahiran Jepang itu tidak ada dimana pun ia mencarinya.</p>

<p>Pada akhirnya karena lelah Hyunsuk memilih abai dan kembali kekamarnya, mungkin saja suaminya sedang ada pekerjan penting, sehingga harus pergi tiba-tiba tanpa memberi tau.</p>

<p>Hyunsuk memeluk tubuhnya sendiri, meremat pakaiannya yang terasa sangat dingin akibat terlalu lama berdiri diluar ruangan. Sebenarnya ia sudah mulai mengantuk, tetapi ia tidak mungkin tidur apalagi suaminya belum kembali hingga larut malam begini.</p>

<p>Hyunsuk hampir saja terjatuh jika saja sebuah tangan tidak menarik pinggangnya dan ia pun merasakan sebuah lengan melingkari perutnya. Ia wangi khas yang memenuhi indra penciumannya seketika membuatnya tersenyum kecil. Ia menoleh kesamping, sedikit mengangkat wajahnya untuk melihat siapakah yang sedang memeluknya dari belakang. Dan sesuai dugaan itu adalah Yoshi, suaminya.</p>

<p>“sayang, kenapa kamu belum tidur?”</p>

<p>Hyunsuk memejamkan matanya begitu merasakan sebuah kecupan ringan diberikan oleh suaminya</p>

<p>“maaf ya, kamu pasti nungguin aku”</p>

<p>Menggeleng kecil, Hyunsuk mulai menyandarkan kepalanya di bahu suaminya</p>

<p>“aku tadi udah izin ke kamu, tapi kamunya gak respon, pasti lagi tidur dikamar mandi ya?”</p>

<p>Hyunsuk mengedipkan matanya, mengingat kembali apakah yang ia lakukan selama mandi tadi “hehehe” ia pun tertawa kecil</p>

<p>“ngantuk kan? Ayo masuk, udah malam juga”</p>

<p>“emmm” Hyunsuk menggeleng beberapa kali, menahan kedua tangan yang sedang melingkari perutnya</p>

<p>“disini dingin sayang, ayo masuk”</p>

<p>Hyunsuk kembali menggeleng “hangat kok”</p>

<p>Yoshi pun semakin mengeratkan pelukannya, mengalah pada pilihan suami manisnya, mungkin menghabiskan waktu disini sebentar lagi tidak masalah. Ia pun mulai memejamkan matanya, dan meletakkan dagunya di pundak sempit suaminya</p>

<p>“Yoshi”</p>

<p>“Hmmm?”</p>

<p>“ini hari terakhir kita di sini”</p>

<p>Yoshi hanya mengangguk menanggapi</p>

<p>“ayo nambah satu, atau dua hari lagi sebelum pulang”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/holiday</guid>
      <pubDate>Sun, 28 Nov 2021 17:38:39 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Holiday</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/hyunsuk-baru-saja-selesai-mandi-sambil-mengeringkan-rambutnya-ia-berjalan?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Hyunsuk baru saja selesai mandi, sambil mengeringkan rambutnya ia berjalan keluar kamar. Hyunsuk pikir Yoshi sudah tidur, tapi ternyata Yoshi tidak ada dikamar, padahal ini sudah jam 12 malam, kemana suaminya pergi?&#xA;“Yoshi?”&#xA;Hyunsuk terus mengitari hotel yang sedang ia tempati malam ini, berkali-kali memanggil nama suaminya, tetapi pemuda kelahiran Jepang itu tidak ada dimana pun ia mencarinya.&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Hyunsuk baru saja selesai mandi, sambil mengeringkan rambutnya ia berjalan keluar kamar. Hyunsuk pikir Yoshi sudah tidur, tapi ternyata Yoshi tidak ada dikamar, padahal ini sudah jam 12 malam, kemana suaminya pergi?
“Yoshi?”
Hyunsuk terus mengitari hotel yang sedang ia tempati malam ini, berkali-kali memanggil nama suaminya, tetapi pemuda kelahiran Jepang itu tidak ada dimana pun ia mencarinya.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/hyunsuk-baru-saja-selesai-mandi-sambil-mengeringkan-rambutnya-ia-berjalan</guid>
      <pubDate>Sun, 28 Nov 2021 17:23:50 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>What Happened? </title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/what-happened?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;Jaden baru saja keluar dari kelasnya ketika hari sudah beranjak sore. banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berkeliaran didepan gedung kampus, mereka sudah bersiap untuk pulang&#xA;&#xA;&#34;heyy jaden&#34;&#xA;&#xA;&#34;mm?&#34; ia hanya bergumam ketika seseorang menepuk punggungnya dari belakang &#xA;&#xA;&#34;kenapa kau tidak bilang?&#34;&#xA;&#xA;&#34;apa?&#34; dengan bingung ia menoleh kearah samping&#xA;&#xA;&#34;kau punya hubungan khusus dengannya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;siapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ahhhhh jangan pura-pura tidak tahu&#34;&#xA;&#xA;&#34;kau bicar ap-&#34;&#xA;&#xA;&#34;JADEN!!!&#34;&#xA;&#xA;&#34;kenapa Jack?&#34;&#xA;&#xA;&#34;apa kau tidak akan kesana? Dia sudah menunggu mu terlalu lama, hampir dua jam&#34;&#xA;&#xA;&#34;dia? Dia siapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Danny&#34;&#xA;&#xA;&#34;DANNY? DIMANA DIA?&#34; Jaden berseru terkejut &#xA;&#xA;&#34;di parkiran fakultas&#34;&#xA;&#xA;&#34;a-astaga terimakasih Jack&#34; ia pun menepuk pundak sahabatnya dan dengan tergesa beranjak pergi&#xA;&#xA;&#34;JADENN! KAU BELUM MENJAWAB PERTANYAAN KUU!!!!&#34;&#xA;&#xA;&#34;akan ku ceritakan lain kali Hannn!&#34;&#xA;&#xA;&#34;ahhhh anak itu, tumben sekali?&#34;&#xA;&#xA;&#34;apa mungkin mereka berkencan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jaden? Dengan Danny?&#34;&#xA;&#xA;&#34;tidak ada yang tidak mungkin bukan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;bukankah ini terlalu tiba-tiba?&#34;&#xA;&#xA;&#34;siapa tau saja mereka menyembunyikan hubungan mereka?&#34;&#xA;&#xA;&#34;mungkin saja&#34;&#xA;&#xA;Jaden berjalan terburu-buru mendapati kerumunan kecil di depan sebuah mobil asing yang sedang terparkir apik. Lamborghini Aventador S Roadster limited edition berwarna ungu metallic yang sangat mengkilap. Kehadirannya begitu kontras diantara mobil lainnya. &#xA;&#xA;Dari tempatnya berdiri ia dapat melihat senyum manis dari sang pemilik mobil. Gaya pakaiannya sangat mencolok diantara kerumunan yang ada, rambut hitamnya terlihat masih rapi walau hari sudah mulai beranjak sore. &#xA;&#xA;&#34;Danny?&#34;&#xA;&#xA;&#34;haiii&#34;&#xA;&#xA;&#34;ada apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;tidak ada&#34; ujarnya acuh &#34;apa kau sudah akan pulang?&#34;&#xA;&#xA;&#34;hmm&#34;&#xA;&#xA;&#34;ayo ikut dengan ku sebentar&#34; pemuda manis itu tersenyum, menarik tangannya dan menyerahkan sebuah kunci mobil. Gerakan matanya mengisyaratkan agar ia segera masuk dan mengemudikan mobil&#xA;&#xA;Jaden hanya terdiam, dan perlahan kerumunan itu mulai membubarkan diri tanpa diminta. Tanpa menolak Jaden mengikuti sang pemilik mobil yang sudah lebih dulu masuk&#xA;&#xA;Keduanya duduk dalam keheningan, mobil pun melanju dengan pelan menjauh dari lingkungan kampus. Melirik pemuda manis yang duduk disampingnya seketika membuat jantungnya berdetak semakin cepat. Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Ia tidak tau apa yang akan mereka lakukan nantinya&#xA;&#xA;&#34;kita.... Mau kemana?&#34; setelah mulai memasuki daerah perkotaan Jaden pun mulai membuka suara. Sungguh ia tidak tau arah dan tujuan yang pemuda manis itu inginkan, jadi lebih baik bertanya dari pada tersesat dijalan bukan? &#xA;&#xA;&#34;apa kau sibuk setelah ini?&#34;&#xA;&#xA;&#34;tidak&#34;&#xA;&#xA;&#34;besok?&#34;&#xA;&#xA;&#34;tidak juga&#34;&#xA;&#xA;&#34;bagus&#34;&#xA;&#xA;&#34;hmm?&#34;&#xA;&#xA;Jaden tentu saja sangat bingung, ia diminta mengendarai mobil hingga sejauh ini tetapi pemuda itu masih tidak memberitahu apa yang sebenarnya akan mereka lakukan&#xA;&#xA;&#34;jadi?&#34;&#xA;&#xA;&#34;kau tau, ada festival lampion di teluk malam ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;hmm... Lalu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;mau menontonnya bersama ku?&#34;&#xA;&#xA;Danny yang masih terus menatap Jaden mulai mengernyit bingung melihat lelaki itu yang terlihat sedikit pucat. Pertanyaannya sama sekali terabaikan. &#xA;&#xA;&#34;Jad? Kamu... Kenapa?&#34; dan ia pun mulai menyentuh lengannya&#xA;&#xA;&#34;a-aku aku gak apa-apa kok&#34;&#xA;&#xA;Jaden merasa jantungnya berdetak hingga 10 kali lipat, tangannya sedikit gemetar dan tanpa sengaja ia menginjak rem dengan mendadak&#xA;&#xA;&#34;JADENNNNNNN!&#34; Danny berteriak panik menahan tubuhnya agar tidak terbentur dashboard mobilnya. Setelah itu ia memegang dadanya yang terasa seperti mau pindah ke perut. &#xA;&#xA;&#34;DANNY? ka-kamu kamu gak apa-apa kan?&#34; Jaden pun tak kalah panik ketika menatap Danny disampingnya &#xA;&#xA;&#34;enggak enggak, aku gak apa-apa, ka-mu kamu gimana? Kamu gak apa-apa?&#34; Danny memiringkan tubuhnya menatap dengan lekat pemuda yang saat ini sedang duduk dikursi kemudi&#xA;&#xA;&#34;aku juga gak apa-apa kok&#34;&#xA;&#xA;&#34;syukurlah&#34; &#xA;&#xA;&#34;maaf ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;kenapa?&#34; tanyanya bingung&#xA;&#xA;&#34;aku hampir bikin kamu celaka&#34;&#xA;&#xA;&#34;enggak kok enggak, lagian kita kan masih selamat&#34; &#xA;&#xA;Dan Jaden pun hanya menggeleng kecil sambil memijat kepalanya. Astaga sebenarnya apa yang sedang terjadi padanya saat ini? Kenapa bisa ia seceroboh ini? &#xA;&#xA;Perlahan tangan Danny bergerak untuk menyentuh lengan pemuda itu, terlihat sorot khawatir dari matanya &#34;kamu sakit ya? Kita pulang aja ya kalau gitu?&#34;&#xA;&#xA;Jaden menggeleng ia kembali berdebar tetapi kini ditambah dengan hatinya yang seperti tercubit sakit. Melihat mata indah yang selalu bersinar itu mulai redup dan terlihat sedih &#34;aku gak apa-apa Dan&#34;&#xA;&#xA;Danny pun ikut menggeleng &#34;kalau gitu kita ke rumah sakit aja&#34; dan tangan kecilnya pun bergerak berusaha melepaskan seatbelt &#xA;&#xA;Jaden menatap dengan panik, menahan tangan yang lebih kecil, mencegahnya untuk keluar dari mobil &#34;Dannn.. Aku gak apa-apa, beneran deh. Gak usah pulang kita udah setengah jalan udah hampir sampai kan? Aku gak apa-apa, aku masih bisa nyetir sampe sana&#34;&#xA;&#xA;&#34;enggak, biar aku aja yang bawa, kita pulang atau kerumah sakit aja&#34;&#xA;&#xA;Reflek tangannya menyentuh pipi lembut itu membawanya mendekat agar bisa ia tatap &#34;Dann... Percaya deh sama aku. Jangan sedih gini kita mau lihat festival lampion kan?&#34; dan sebuah anggukan ia terima &#xA;&#xA;&#34;kalau kita gak berangkat sekarang, nanti festivalnya keburu habis. Gimana kalau kita juga ikut nerbangin lampion? Jangan cuman ngelihatin?&#34;&#xA;&#xA;Danny terdiam sesaat, ia sedikit ragu tetapi ia juga ingin menyaksikannya &#xA;&#xA;&#34;kamu tau gak, kalau kita nerbangin lampion sambil ngucapin satu permintaan, cepat atau lambat pasti bakal segera dikabulkan&#34;&#xA;&#xA;&#34;iya kah?&#34; Danny sedikit ragu, jika membicarakan tentang dongeng harapan dan permintaan yang terbang bersama lampion ia sudah sering mendengarnya. Teapi kali ini rasanya sedikit berbeda&#xA;&#xA;&#34;oke, kita lanjut perjalanan kan?&#34; &#xA;&#xA;Melihat lawan bicaranya mengangguk Jaden pun merasa sangat lega, semoga mereka bisa sampai tepat waktu, jadi bisa ikut menerbangkan lampion bersama. Dan semoga saja saat sampai sana Danny sudah kembali ceria, tersenyum begitu cantik seperti saat pertama kali mereka bertemu&#xA;&#xA;Dan kini satu harapan kecilnya sudah terkabul, ia dapat melihat Danny kembali riang tertawa begitu senang hingga matanya yang mulai menyabit dengan cantik. Senyum manisnya tidak luntur ketika menyapa beberapa teman dan orang yang ia kenali. Dan Jaden tidak bisa mengalihkan pandangannya walau sedetik pun. &#xA;&#xA;&#34;Jad, ini satu buat kamu&#34;&#xA;&#xA;Jaden hanya menerima dalan diam, lampion yang mereka pegang tampak sangat berbeda dengan milik pengunjung lainnya. Terlihat lebih besar dan mewah dengan ukiran klasik yang khas disetiap sudutnya. &#xA;&#xA;Sebentar? Bagaimana bisa Danny mendapatkan ini? Apa jangan-jangan... &#xA;&#xA;Begitu ia mengangkat wajahnya dan mencari keberadaan pemuda manis itu ternyata Danny sudah tidak ada dihadapannya lagi. &#xA;&#xA;Astaga, kemana anak itu? Bagaimana jika dia hilang? Diculik atau tersesat? Tempat ini begitu ramai dan ia tidak yakin dapat menemukan anak itu dengan mudah&#xA;&#xA;&#34;Jaden, apa yang kau lakukan? Aku memanggil mu sejak tadi&#34;&#xA;&#xA;Merasakan tarikan pelan pada tangannya Jaden otomatis menoleh dan ia pun dapat melihat Danny bertanya dengan bingung sambil terus memegang tangannya. Karena merasa lega bahkan tanpa permisi dan ragu ia mulai menarik pemuda manis itu untuk mendekat &#34;astaga aku mencari mu&#34;&#xA;&#xA;&#34;aku? Aku sini. Kenapa begitu khawatir?&#34;&#xA;&#xA;&#34;tempat ini terlalu luas dan sangat ramai, jika kau hilang atau tersesat dimana aku bisa mencari mu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;hahaha itu tidak akan terjadi, tenang saja&#34;&#xA;&#xA;Danny terkekeh ringan dan kembali menarik tangannya, membawanya menjauh dari kerumunan menuju tempat lain yang terlihat sangat elegan. &#xA;&#xA;Seketika jantungnya berdetak semakin cepat, astaga mengapa selalu seperti ini ketika Danny menyentuh tangannya. Rasanya seperti tersengat listrik tetapi ia menyukai sensasinya. Ia suka ketika merasa berdebar, seperti ada ribuan kupu-kupu menggelitiknya. Membuatnya terus tersenyum seperti orang gila sepanjang waktu&#xA;&#xA;Choi Danny, sebenarnya apa yang kau lakukan? &#xA;&#xA;Apakah ini semacam sihir? &#xA;&#xA;Aku merasa terus tertarik kearah mu&#xA;&#xA;Seperti sebuah magnet aku tidak ingin berpisah &#xA;&#xA;Bagaimana ini tuhan? Apakah aku boleh berharap lebih? &#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Jaden baru saja keluar dari kelasnya ketika hari sudah beranjak sore. banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berkeliaran didepan gedung kampus, mereka sudah bersiap untuk pulang</p>

<p>“heyy jaden”</p>

<p>“mm?” ia hanya bergumam ketika seseorang menepuk punggungnya dari belakang</p>

<p>“kenapa kau tidak bilang?”</p>

<p>“apa?” dengan bingung ia menoleh kearah samping</p>

<p>“kau punya hubungan khusus dengannya?”</p>

<p>“siapa?”</p>

<p>“ahhhhh jangan pura-pura tidak tahu”</p>

<p>“kau bicar ap-”</p>

<p>“JADEN!!!”</p>

<p>“kenapa Jack?”</p>

<p>“apa kau tidak akan kesana? Dia sudah menunggu mu terlalu lama, hampir dua jam”</p>

<p>“dia? Dia siapa?”</p>

<p>“Danny”</p>

<p>“DANNY? DIMANA DIA?” Jaden berseru terkejut</p>

<p>“di parkiran fakultas”</p>

<p>“a-astaga terimakasih Jack” ia pun menepuk pundak sahabatnya dan dengan tergesa beranjak pergi</p>

<p>“JADENN! KAU BELUM MENJAWAB PERTANYAAN KUU!!!!”</p>

<p>“akan ku ceritakan lain kali Hannn!”</p>

<p>“ahhhh anak itu, tumben sekali?”</p>

<p>“apa mungkin mereka berkencan?”</p>

<p>“Jaden? Dengan Danny?”</p>

<p>“tidak ada yang tidak mungkin bukan?”</p>

<p>“bukankah ini terlalu tiba-tiba?”</p>

<p>“siapa tau saja mereka menyembunyikan hubungan mereka?”</p>

<p>“mungkin saja”</p>

<p>Jaden berjalan terburu-buru mendapati kerumunan kecil di depan sebuah mobil asing yang sedang terparkir apik. <em>Lamborghini Aventador S Roadster limited edition</em> berwarna ungu <em>metallic</em> yang sangat mengkilap. Kehadirannya begitu kontras diantara mobil lainnya.</p>

<p>Dari tempatnya berdiri ia dapat melihat senyum manis dari sang pemilik mobil. Gaya pakaiannya sangat mencolok diantara kerumunan yang ada, rambut hitamnya terlihat masih rapi walau hari sudah mulai beranjak sore.</p>

<p>“Danny?”</p>

<p>“haiii”</p>

<p>“ada apa?”</p>

<p>“tidak ada” ujarnya acuh “apa kau sudah akan pulang?”</p>

<p>“hmm”</p>

<p>“ayo ikut dengan ku sebentar” pemuda manis itu tersenyum, menarik tangannya dan menyerahkan sebuah kunci mobil. Gerakan matanya mengisyaratkan agar ia segera masuk dan mengemudikan mobil</p>

<p>Jaden hanya terdiam, dan perlahan kerumunan itu mulai membubarkan diri tanpa diminta. Tanpa menolak Jaden mengikuti sang pemilik mobil yang sudah lebih dulu masuk</p>

<p>Keduanya duduk dalam keheningan, mobil pun melanju dengan pelan menjauh dari lingkungan kampus. Melirik pemuda manis yang duduk disampingnya seketika membuat jantungnya berdetak semakin cepat. Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Ia tidak tau apa yang akan mereka lakukan nantinya</p>

<p>“kita.... Mau kemana?” setelah mulai memasuki daerah perkotaan Jaden pun mulai membuka suara. Sungguh ia tidak tau arah dan tujuan yang pemuda manis itu inginkan, jadi lebih baik bertanya dari pada tersesat dijalan bukan?</p>

<p>“apa kau sibuk setelah ini?”</p>

<p>“tidak”</p>

<p>“besok?”</p>

<p>“tidak juga”</p>

<p>“bagus”</p>

<p>“hmm?”</p>

<p>Jaden tentu saja sangat bingung, ia diminta mengendarai mobil hingga sejauh ini tetapi pemuda itu masih tidak memberitahu apa yang sebenarnya akan mereka lakukan</p>

<p>“jadi?”</p>

<p>“kau tau, ada festival lampion di teluk malam ini”</p>

<p>“hmm... Lalu?”</p>

<p>“mau menontonnya bersama ku?”</p>

<p>Danny yang masih terus menatap Jaden mulai mengernyit bingung melihat lelaki itu yang terlihat sedikit pucat. Pertanyaannya sama sekali terabaikan.</p>

<p>“Jad? Kamu... Kenapa?” dan ia pun mulai menyentuh lengannya</p>

<p>“a-aku aku gak apa-apa kok”</p>

<p>Jaden merasa jantungnya berdetak hingga 10 kali lipat, tangannya sedikit gemetar dan tanpa sengaja ia menginjak rem dengan mendadak</p>

<p>“JADENNNNNNN!” Danny berteriak panik menahan tubuhnya agar tidak terbentur dashboard mobilnya. Setelah itu ia memegang dadanya yang terasa seperti mau pindah ke perut.</p>

<p>“DANNY? ka-kamu kamu gak apa-apa kan?” Jaden pun tak kalah panik ketika menatap Danny disampingnya</p>

<p>“enggak enggak, aku gak apa-apa, ka-mu kamu gimana? Kamu gak apa-apa?” Danny memiringkan tubuhnya menatap dengan lekat pemuda yang saat ini sedang duduk dikursi kemudi</p>

<p>“aku juga gak apa-apa kok”</p>

<p>“syukurlah”</p>

<p>“maaf ya?”</p>

<p>“kenapa?” tanyanya bingung</p>

<p>“aku hampir bikin kamu celaka”</p>

<p>“enggak kok enggak, lagian kita kan masih selamat”</p>

<p>Dan Jaden pun hanya menggeleng kecil sambil memijat kepalanya. Astaga sebenarnya apa yang sedang terjadi padanya saat ini? Kenapa bisa ia seceroboh ini?</p>

<p>Perlahan tangan Danny bergerak untuk menyentuh lengan pemuda itu, terlihat sorot khawatir dari matanya “kamu sakit ya? Kita pulang aja ya kalau gitu?”</p>

<p>Jaden menggeleng ia kembali berdebar tetapi kini ditambah dengan hatinya yang seperti tercubit sakit. Melihat mata indah yang selalu bersinar itu mulai redup dan terlihat sedih “aku gak apa-apa Dan”</p>

<p>Danny pun ikut menggeleng “kalau gitu kita ke rumah sakit aja” dan tangan kecilnya pun bergerak berusaha melepaskan <em>seatbelt</em></p>

<p>Jaden menatap dengan panik, menahan tangan yang lebih kecil, mencegahnya untuk keluar dari mobil “Dannn.. Aku gak apa-apa, beneran deh. Gak usah pulang kita udah setengah jalan udah hampir sampai kan? Aku gak apa-apa, aku masih bisa nyetir sampe sana”</p>

<p>“enggak, biar aku aja yang bawa, kita pulang atau kerumah sakit aja”</p>

<p>Reflek tangannya menyentuh pipi lembut itu membawanya mendekat agar bisa ia tatap “Dann... Percaya deh sama aku. Jangan sedih gini kita mau lihat festival lampion kan?” dan sebuah anggukan ia terima</p>

<p>“kalau kita gak berangkat sekarang, nanti festivalnya keburu habis. Gimana kalau kita juga ikut nerbangin lampion? Jangan cuman ngelihatin?”</p>

<p>Danny terdiam sesaat, ia sedikit ragu tetapi ia juga ingin menyaksikannya</p>

<p>“kamu tau gak, kalau kita nerbangin lampion sambil ngucapin satu permintaan, cepat atau lambat pasti bakal segera dikabulkan”</p>

<p>“iya kah?” Danny sedikit ragu, jika membicarakan tentang dongeng harapan dan permintaan yang terbang bersama lampion ia sudah sering mendengarnya. Teapi kali ini rasanya sedikit berbeda</p>

<p>“oke, kita lanjut perjalanan kan?”</p>

<p>Melihat lawan bicaranya mengangguk Jaden pun merasa sangat lega, semoga mereka bisa sampai tepat waktu, jadi bisa ikut menerbangkan lampion bersama. Dan semoga saja saat sampai sana Danny sudah kembali ceria, tersenyum begitu cantik seperti saat pertama kali mereka bertemu</p>

<p>Dan kini satu harapan kecilnya sudah terkabul, ia dapat melihat Danny kembali riang tertawa begitu senang hingga matanya yang mulai menyabit dengan cantik. Senyum manisnya tidak luntur ketika menyapa beberapa teman dan orang yang ia kenali. Dan Jaden tidak bisa mengalihkan pandangannya walau sedetik pun.</p>

<p>“Jad, ini satu buat kamu”</p>

<p>Jaden hanya menerima dalan diam, lampion yang mereka pegang tampak sangat berbeda dengan milik pengunjung lainnya. Terlihat lebih besar dan mewah dengan ukiran klasik yang khas disetiap sudutnya.</p>

<p>Sebentar? Bagaimana bisa Danny mendapatkan ini? Apa jangan-jangan...</p>

<p>Begitu ia mengangkat wajahnya dan mencari keberadaan pemuda manis itu ternyata Danny sudah tidak ada dihadapannya lagi.</p>

<p>Astaga, kemana anak itu? Bagaimana jika dia hilang? Diculik atau tersesat? Tempat ini begitu ramai dan ia tidak yakin dapat menemukan anak itu dengan mudah</p>

<p>“Jaden, apa yang kau lakukan? Aku memanggil mu sejak tadi”</p>

<p>Merasakan tarikan pelan pada tangannya Jaden otomatis menoleh dan ia pun dapat melihat Danny bertanya dengan bingung sambil terus memegang tangannya. Karena merasa lega bahkan tanpa permisi dan ragu ia mulai menarik pemuda manis itu untuk mendekat “astaga aku mencari mu”</p>

<p>“aku? Aku sini. Kenapa begitu khawatir?”</p>

<p>“tempat ini terlalu luas dan sangat ramai, jika kau hilang atau tersesat dimana aku bisa mencari mu?”</p>

<p>“hahaha itu tidak akan terjadi, tenang saja”</p>

<p>Danny terkekeh ringan dan kembali menarik tangannya, membawanya menjauh dari kerumunan menuju tempat lain yang terlihat sangat elegan.</p>

<p>Seketika jantungnya berdetak semakin cepat, astaga mengapa selalu seperti ini ketika Danny menyentuh tangannya. Rasanya seperti tersengat listrik tetapi ia menyukai sensasinya. Ia suka ketika merasa berdebar, seperti ada ribuan kupu-kupu menggelitiknya. Membuatnya terus tersenyum seperti orang gila sepanjang waktu</p>

<p>Choi Danny, sebenarnya apa yang kau lakukan?</p>

<p>Apakah ini semacam sihir?</p>

<p>Aku merasa terus tertarik kearah mu</p>

<p>Seperti sebuah magnet aku tidak ingin berpisah</p>

<p>Bagaimana ini tuhan? Apakah aku boleh berharap lebih?</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/what-happened</guid>
      <pubDate>Sun, 10 Oct 2021 12:26:23 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Shivers</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/shiver?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Shivers&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Pemuda berambut silver itu berjalan tergesa, membawa beberapa tumpuk kertas ditangannya juga sebuah gas hitam besar di belakang punggungnya &#xA;&#xA;Harusnya akhir pekan begini ia bisa beristirahat tetapi karena ia ketua kelas maka ia memiliki lebih banyak tanggung jawab bahkan hingga dipenghujung hari libur begini&#xA;&#xA;Seperti hari ini, ia harus seharian ke kampus untuk menunggu teman-temannya yang belum mengunpulkan tugas makalah perbaikan nilai&#xA;&#xA;Dan karena ia ketiduran di perpustakaan jadi sinilah ia, berlarian di sepanjang koridor fakultas kesenian untuk mengejar dosennya yang ternyata sudah beranjak pulang&#xA;&#xA;Selain tergesa ia juga bingung menusuri koridor fakultas kesenian yang asing. Bayangkan saja ia adalah salah satu mahasiswa dari Fakultas MIPA dan ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki kedaerah Fakultas Kesenian, tentu saja ia bingung setengah mati&#xA;&#xA;Didepannya terdapat mading besar yang terkesan sangat abstrak karena banyaknya kertas dan coretan yang menghiasinya juga sticky note yang menghiasinya. Sekarang ia harus berbelok kemana? Kekanan atau kekiri? &#xA;&#xA;Baiklah, mari kita tanya saja di grup, mungkin ada teman sekelasnya yang tau? &#xA;&#xA;&#34;awwwww&#34;&#xA;&#xA;&#34;ehhh?&#34;&#xA;&#xA;Pemuda itu tersentak kaget saat ia tidak sengaja menabrak seseorang karena sibuk memainkan ponselnya&#xA;&#xA;&#34;ohhh maaf, biar ku bantu&#34;&#xA;&#xA;&#34;tidak apa-apa&#34;&#xA;&#xA;&#34;maaf ya?&#34; &#xA;&#xA;&#34;hmm, terimakasih&#34; ia pun menerima uluran beberapa lembar kertasnya yang baru saja tercecer dilantai&#xA;&#xA;&#34;kau sepertinya bukan dari Fakultas Seni? Apa ada yang bisa ku bantu?&#34;&#xA;&#xA;Pemuda itu mengedip pelan, menatap lawan bicaranya yang baru saja ia tabrak tadi &#34;ahhhh.. Aku mencari ruangan bu Anita, apa kau tau?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ohhhh tentu, ayo ku antarkan&#34;&#xA;&#xA;&#34;ehhh tidak perlu, tunjukkan saja jalannya&#34;&#xA;&#xA;&#34;oke, belok ke kiri, jalan terus sepanjang koridor ini lalu belok kanan jalan terus sampai ketemu tanaman pembatas dengan patung besar nahh disamping kirinya ada ruangan Dosen tinggat 3, masuk aja kesitu, tinggal tanya sama yang jaga meja depan&#34;&#xA;&#xA;&#34;terimakasih&#34;&#xA;&#xA;&#34;terimakasih kembali&#34;&#xA;&#xA;Pemuda itu pun berlalu setelah mengangguk beberapa kali tanda mengerti &#xA;&#xA;&#34;okeee jalan terus sepanjang koridor ini&#34; monolongnya pelan&#xA;&#xA;Setelah mengantar tumpukan tugasnya, pemuda itu kemudian berlalu dengan perasaan lega. Kakinya yang panjang berjalan menyusuri lorong Fakultas Kesenian yang tampak sudah sangat sepi. &#xA;&#xA;Tentu saja sepi, ini sudah masuk akhir pekan juga sebentar lagi akan libur semester. Tentu sudah banyak siswa yang santai dan bersenang senang diluar sana. &#xA;&#xA;Hari sudah semakin sore dan tentu saja udara mulai terasa dingin juga langit yang mulai menggelap pertanda malam akan segera tiba&#xA;&#xA;Sayup ia mendengar riuh suara bising, suaranya terdengar dekat. Mungkin ada yang mengadakan sebuah acara didekat sini? Apa Fakultas Kesenian sedang ada perayaan? &#xA;&#xA;Terlihat dari beberapa mahasiswa yang berlalu lalang dari satu arah. S&#xA;Ia melihat sebuah titik tempat yang masih ramai oleh kehadiran mahasiswa juga banyaknya gemerlap lampu kecil warna warni yang menggantung didepan lobby aula kesenian&#xA;&#xA;Ohhh ternyata benar, Fakultas Kesenian tampak sangat meriah dengan sebuah panggung besar juga beberapa stand kecil yang berjajar didepan aula&#xA;&#xA;Sedikitnya, pemuda berambut silver itu tertarik untuk melihat sedikit lebih jauh mengenai ramai kegiatan  yang sedang disuguhkan dihadapannya&#xA;&#xA;Tampaknya menarik, ia boleh masuk kan? Lagipula ini masih lingkungan kampusnya, apa ia perlu membeli tiket untuk masuk? Atau bagaimana? &#xA;&#xA;&#34;heiiii&#34;&#xA;&#xA;&#34;yaaa?&#34; pemuda berambut silver itu terperanjat kaget menerima sebuah tepukan di bahu kirinya&#xA;&#xA;&#34;kau masih sini?&#34;&#xA;&#xA;Ia menggaruk tengkuknya pelan &#34;iya, kebetulan lewat sini&#34;&#xA;&#xA;&#34;udah selesai nganter tugasnya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;seperti yang kau lihat&#34; ia membuka kedua tangannya yang sudah tidak lagi membawa tumpukan kertas seperti saat mereka bertemu pertama kali tadi&#xA;&#xA;&#34;kau ingin masuk?&#34;&#xA;&#xA;Ia mengangkat kedua tangannya dan melambai pelan tanda menolak &#34;tidak usah, aku tidak punya tiket&#34;&#xA;&#xA;Terlihat pemuda dengan pakaian yang agak sedikit aneh dihadapannya tertawa pelan. &#xA;&#xA;Dengan celana Jeans panjang yang robek disana sini, juga sepatu off white keluaran terbaru berwarna putih dengan corak ungu hitam juga tali sepatu yang berbeda warna terlihat sangat mencolok. &#xA;&#xA;Pakainya juga tidak kalah nyentrik dengan perpaduan kaus hitam ditimpa jaket denim navy yang tampak sangat berbeda dari biasanya karena mungkin sudah rombak oleh pemakainya. &#xA;&#xA;Beberapa kalung yang dipakai juga terlihat mengkilap dan liontin yang menggantung tampak berat menghiasi lehernya. &#xA;&#xA;Sebuah anting-anting panjang juga beberapa piercing ditelinganya. Tambutnya hitam tertutup beret dan terlihat lebih panjang di bagian belakang &#xA;&#xA;Ohh dan jangan lupa sebuah jam tangan mahal yang berada ditangan kanannya, beberapa gelang perak juga ada ditangan kirinya. Sebuah tas hitam dengan merek Chanel berada di lengan kirinya juga sebuah fame Gentle Monster yang menutupi matanya&#xA;&#xA;&#34;heiiiii&#34; tangannya yang kecil itu mulai melambai didepan wajah &#34;mau masuk tidak?&#34;&#xA;&#xA;Pemuda berambut silver itu tersadar dari lamunannya, sedikit menimang ajakan pemuda sebayanya yang terlihat sedang menanti jawaban darinya&#xA;&#xA;&#34;kau tidak perlu tiket, kau bisa datang sebagai tamu undangan ku&#34; terlihat pemuda yang baru ia temui itu tersenyum manis dan melepas kaca matanya&#xA;&#xA;Ia terdiam, apa maksudnya? Apakah itu berarti si rambut hitam ini yang mengadakan acara sebesar ini? Tapi jika dilihat dari pakaian dan nominal semua harga barang yang dia kenakan sepertinya ini bukan hal yang mustahil bukan? &#xA;&#xA;&#34; siapa namamu?&#34; si rambut hitam mengulurkan tangannya&#xA;&#xA;&#34;Jaden&#34; dan pemuda berambut silver itu pun mengulurkan tangannya menjabat tangan sang penanya &#34;dan kamu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Danny&#34; balasnya dengan sebuah senyuman manis yang  belum luntur dari wajahnya,  juga matanya yang ikut menyipit membentuk sabit&#xA;&#xA;&#34;ini... acara apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ayo masuk, akan ku tunjukan ini acara apa&#34; &#xA;&#xA;Bahkan tanpa beban dan sungkan, tangan kecil itu menariknya menjauh, membawanya berlari menyusuri gemerlap lampu yang menghiasi jalanan sepanjang mata memandang. Juga suasana tenang karena malam mulai menyapa &#xA;&#xA;Kemana? Kemana ia akan dibawa pergi? &#xA;&#xA;Dan mengapa ia sama sekali tidak menolak? &#xA;&#xA;Mengapa ia dengan sukarela ikut berlari dan sesekali tertawa&#xA;&#xA;Mengapa ia merasa seperti ada sebuah magnet yang menariknya agar terus mengikuti kemana pun tangan kecil itu membawanya pergi &#xA;&#xA;Dan... &#xA;&#xA;Ohh? &#xA;&#xA;Perasaan apa ini? &#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Shivers</strong></p>

<hr/>

<p>Pemuda berambut <em>silver</em> itu berjalan tergesa, membawa beberapa tumpuk kertas ditangannya juga sebuah gas hitam besar di belakang punggungnya</p>

<p>Harusnya akhir pekan begini ia bisa beristirahat tetapi karena ia ketua kelas maka ia memiliki lebih banyak tanggung jawab bahkan hingga dipenghujung hari libur begini</p>

<p>Seperti hari ini, ia harus seharian ke kampus untuk menunggu teman-temannya yang belum mengunpulkan tugas makalah perbaikan nilai</p>

<p>Dan karena ia ketiduran di perpustakaan jadi sinilah ia, berlarian di sepanjang koridor fakultas kesenian untuk mengejar dosennya yang ternyata sudah beranjak pulang</p>

<p>Selain tergesa ia juga bingung menusuri koridor fakultas kesenian yang asing. Bayangkan saja ia adalah salah satu mahasiswa dari Fakultas MIPA dan ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki kedaerah Fakultas Kesenian, tentu saja ia bingung setengah mati</p>

<p>Didepannya terdapat mading besar yang terkesan sangat abstrak karena banyaknya kertas dan coretan yang menghiasinya juga <em>sticky note</em> yang menghiasinya. Sekarang ia harus berbelok kemana? Kekanan atau kekiri?</p>

<p>Baiklah, mari kita tanya saja di grup, mungkin ada teman sekelasnya yang tau?</p>

<p>“awwwww”</p>

<p>“ehhh?”</p>

<p>Pemuda itu tersentak kaget saat ia tidak sengaja menabrak seseorang karena sibuk memainkan ponselnya</p>

<p>“ohhh maaf, biar ku bantu”</p>

<p>“tidak apa-apa”</p>

<p>“maaf ya?”</p>

<p>“hmm, terimakasih” ia pun menerima uluran beberapa lembar kertasnya yang baru saja tercecer dilantai</p>

<p>“kau sepertinya bukan dari Fakultas Seni? Apa ada yang bisa ku bantu?”</p>

<p>Pemuda itu mengedip pelan, menatap lawan bicaranya yang baru saja ia tabrak tadi “ahhhh.. Aku mencari ruangan bu Anita, apa kau tau?”</p>

<p>“ohhhh tentu, ayo ku antarkan”</p>

<p>“ehhh tidak perlu, tunjukkan saja jalannya”</p>

<p>“oke, belok ke kiri, jalan terus sepanjang koridor ini lalu belok kanan jalan terus sampai ketemu tanaman pembatas dengan patung besar nahh disamping kirinya ada ruangan Dosen tinggat 3, masuk aja kesitu, tinggal tanya sama yang jaga meja depan”</p>

<p>“terimakasih”</p>

<p>“terimakasih kembali”</p>

<p>Pemuda itu pun berlalu setelah mengangguk beberapa kali tanda mengerti</p>

<p>“okeee jalan terus sepanjang koridor ini” monolongnya pelan</p>

<p>Setelah mengantar tumpukan tugasnya, pemuda itu kemudian berlalu dengan perasaan lega. Kakinya yang panjang berjalan menyusuri lorong Fakultas Kesenian yang tampak sudah sangat sepi.</p>

<p>Tentu saja sepi, ini sudah masuk akhir pekan juga sebentar lagi akan libur semester. Tentu sudah banyak siswa yang santai dan bersenang senang diluar sana.</p>

<p>Hari sudah semakin sore dan tentu saja udara mulai terasa dingin juga langit yang mulai menggelap pertanda malam akan segera tiba</p>

<p>Sayup ia mendengar riuh suara bising, suaranya terdengar dekat. Mungkin ada yang mengadakan sebuah acara didekat sini? Apa Fakultas Kesenian sedang ada perayaan?</p>

<p>Terlihat dari beberapa mahasiswa yang berlalu lalang dari satu arah. S
Ia melihat sebuah titik tempat yang masih ramai oleh kehadiran mahasiswa juga banyaknya gemerlap lampu kecil warna warni yang menggantung didepan lobby aula kesenian</p>

<p>Ohhh ternyata benar, Fakultas Kesenian tampak sangat meriah dengan sebuah panggung besar juga beberapa stand kecil yang berjajar didepan aula</p>

<p>Sedikitnya, pemuda berambut <em>silver</em> itu tertarik untuk melihat sedikit lebih jauh mengenai ramai kegiatan  yang sedang disuguhkan dihadapannya</p>

<p>Tampaknya menarik, ia boleh masuk kan? Lagipula ini masih lingkungan kampusnya, apa ia perlu membeli tiket untuk masuk? Atau bagaimana?</p>

<p>“heiiii”</p>

<p>“yaaa?” pemuda berambut <em>silver</em> itu terperanjat kaget menerima sebuah tepukan di bahu kirinya</p>

<p>“kau masih sini?”</p>

<p>Ia menggaruk tengkuknya pelan “iya, kebetulan lewat sini”</p>

<p>“udah selesai nganter tugasnya?”</p>

<p>“seperti yang kau lihat” ia membuka kedua tangannya yang sudah tidak lagi membawa tumpukan kertas seperti saat mereka bertemu pertama kali tadi</p>

<p>“kau ingin masuk?”</p>

<p>Ia mengangkat kedua tangannya dan melambai pelan tanda menolak “tidak usah, aku tidak punya tiket”</p>

<p>Terlihat pemuda dengan pakaian yang agak sedikit aneh dihadapannya tertawa pelan.</p>

<p>Dengan celana Jeans panjang yang robek disana sini, juga sepatu <em>off white</em> keluaran terbaru berwarna putih dengan corak ungu hitam juga tali sepatu yang berbeda warna terlihat sangat mencolok.</p>

<p>Pakainya juga tidak kalah nyentrik dengan perpaduan kaus hitam ditimpa jaket denim <em>navy</em> yang tampak sangat berbeda dari biasanya karena mungkin sudah rombak oleh pemakainya.</p>

<p>Beberapa kalung yang dipakai juga terlihat mengkilap dan liontin yang menggantung tampak berat menghiasi lehernya.</p>

<p>Sebuah anting-anting panjang juga beberapa <em>piercing</em> ditelinganya. Tambutnya hitam tertutup <em>beret</em> dan terlihat lebih panjang di bagian belakang</p>

<p>Ohh dan jangan lupa sebuah jam tangan mahal yang berada ditangan kanannya, beberapa gelang perak juga ada ditangan kirinya. Sebuah tas hitam dengan merek <em>Chanel</em> berada di lengan kirinya juga sebuah fame <em>Gentle Monster</em> yang menutupi matanya</p>

<p>“heiiiii” tangannya yang kecil itu mulai melambai didepan wajah “mau masuk tidak?”</p>

<p>Pemuda berambut silver itu tersadar dari lamunannya, sedikit menimang ajakan pemuda sebayanya yang terlihat sedang menanti jawaban darinya</p>

<p>“kau tidak perlu tiket, kau bisa datang sebagai tamu undangan ku” terlihat pemuda yang baru ia temui itu tersenyum manis dan melepas kaca matanya</p>

<p>Ia terdiam, apa maksudnya? Apakah itu berarti si rambut hitam ini yang mengadakan acara sebesar ini? Tapi jika dilihat dari pakaian dan nominal semua harga barang yang dia kenakan sepertinya ini bukan hal yang mustahil bukan?</p>

<p>” siapa namamu?” si rambut hitam mengulurkan tangannya</p>

<p>“Jaden” dan pemuda berambut <em>silver</em> itu pun mengulurkan tangannya menjabat tangan sang penanya “dan kamu?”</p>

<p>“Danny” balasnya dengan sebuah senyuman manis yang  belum luntur dari wajahnya,  juga matanya yang ikut menyipit membentuk sabit</p>

<p>“ini... acara apa?”</p>

<p>“ayo masuk, akan ku tunjukan ini acara apa”</p>

<p>Bahkan tanpa beban dan sungkan, tangan kecil itu menariknya menjauh, membawanya berlari menyusuri gemerlap lampu yang menghiasi jalanan sepanjang mata memandang. Juga suasana tenang karena malam mulai menyapa</p>

<p>Kemana? Kemana ia akan dibawa pergi?</p>

<p>Dan mengapa ia sama sekali tidak menolak?</p>

<p>Mengapa ia dengan sukarela ikut berlari dan sesekali tertawa</p>

<p>Mengapa ia merasa seperti ada sebuah magnet yang menariknya agar terus mengikuti kemana pun tangan kecil itu membawanya pergi</p>

<p>Dan...</p>

<p>Ohh?</p>

<p>Perasaan apa ini?</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/shiver</guid>
      <pubDate>Fri, 24 Sep 2021 16:30:02 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>don&#39;t ignore me</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/dont-ignore-me?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;Hyunsuk datang sengan segelas americano ditangannya, tersenyum menatap beberapa teman temannya yang masih duduk di sofa besar yang mereka gunakan tadi&#xA;&#xA;&#34; kalian masih disini &#34;&#xA;&#xA;Bang yedam dan kim doyong menoleh, mengangguk singkat merespon pertanyaan yang dilontarkan oleh kakak tertua mereka, lalu kembali fokus dengan urusan mereka masing masing &#xA;&#xA;Hyunsuk menyelip duduk disamping haruto, dimana pemuda berdarah jepang itu sedang sibuk bermain game bersama jeongwoo disampingnga&#xA;&#xA;&#34; BANG BANG BANGG KIRI BANG &#34;&#xA;&#xA;&#34; harr gimana sih &#34;&#xA;&#xA;&#34; je je je jejejejejjejejejeeeeee jeongwoooo!!!!! &#34;&#xA;&#xA;&#34; woooooooooooo hampir &#34;&#xA;&#xA;&#34; hahahahahahaha &#34; &#xA;&#xA;Mereka berdua terbahak setelah menyelesaikan game, berceloteh mengejek satu sama lain karna hampir saja kalah melawan musuh&#xA;&#xA;&#34; kakkk~ laper &#34;&#xA;&#xA;Jeongwoo merengek kecil, menarik tangan hyunsuk untuk di ajak pergi mencari camilan&#xA;&#xA;&#34; sana sama haruto aja deh, aku baru abis dari sana &#34;&#xA;&#xA;&#34; ayoo harrr &#34;&#xA;&#xA;&#34; yaaa &#34;&#xA;&#xA;Setelah kepergian haruto dan jeongwoo, hyunsuk menoleh kesamping kiri dimana teman satu kamarnya itu sedang sibuk dengan ponselnya, mungkin masih bermain game? &#xA;&#xA;Hyunsuk beringsut mendekat, menopang dagunya menatap yang lebih muda&#xA;&#xA;&#34; yoshi &#34;&#xA;&#xA;&#34; hmmm &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk menghela nafas ketika yoshi tidak berbalik mentapnya, masih sibuk dengan dunianya sendiri&#xA;&#xA;Hyunsuk bergerak semakin mendekat, mengintip apa yang sedang pemuda jepang itu lakukan&#xA;&#xA;&#34; apa tuuu? &#34;&#xA;&#xA;Yoshi hanya menggeleng sebagai respon, kemudian tangannya menarik kepala hyunsuk agar bersandar di pundaknya, lalu menutup kedua mata hyunsuk dengan telapak tangan hangatnya&#xA;&#xA;&#34; hngggg~ mau lihat &#34;&#xA;&#xA;&#34; ngantuk kan? &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mengangguk kecil sebagai respon, membuat tangan kiri Yoshi menepuk pucuk kepalanya dengan sayang &#xA;&#xA;&#34; tidur aja dulu, nanti aku bangunin &#34;&#xA;&#xA;Menggeleng kecil, hyunsuk memindahkan tangan yoshi agar beralih memeluk perutnya &#xA;&#xA;&#34; ayo jalan jalan nanti sore &#34;&#xA;&#xA;&#34; mau kemana? &#34;&#xA;&#xA;&#34; kemana aja &#34;&#xA;&#xA;&#34; hmm &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mendengus kecil ketika yoshi kembali tidak meresponnya, mengesalkan.&#xA;&#xA;&#34; udahan dulu kenapa sih main hp nya :( &#34;&#xA;&#xA;&#34; iya sebentar &#34;&#xA;&#xA;Menghela nafas kecil, hyunsuk tidak akan kehilangan akal semudah itu, maka dengan jahil ia menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri membuat yoshi merasa geli dibuatnya &#xA;&#xA;&#34; shhhhh..... Kamu ngapain sih &#34;&#xA;&#xA;Tidak menjawab hyunsuk semakin menggerakkan tubuhnya membuat dirinya hampir berbaring menimpa yoshi&#xA;&#xA;&#34; aduh aduh geli, udah udah udah hahaha &#34;&#xA;&#xA;Sambil menahan tubuh kekasihnya, yoshi menjauhkan kepalanya karena demi apa pun rambut hyunsuk sangat menggelitik tubuh bagian depannya, membuatnya merinding&#xA;&#xA;&#34; hehehehehe &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk tertawa kecil begitu ia berhasil menarik semua atensi kekasihnya. Berbaring dipangkuan Yoshi sambil terus terkikik geli&#xA;&#xA;&#34; kamu kenapa sih, usil banget deh hmm &#34;&#xA;&#xA;Dengan gemas yoshi menangkup pipi gembil hyunsuk yang berada dibawahnya &#xA;&#xA;&#34; makannya aku jangan dicuekin &#34;&#xA;&#xA;&#34; iya, maaf ya. Gak lagi deh aku cuekin &#34;&#xA;&#xA;Tersenyum senang sebelah tangan hyunsuk menarik tengkuk yoshi semakin mendekat&#xA;&#xA;&#34; minta apa tadi? Mau jalan jalan? Boleh. Mau kapan? &#34;&#xA;&#xA;&#34; sekarang &#34; ujar hyunsuk dengan antusias &#xA;&#xA;&#34; sekarang banget ? &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk mengangguk kecil sambil memanyunkan bibirnya &#xA;&#xA;&#34; hmmm gimana ya.. &#34; tampak yoshi sedang berfikir &#xA;&#xA;&#34; ayo lah ayo lah, sebentar aja deh. Keliling taman terus pulang? &#34; dengan puppy eyes andalannya hyunsuk merengek kecil&#xA;&#xA;&#34; oke &#34;&#xA;&#xA;&#34; YEYYY &#34; dengan spontan hyunsuk menegakkan tubuhnya&#xA;&#xA;&#34; eitsss, tapi ada syaratnya &#34;&#xA;&#xA;&#34; apa tuh? &#34; tampak dari matanya hyunsuk sangat penasaran &#xA;&#xA;&#34; kiss &#34;&#xA;&#xA;&#34; kiss? Oke &#34; &#xA;&#xA;Bahkan tanpa banyak perhitungan hyunsuk mengecup sebelah pipi kekasihnya&#xA;&#xA;&#34; lips &#34;&#xA;&#xA;&#34; ahhh kamu mahhhh &#34;&#xA;&#xA;&#34; gak mau? Yaudah sih gak papa &#34; &#xA;&#xA;Mengangkat sebelah alisnya, hyunsuk terdiam sebentar, setelah itu ia melirik sekelilingnya dan sedikit demi sedikit bergerak mendekat untuk mencium kekasihnya &#xA;&#xA;Seperti yang ia duga, kekasihnya pasti akan datang memberi ciuman maka ia pun harus menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Hyunsuk datang sengan segelas americano ditangannya, tersenyum menatap beberapa teman temannya yang masih duduk di sofa besar yang mereka gunakan tadi</p>

<p>” kalian masih disini “</p>

<p>Bang yedam dan kim doyong menoleh, mengangguk singkat merespon pertanyaan yang dilontarkan oleh kakak tertua mereka, lalu kembali fokus dengan urusan mereka masing masing</p>

<p>Hyunsuk menyelip duduk disamping haruto, dimana pemuda berdarah jepang itu sedang sibuk bermain game bersama jeongwoo disampingnga</p>

<p>” BANG BANG BANGG KIRI BANG “</p>

<p>” harr gimana sih “</p>

<p>” je je je jejejejejjejejejeeeeee jeongwoooo!!!!! “</p>

<p>” woooooooooooo hampir “</p>

<p>” hahahahahahaha “</p>

<p>Mereka berdua terbahak setelah menyelesaikan game, berceloteh mengejek satu sama lain karna hampir saja kalah melawan musuh</p>

<p>” kakkk~~~ laper “</p>

<p>Jeongwoo merengek kecil, menarik tangan hyunsuk untuk di ajak pergi mencari camilan</p>

<p>” sana sama haruto aja deh, aku baru abis dari sana “</p>

<p>” ayoo harrr “</p>

<p>” yaaa “</p>

<p>Setelah kepergian haruto dan jeongwoo, hyunsuk menoleh kesamping kiri dimana teman satu kamarnya itu sedang sibuk dengan ponselnya, mungkin masih bermain game?</p>

<p>Hyunsuk beringsut mendekat, menopang dagunya menatap yang lebih muda</p>

<p>” yoshi “</p>

<p>” hmmm “</p>

<p>Hyunsuk menghela nafas ketika yoshi tidak berbalik mentapnya, masih sibuk dengan dunianya sendiri</p>

<p>Hyunsuk bergerak semakin mendekat, mengintip apa yang sedang pemuda jepang itu lakukan</p>

<p>” apa tuuu? “</p>

<p>Yoshi hanya menggeleng sebagai respon, kemudian tangannya menarik kepala hyunsuk agar bersandar di pundaknya, lalu menutup kedua mata hyunsuk dengan telapak tangan hangatnya</p>

<p>” hngggg~~~ mau lihat “</p>

<p>” ngantuk kan? “</p>

<p>Hyunsuk mengangguk kecil sebagai respon, membuat tangan kiri Yoshi menepuk pucuk kepalanya dengan sayang</p>

<p>” tidur aja dulu, nanti aku bangunin “</p>

<p>Menggeleng kecil, hyunsuk memindahkan tangan yoshi agar beralih memeluk perutnya</p>

<p>” ayo jalan jalan nanti sore “</p>

<p>” mau kemana? “</p>

<p>” kemana aja “</p>

<p>” hmm “</p>

<p>Hyunsuk mendengus kecil ketika yoshi kembali tidak meresponnya, mengesalkan.</p>

<p>” udahan dulu kenapa sih main hp nya :( “</p>

<p>” iya sebentar “</p>

<p>Menghela nafas kecil, hyunsuk tidak akan kehilangan akal semudah itu, maka dengan jahil ia menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri membuat yoshi merasa geli dibuatnya</p>

<p>” shhhhh..... Kamu ngapain sih “</p>

<p>Tidak menjawab hyunsuk semakin menggerakkan tubuhnya membuat dirinya hampir berbaring menimpa yoshi</p>

<p>” aduh aduh geli, udah udah udah hahaha “</p>

<p>Sambil menahan tubuh kekasihnya, yoshi menjauhkan kepalanya karena demi apa pun rambut hyunsuk sangat menggelitik tubuh bagian depannya, membuatnya merinding</p>

<p>” hehehehehe “</p>

<p>Hyunsuk tertawa kecil begitu ia berhasil menarik semua atensi kekasihnya. Berbaring dipangkuan Yoshi sambil terus terkikik geli</p>

<p>” kamu kenapa sih, usil banget deh hmm “</p>

<p>Dengan gemas yoshi menangkup pipi gembil hyunsuk yang berada dibawahnya</p>

<p>” makannya aku jangan dicuekin “</p>

<p>” iya, maaf ya. Gak lagi deh aku cuekin “</p>

<p>Tersenyum senang sebelah tangan hyunsuk menarik tengkuk yoshi semakin mendekat</p>

<p>” minta apa tadi? Mau jalan jalan? Boleh. Mau kapan? “</p>

<p>” sekarang “ ujar hyunsuk dengan antusias</p>

<p>” sekarang banget ? “</p>

<p>Hyunsuk mengangguk kecil sambil memanyunkan bibirnya</p>

<p>” hmmm gimana ya.. “ tampak yoshi sedang berfikir</p>

<p>” ayo lah ayo lah, sebentar aja deh. Keliling taman terus pulang? “ dengan <em>puppy eyes</em> andalannya hyunsuk merengek kecil</p>

<p>” oke “</p>

<p>” YEYYY “ dengan spontan hyunsuk menegakkan tubuhnya</p>

<p>” eitsss, tapi ada syaratnya “</p>

<p>” apa tuh? “ tampak dari matanya hyunsuk sangat penasaran</p>

<p>” kiss “</p>

<p>” kiss? Oke “</p>

<p>Bahkan tanpa banyak perhitungan hyunsuk mengecup sebelah pipi kekasihnya</p>

<p>” lips “</p>

<p>” ahhh kamu mahhhh “</p>

<p>” gak mau? Yaudah sih gak papa “</p>

<p>Mengangkat sebelah alisnya, hyunsuk terdiam sebentar, setelah itu ia melirik sekelilingnya dan sedikit demi sedikit bergerak mendekat untuk mencium kekasihnya</p>

<p>Seperti yang ia duga, kekasihnya pasti akan datang memberi ciuman maka ia pun harus menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/dont-ignore-me</guid>
      <pubDate>Tue, 06 Jul 2021 15:59:13 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>It&#39;s a beautiful night</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/its-a-beautiful-night-bm76?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[&#xA;It&#39;s a beautiful night &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34; kak seriusan mau pergi? &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk membalik badannya, menatap junkyu yang menahan lengannya di ambang pintu &#xA;&#xA;Hyunsuk mengangguk kecil &#34; iya cuman sebentar kok &#34;&#xA;&#xA;&#34; kenapa gak besok aja? Atau suruh ruto pas pulang buat bawain? &#34;&#xA;&#xA;&#34; gak papa junkyu, ya ampun cuman ke agensi kok &#34;&#xA;&#xA;&#34; tapi ya tetep aja kan kamu ga enak badan sejak pagi, biar aku telfon Yoshi dulu suruh jemput &#34; &#xA;&#xA;dengan cepat junkyu merogoh saku celanaya mencari ponsel untuk menghubungi yoshi&#xA;&#xA;&#34; ihhhh jangan, nanti dia marah kalau tau aku nekat pergi &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk membalik tubuhnya, berusaha merebut ponsel junkyu yang sengaja pemuda kim itu angkat lebih tinggi &#xA;&#xA;&#34; ya abisnya dibilangin jangan kesana ngeyel, biar sekalian aja kamu di kurung dikamar besok &#34;&#xA;&#xA;&#34; junkyu ihhhh, aku cuman sebentar kok ngasih makan malam buat yoshi terus ngambil sepatuku terus pulang kok janjiii &#34;&#xA;&#xA;&#34; gak ada, nanti aku yang kena marah lagi &#34;&#xA;&#xA;&#34; ceklek &#34;&#xA;&#xA;&#34; ehh? &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi? &#34;&#xA;&#xA;&#34; mau kemana kak kok rapi banget? &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi astaga sumpah ya untung lu disini, coba lihat ni bocil dia tadi mau nekat ke studio jam segini &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk melebarkan matanya, astaga kim junkyu mulutnya ihhh&#xA;&#xA;Yoshi menatap hyunsuk penuh selidik &#34; bener gitu kak? &#34;&#xA;&#xA;&#34; hnggg enggak kok, aku cuman mau buang sampah aja diluar, junkyu bohong &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi, coba lu lihat mana ad orang mau buang sampah pakaiannya modis kek gini? Make jaket bawa tas pake topi kacamata juga, coba lihat &#34;&#xA;&#xA;&#34; kakk.. &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk menekuk wajahnya sedih, ia kemudian menghambur kepelukan kekasihnya &#xA;&#xA;&#34; kangen, pingin ketemu makannya aku mau nyusul, tapi sama junkyu gak boleh. Kamu juga perginya lama banget dari siang aku sendirian dirumah &#34;&#xA;&#xA;&#34;aduhh sayang, maaf ya. Harusnya kamu telfon biar aku cepet pulang &#34;&#xA;&#xA;&#34; bagussss cium cium terus dimuka umum &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk dan Yoshi tampak acuh dan masih berpelukan erat&#xA;&#xA;&#34; mau jalan jalan diluar &#34; cicit hyunsuk pelan&#xA;&#xA;&#34; sekarang? Udah malem sayang, besok aja. Kamu juga masih rada demam &#34;&#xA;&#xA;&#34; sebentar aja &#34; hyunsuk memanyunkan bibirnya sambil memasang tatapan sedih andalannya&#xA;&#xA;Junkyu hanya melirik kecil &#34; lu bakal ngeiyain? Kita udah mau comeback loh, mau hyunsuk sakit lagi? &#34;&#xA;&#xA;&#34; junkyu ihhh &#34; hyunsuk merengek kecil kearah yoshi&#xA;&#xA;&#34; ayo tidur aja udah malem &#34;&#xA;&#xA;Junkyu bersorak senang &#34; nah gitu dong, karna yoshi udah pulang, sana lu berdua minggir gue mau tidur dengan nyenyak &#34;&#xA;&#xA;Setelah berlalunya junkyu, hyunsuk kembali merengek dengan manja membuat yoshi harus menahan senyumnya dengan susah payah&#xA;&#xA;&#34; yoshi ayo beli telur gulung didepan &#34;&#xA;&#xA;&#34; aku buatin aja gimana? &#34;&#xA;&#xA;&#34; bentar aja janji abis itu langsung pulang deh &#34;&#xA;&#xA;Yoshi masih tampak enggan, ini sudah jam 11 malam dan hyunsuk merengek minta telur gulung? Heiii kedai mana yang masih buka jam segini? &#xA;&#xA;Tapi karna hyunsuk tidak ingin telur gulung buatannya maka tidak ada salahnya mereka oergi keluar, mungkin saja masih ada yang berjualan didepan saja&#xA;&#xA;&#34; tapi kak ini udah malem, dingin juga, kamu kan demam &#34;&#xA;&#xA;&#34; aku pake jaket kok, yoshi juga peluk aku terus biar gak dingin &#34;&#xA;&#xA;Akhirnya karna tidak bisa lagi menahan senyumnya yoshi terkekeh kecil sambil mengelus rambut hitam kekasihnya &#xA;&#xA;&#34; oke, cari telur gulung aja ya? Sebentar gak pake lama, abis itu langsung pulang &#34;&#xA;&#xA;&#34; yeyy yeyyy kapten &#34;&#xA;&#xA;Dengan senyuman yang mengembang keduanya berjalan sambil saling memeluk, tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi menenangkan karena berpelukan dibawah jaket yang sama, keduanya berbagai kehangatan untuk satu sama lain&#xA;&#xA;Sesampainya ditempat tujuan ternyata semua kedai sudah tutup, membuat hyunsuk sedikit sedih dan memanyunkan bibirnya dengan kesal&#xA;&#xA;Tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba tiba saja yoshi diseret untuk pergi ke mini market, dan hyunsuk sibuk mengambil beraneka macam senack yang ia inginkan&#xA;&#xA;Tidak hanya sampai disitu, hyunsuk masih tidak mau pulang ia mengajak yoshi untuk pergi ketaman dan bermain ayunan&#xA;&#xA;Hari semakin larut, hyunsuk masih deman hari ini tapi anak itu bahkan tidak ingin pulang. Membuat yoshi gusar dan khawatir berada disebrangnya&#xA;&#xA;Keduanya baru saja tiba di asrama ketika pukul 1 dini hari. Dengan hyunsuk yang kelelahan dan berakhir tertidur dibelakang tubuh yoshi&#xA;&#xA;Mau tidak mau yoshi harus menggedongnya hingga ke kamar, karena ia tentu saja tidak tega membangunkan kekasihnya yang sedang demam itu. &#xA;&#xA;Menggendong hyunsuk sudah bagi rutinitas untuknya, karena biasanya ketika pulang bekerja dan hyunsuk kelelahan maka ia akan tertidur didalam mobil. &#xA;&#xA;Dan dari pada membangunkan kekasihnya ia lebih memilih untuk menggendong hyunsuk hingga sampai dikamar. Lagi pula hyunsuk itu ringan, beratnya tidak seberapa. Jadi itu bukan masalah untuknya&#xA;&#xA;Setelah membaringkan hyunsuk dengan pelan yoshi kemudian melepas sepatunya juga jaket yang hyunsuk gunakan. Lalu dengan hati hati yoshi melepas beberapa kalung yang melingkar dileher kekasihnya.&#xA;&#xA;Yoshi duduk diam dipinggiran kasur, ia mengamati wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas, wajahnya sedikit pucat juga bibirnya kering, padahal biasanya bibir itu selalu tampak segar dengan warna merah alami, selalu tampak menggoda dengan rasa manis ketika ia cicipi&#xA;&#xA;Yoshi mengambil kedua tangan hyunsuk, menciuminya beberapa kali secara bergantian, tangannya terasa dingin padahal yoshi sudah menggenggamnya sejak tadi&#xA;&#xA;Mengelus sisi kiri wajahnya dengan sayang, yoshi merapikan helaian rambut kesihnya kemudan bergerak untuk memberikan kecupan selamat malam di pucuk kepalanya&#xA;&#xA;Niatnya Yoshi hanya pergi kekamarnya sebentar untuk mengganti pakaian, tapi ia terkejut saat mendengar isakan pelan dari kamar kekasihnya. Dengan terburu buru yoshi segera menghampiri kekasihnya &#xA;&#xA;Yoshi dibuat panik ketika melihat hyunsuk duduk ditepian ranjang sambil mengucek kedua matanya pelan terdengar isakan kecil &#xA;&#xA;&#34; sayang, ada apa &#34; &#xA;&#xA;&#34; yoshi &#34; lirihnya&#xA;&#xA;Yoshi berjalan mendekat, meraih kedua tangan hyunsuk agar berhenti mengucek matanya &#34; aku disini &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk segera memeluk yoshi yang berdiri dihadapannya, sambil masih sesegukan ia menyembunyikan wajahnya &#xA;&#xA;&#34; kenapa menangis hmm? Apa kau mimpi buruk? &#34; dengan sayang yoshi membelai rambut hitam hyunsuk, menyisirnya pelan menggunakan jarinya&#xA;&#xA;Hyunsuk mengangguk sebagai respon &#34; jangan tinggalkan aku &#34;&#xA;&#xA;&#34; tidak akan, aku disini sayang &#34; sedikit memberi jarak untuk keduanya yoshi menyerahkan segelas air minum kepada hyunsuk &#xA;&#xA;Dan dengan pelan membantu hyunsuk untuk meminum obatnya &#xA;&#xA;&#34; sudah, ayo sekarang cepat tidur &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi tidur disini? &#34;&#xA;&#xA;&#34; tentu &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk tersenyum senang kembali memeluk kekasihnya dengan erat&#xA;&#xA;&#34; ehhh, aduh ya ampun, pelan pelan kamu bisa jatuh dari kasur &#34;&#xA;&#xA;&#34; hehehehe &#34; hyunsuk tertawa kecil sebagai respon tidak bersalah&#xA;&#xA;Pada akhirnya yoshi ikut berbaring diranjang yang sama, dengan hyunsuk yang tidur menimpa dirinya&#xA;&#xA;&#34; seperti bayi koala &#34; yoshi terkekeh sambil memeluk pinggang hyunsuk &#xA;&#xA;&#34; koala mah junkyu &#34;&#xA;&#xA;&#34; terus kalau kamu apa? &#34;&#xA;&#xA;&#34; penguin hehehehe &#34;&#xA;&#xA;Mendengar jawaban hyunsuk yoshi ikut tertawa &#34; bayi penguin, bayi penguin ku &#34;&#xA;&#xA;Yoshi tidak bisa berhenti tertawa karena hyunsuk sangat menggemaskan, memeluknya erat dengan tawanya yang terdengar merdu, astaga mereka berdua ini. &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Setelah hyunsuk dan yoshi sarapan keduanya kembali tidur, tapi yoshi tidak bisa berlama lama tidur karena banyak hal yang harus ia kerjakan menggantikan hyunsuk &#xA;&#xA;Untung saja yoshi sudah menyiapkan makanan, biasanya yang mengurus masalah dapur adalah hyunsuk di bantu junkyu yang suka memesan makanan. Tapi kali ini yoshi harus mengurusnya sendirian &#xA;&#xA;Sekali lagi untung saja mereka sudah lama tinggal bersama jadi ia sudah tau apa kesukaan masing masing orang tanpa perlu repot bertanya&#xA;&#xA;Ketika sakit hyunsuk memang lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri dikamar dan tidur seharian&#xA;&#xA;Yoshi tidak masalah, hyunsuk sedang sakit jadi ia pasti butuh istirahat yang cukup. &#xA;&#xA;Tapi karena suasana drom menjadi sangat sepi yoshi jadi tidak tau harus berbuat apa untuk mengisi waktu weekendnya seorang diri.&#xA;&#xA;Jika biasanya ia dan hyunsuk akan belanja, jalan jalan, bermain, mencoba memasak sesuatu, hangout bersama yang lain, latihan, membuat musik distudio dan sebagainya. &#xA;&#xA;Tetapi kali ini hyunsuk sedang sakit jadi yoshi kesepian seorang diri. Junkyu masih tidur, haruto juga baru pulang dari drom 3 pagi tadi dan sekarang masih tidur&#xA;&#xA;Ia sudah selesai membersihkan drom, merapikan kamarnya juga kamar hyunsuk. Dan sekarang tidak tau harus berbuat apa. &#xA;Ingin pergi keluar juga buat apa, ia tidak ada tujuan, lagi pula ia tidak kan meninggalkan hyunsuk sendirian walaupun ini siang hari&#xA;&#xA;Pada akhirnya yoshi hanya belajar dikamar sambil menemani hyunsuk, membuat musik, menghafal kosa kata, menulis lirik, atau mungkin Melukis untuk mengisi waktu luang&#xA;&#xA;Ketika hari sudah mulai malam, yoshi membangunkan hyunsuk agar bisa makan malam untung saja kali ini ia sudah mau makan bersama diluar, tidak seperti tadi pagi dan siang hari hyunsuk hanya mau makan dikamar &#xA;&#xA;Seperti hari biasanya mereka makan malam bersama hanya bedanya kali ini lebih terasa sepi karena hyunsuk masih tidak bersemangat seperti biasanya, jadi hanya junkyu yang sejak tadi mengoceh&#xA;&#xA;Hari semakin larut dan karena efek obat yang ia minum hyunsuk mulai mengantuk tapi ia memaksakan diri untuk menunggu kekasihnya selesai belajar. &#xA;&#xA;Mengesalkan memang, saat ia sedang sakit begini yoshi terus saja sibuk dan mengabaikannya, padahal ia sangat ingin dimanja, diperhatikan dan dipeluk semalaman mulai dari sebelum tidur hingga bangun, tapi yoshi mengabaikannya sejak tadi. Ketika ia bangun yoshi sudah tidak ada disampingnya&#xA;&#xA;Yoshi membalik kursinya, terkejut ketika melihat hyunsuk sedang duduk menopang dagu menatap kearahnya&#xA;&#xA;&#34; ehh? Ku pikir kau sedang tidur &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk hanya menatap dalam diam&#xA;&#xA;&#34; kenapa tidak tidur? &#34;&#xA;&#xA;Masih terdiam hyunsuk tidak merespon, tapi ia memperhatikan setiap langkah kecil yang yoshi lakukan &#xA;&#xA;&#34; mau kemana? &#34;&#xA;&#xA;&#34; bikin kopi &#34;&#xA;&#xA;&#34; ikut &#34;&#xA;&#xA;&#34; ngapain ikut, cuman didapur kok &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk memanyunkan bibir kesal &#34; ikut, mau ikut, pokoknya ikut &#34; rengeknya&#xA;&#xA;Yoshi menautkan alis bingung, tapi ia tetap mendekat untuk meraih tangan hyunsuk yang terbuka, lalu menggendongnya&#xA;&#xA;Sedangkan hyunsuk melingkarkan kedua lengannya dileher yoshi sambil meletakkan kepalanya dengan nyaman&#xA;&#xA;&#34; bayi penguin ku, bayi penguin ku &#34; dengan santai yoshi melangkah keluar sambil memeluk hyunsuk didepannya&#xA;&#xA;Hyunsuk yang tadinya sedang kesal seketika mengembangkan senyumnya, memukul punggung Yoshi pelan &#xA;&#xA;&#34; ngeselin ihhh &#34;&#xA;&#xA;Yoshi tertawa kecil &#34; kemarin ngakunya penguin sih, jadi mulai sekarang aku panggil aja bayi penguin &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk ikut tertawa diam diam, lalu kembali memeluk yoshi dengan erat, sambil menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher&#xA;&#xA;&#34; duduk sini dulu ya &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk menggeleng, tidak ingin melepaskan pelukannya&#xA;&#xA;&#34; sebentar aja &#34;&#xA;&#xA;&#34; gak mau &#34;&#xA;&#xA;&#34; nanti kalau kamu kecipratan air panas gimana, duduk sini sebentar aja ya? &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk terdiam sebentar, tapi kemudian ia mengangguk samar sambil melepaskan pelukannya &#xA;&#xA;Yoshi tersenyum hangat sambil menangkup pipi hyunsuk dengan lembut &#34; anak pintar &#34;&#xA;&#xA;&#34; ishhhh &#34; hyunsuk mendorong Yoshi pelan karena kesal Yoshi menguyel kedua pipinya sejak tadi &#xA;&#xA;&#34; hehehehe —&#xA;&#xA;— mau susu? &#34;&#xA;&#xA;&#34; mauuuu &#34;&#xA;&#xA;&#34; coklat? &#34;&#xA;&#xA;&#34; coklat!! &#34;&#xA;&#xA;&#34; tunggu sebentar sweety]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h1 id="it-s-a-beautiful-night">It&#39;s a beautiful night</h1>

<hr/>

<p>” kak seriusan mau pergi? “</p>

<p>Hyunsuk membalik badannya, menatap junkyu yang menahan lengannya di ambang pintu</p>

<p>Hyunsuk mengangguk kecil “ iya cuman sebentar kok “</p>

<p>” kenapa gak besok aja? Atau suruh ruto pas pulang buat bawain? “</p>

<p>” gak papa junkyu, ya ampun cuman ke agensi kok “</p>

<p>” tapi ya tetep aja kan kamu ga enak badan sejak pagi, biar aku telfon Yoshi dulu suruh jemput “</p>

<p>dengan cepat junkyu merogoh saku celanaya mencari ponsel untuk menghubungi yoshi</p>

<p>” ihhhh jangan, nanti dia marah kalau tau aku nekat pergi “</p>

<p>Hyunsuk membalik tubuhnya, berusaha merebut ponsel junkyu yang sengaja pemuda kim itu angkat lebih tinggi</p>

<p>” ya abisnya dibilangin jangan kesana ngeyel, biar sekalian aja kamu di kurung dikamar besok “</p>

<p>” junkyu ihhhh, aku cuman sebentar kok ngasih makan malam buat yoshi terus ngambil sepatuku terus pulang kok janjiii “</p>

<p>” gak ada, nanti aku yang kena marah lagi “</p>

<p>” ceklek “</p>

<p>” ehh? “</p>

<p>” yoshi? “</p>

<p>” mau kemana kak kok rapi banget? “</p>

<p>” yoshi astaga sumpah ya untung lu disini, coba lihat ni bocil dia tadi mau nekat ke studio jam segini “</p>

<p>Hyunsuk melebarkan matanya, astaga kim junkyu mulutnya ihhh</p>

<p>Yoshi menatap hyunsuk penuh selidik “ bener gitu kak? “</p>

<p>” hnggg enggak kok, aku cuman mau buang sampah aja diluar, junkyu bohong “</p>

<p>” yoshi, coba lu lihat mana ad orang mau buang sampah pakaiannya modis kek gini? Make jaket bawa tas pake topi kacamata juga, coba lihat “</p>

<p>” kakk.. “</p>

<p>Hyunsuk menekuk wajahnya sedih, ia kemudian menghambur kepelukan kekasihnya</p>

<p>” kangen, pingin ketemu makannya aku mau nyusul, tapi sama junkyu gak boleh. Kamu juga perginya lama banget dari siang aku sendirian dirumah “</p>

<p>“aduhh sayang, maaf ya. Harusnya kamu telfon biar aku cepet pulang “</p>

<p>” bagussss cium cium terus dimuka umum “</p>

<p>Hyunsuk dan Yoshi tampak acuh dan masih berpelukan erat</p>

<p>” mau jalan jalan diluar “ cicit hyunsuk pelan</p>

<p>” sekarang? Udah malem sayang, besok aja. Kamu juga masih rada demam “</p>

<p>” sebentar aja “ hyunsuk memanyunkan bibirnya sambil memasang tatapan sedih andalannya</p>

<p>Junkyu hanya melirik kecil “ lu bakal ngeiyain? Kita udah mau comeback loh, mau hyunsuk sakit lagi? “</p>

<p>” junkyu ihhh “ hyunsuk merengek kecil kearah yoshi</p>

<p>” ayo tidur aja udah malem “</p>

<p>Junkyu bersorak senang “ nah gitu dong, karna yoshi udah pulang, sana lu berdua minggir gue mau tidur dengan nyenyak “</p>

<p>Setelah berlalunya junkyu, hyunsuk kembali merengek dengan manja membuat yoshi harus menahan senyumnya dengan susah payah</p>

<p>” yoshi ayo beli telur gulung didepan “</p>

<p>” aku buatin aja gimana? “</p>

<p>” bentar aja janji abis itu langsung pulang deh “</p>

<p>Yoshi masih tampak enggan, ini sudah jam 11 malam dan hyunsuk merengek minta telur gulung? Heiii kedai mana yang masih buka jam segini?</p>

<p>Tapi karna hyunsuk tidak ingin telur gulung buatannya maka tidak ada salahnya mereka oergi keluar, mungkin saja masih ada yang berjualan didepan saja</p>

<p>” tapi kak ini udah malem, dingin juga, kamu kan demam “</p>

<p>” aku pake jaket kok, yoshi juga peluk aku terus biar gak dingin “</p>

<p>Akhirnya karna tidak bisa lagi menahan senyumnya yoshi terkekeh kecil sambil mengelus rambut hitam kekasihnya</p>

<p>” oke, cari telur gulung aja ya? Sebentar gak pake lama, abis itu langsung pulang “</p>

<p>” yeyy yeyyy kapten “</p>

<p>Dengan senyuman yang mengembang keduanya berjalan sambil saling memeluk, tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi menenangkan karena berpelukan dibawah jaket yang sama, keduanya berbagai kehangatan untuk satu sama lain</p>

<p>Sesampainya ditempat tujuan ternyata semua kedai sudah tutup, membuat hyunsuk sedikit sedih dan memanyunkan bibirnya dengan kesal</p>

<p>Tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba tiba saja yoshi diseret untuk pergi ke mini market, dan hyunsuk sibuk mengambil beraneka macam senack yang ia inginkan</p>

<p>Tidak hanya sampai disitu, hyunsuk masih tidak mau pulang ia mengajak yoshi untuk pergi ketaman dan bermain ayunan</p>

<p>Hari semakin larut, hyunsuk masih deman hari ini tapi anak itu bahkan tidak ingin pulang. Membuat yoshi gusar dan khawatir berada disebrangnya</p>

<p>Keduanya baru saja tiba di asrama ketika pukul 1 dini hari. Dengan hyunsuk yang kelelahan dan berakhir tertidur dibelakang tubuh yoshi</p>

<p>Mau tidak mau yoshi harus menggedongnya hingga ke kamar, karena ia tentu saja tidak tega membangunkan kekasihnya yang sedang demam itu.</p>

<p>Menggendong hyunsuk sudah bagi rutinitas untuknya, karena biasanya ketika pulang bekerja dan hyunsuk kelelahan maka ia akan tertidur didalam mobil.</p>

<p>Dan dari pada membangunkan kekasihnya ia lebih memilih untuk menggendong hyunsuk hingga sampai dikamar. Lagi pula hyunsuk itu ringan, beratnya tidak seberapa. Jadi itu bukan masalah untuknya</p>

<p>Setelah membaringkan hyunsuk dengan pelan yoshi kemudian melepas sepatunya juga jaket yang hyunsuk gunakan. Lalu dengan hati hati yoshi melepas beberapa kalung yang melingkar dileher kekasihnya.</p>

<p>Yoshi duduk diam dipinggiran kasur, ia mengamati wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas, wajahnya sedikit pucat juga bibirnya kering, padahal biasanya bibir itu selalu tampak segar dengan warna merah alami, selalu tampak menggoda dengan rasa manis ketika ia cicipi</p>

<p>Yoshi mengambil kedua tangan hyunsuk, menciuminya beberapa kali secara bergantian, tangannya terasa dingin padahal yoshi sudah menggenggamnya sejak tadi</p>

<p>Mengelus sisi kiri wajahnya dengan sayang, yoshi merapikan helaian rambut kesihnya kemudan bergerak untuk memberikan kecupan selamat malam di pucuk kepalanya</p>

<p>Niatnya Yoshi hanya pergi kekamarnya sebentar untuk mengganti pakaian, tapi ia terkejut saat mendengar isakan pelan dari kamar kekasihnya. Dengan terburu buru yoshi segera menghampiri kekasihnya</p>

<p>Yoshi dibuat panik ketika melihat hyunsuk duduk ditepian ranjang sambil mengucek kedua matanya pelan terdengar isakan kecil</p>

<p>” sayang, ada apa “</p>

<p>” yoshi “ lirihnya</p>

<p>Yoshi berjalan mendekat, meraih kedua tangan hyunsuk agar berhenti mengucek matanya “ aku disini “</p>

<p>Hyunsuk segera memeluk yoshi yang berdiri dihadapannya, sambil masih sesegukan ia menyembunyikan wajahnya</p>

<p>” kenapa menangis hmm? Apa kau mimpi buruk? “ dengan sayang yoshi membelai rambut hitam hyunsuk, menyisirnya pelan menggunakan jarinya</p>

<p>Hyunsuk mengangguk sebagai respon “ jangan tinggalkan aku “</p>

<p>” tidak akan, aku disini sayang “ sedikit memberi jarak untuk keduanya yoshi menyerahkan segelas air minum kepada hyunsuk</p>

<p>Dan dengan pelan membantu hyunsuk untuk meminum obatnya</p>

<p>” sudah, ayo sekarang cepat tidur “</p>

<p>” yoshi tidur disini? “</p>

<p>” tentu “</p>

<p>Hyunsuk tersenyum senang kembali memeluk kekasihnya dengan erat</p>

<p>” ehhh, aduh ya ampun, pelan pelan kamu bisa jatuh dari kasur “</p>

<p>” hehehehe “ hyunsuk tertawa kecil sebagai respon tidak bersalah</p>

<p>Pada akhirnya yoshi ikut berbaring diranjang yang sama, dengan hyunsuk yang tidur menimpa dirinya</p>

<p>” seperti bayi koala “ yoshi terkekeh sambil memeluk pinggang hyunsuk</p>

<p>” koala mah junkyu “</p>

<p>” terus kalau kamu apa? “</p>

<p>” penguin hehehehe “</p>

<p>Mendengar jawaban hyunsuk yoshi ikut tertawa “ bayi penguin, bayi penguin ku “</p>

<p>Yoshi tidak bisa berhenti tertawa karena hyunsuk sangat menggemaskan, memeluknya erat dengan tawanya yang terdengar merdu, astaga mereka berdua ini.</p>

<hr/>

<p>Setelah hyunsuk dan yoshi sarapan keduanya kembali tidur, tapi yoshi tidak bisa berlama lama tidur karena banyak hal yang harus ia kerjakan menggantikan hyunsuk</p>

<p>Untung saja yoshi sudah menyiapkan makanan, biasanya yang mengurus masalah dapur adalah hyunsuk di bantu junkyu yang suka memesan makanan. Tapi kali ini yoshi harus mengurusnya sendirian</p>

<p>Sekali lagi untung saja mereka sudah lama tinggal bersama jadi ia sudah tau apa kesukaan masing masing orang tanpa perlu repot bertanya</p>

<p>Ketika sakit hyunsuk memang lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri dikamar dan tidur seharian</p>

<p>Yoshi tidak masalah, hyunsuk sedang sakit jadi ia pasti butuh istirahat yang cukup.</p>

<p>Tapi karena suasana drom menjadi sangat sepi yoshi jadi tidak tau harus berbuat apa untuk mengisi waktu weekendnya seorang diri.</p>

<p>Jika biasanya ia dan hyunsuk akan belanja, jalan jalan, bermain, mencoba memasak sesuatu, hangout bersama yang lain, latihan, membuat musik distudio dan sebagainya.</p>

<p>Tetapi kali ini hyunsuk sedang sakit jadi yoshi kesepian seorang diri. Junkyu masih tidur, haruto juga baru pulang dari drom 3 pagi tadi dan sekarang masih tidur</p>

<p>Ia sudah selesai membersihkan drom, merapikan kamarnya juga kamar hyunsuk. Dan sekarang tidak tau harus berbuat apa.
Ingin pergi keluar juga buat apa, ia tidak ada tujuan, lagi pula ia tidak kan meninggalkan hyunsuk sendirian walaupun ini siang hari</p>

<p>Pada akhirnya yoshi hanya belajar dikamar sambil menemani hyunsuk, membuat musik, menghafal kosa kata, menulis lirik, atau mungkin Melukis untuk mengisi waktu luang</p>

<p>Ketika hari sudah mulai malam, yoshi membangunkan hyunsuk agar bisa makan malam untung saja kali ini ia sudah mau makan bersama diluar, tidak seperti tadi pagi dan siang hari hyunsuk hanya mau makan dikamar</p>

<p>Seperti hari biasanya mereka makan malam bersama hanya bedanya kali ini lebih terasa sepi karena hyunsuk masih tidak bersemangat seperti biasanya, jadi hanya junkyu yang sejak tadi mengoceh</p>

<p>Hari semakin larut dan karena efek obat yang ia minum hyunsuk mulai mengantuk tapi ia memaksakan diri untuk menunggu kekasihnya selesai belajar.</p>

<p>Mengesalkan memang, saat ia sedang sakit begini yoshi terus saja sibuk dan mengabaikannya, padahal ia sangat ingin dimanja, diperhatikan dan dipeluk semalaman mulai dari sebelum tidur hingga bangun, tapi yoshi mengabaikannya sejak tadi. Ketika ia bangun yoshi sudah tidak ada disampingnya</p>

<p>Yoshi membalik kursinya, terkejut ketika melihat hyunsuk sedang duduk menopang dagu menatap kearahnya</p>

<p>” ehh? Ku pikir kau sedang tidur “</p>

<p>Hyunsuk hanya menatap dalam diam</p>

<p>” kenapa tidak tidur? “</p>

<p>Masih terdiam hyunsuk tidak merespon, tapi ia memperhatikan setiap langkah kecil yang yoshi lakukan</p>

<p>” mau kemana? “</p>

<p>” bikin kopi “</p>

<p>” ikut “</p>

<p>” ngapain ikut, cuman didapur kok “</p>

<p>Hyunsuk memanyunkan bibir kesal “ ikut, mau ikut, pokoknya ikut ” rengeknya</p>

<p>Yoshi menautkan alis bingung, tapi ia tetap mendekat untuk meraih tangan hyunsuk yang terbuka, lalu menggendongnya</p>

<p>Sedangkan hyunsuk melingkarkan kedua lengannya dileher yoshi sambil meletakkan kepalanya dengan nyaman</p>

<p>” bayi penguin ku, bayi penguin ku “ dengan santai yoshi melangkah keluar sambil memeluk hyunsuk didepannya</p>

<p>Hyunsuk yang tadinya sedang kesal seketika mengembangkan senyumnya, memukul punggung Yoshi pelan</p>

<p>” ngeselin ihhh “</p>

<p>Yoshi tertawa kecil “ kemarin ngakunya penguin sih, jadi mulai sekarang aku panggil aja bayi penguin “</p>

<p>Hyunsuk ikut tertawa diam diam, lalu kembali memeluk yoshi dengan erat, sambil menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher</p>

<p>” duduk sini dulu ya “</p>

<p>Hyunsuk menggeleng, tidak ingin melepaskan pelukannya</p>

<p>” sebentar aja “</p>

<p>” gak mau “</p>

<p>” nanti kalau kamu kecipratan air panas gimana, duduk sini sebentar aja ya? “</p>

<p>Hyunsuk terdiam sebentar, tapi kemudian ia mengangguk samar sambil melepaskan pelukannya</p>

<p>Yoshi tersenyum hangat sambil menangkup pipi hyunsuk dengan lembut “ anak pintar “</p>

<p>” ishhhh “ hyunsuk mendorong Yoshi pelan karena kesal Yoshi menguyel kedua pipinya sejak tadi</p>

<p>” hehehehe —</p>

<p>— mau susu? “</p>

<p>” mauuuu “</p>

<p>” coklat? “</p>

<p>” coklat!! “</p>

<p>” tunggu sebentar sweety</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/its-a-beautiful-night-bm76</guid>
      <pubDate>Mon, 21 Jun 2021 11:48:28 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>It&#39;s a beautiful night</title>
      <link>https://write.as/snowxxxblue/its-a-beautiful-night?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[&#xA;It&#39;s a beautiful night &#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34; kak seriusan mau pergi? &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk membalik badannya, menatap junkyu yang menahan lengannya di ambang pintu &#xA;&#xA;Hyunsuk mengangguk kecil &#34; iya cuman sebentar kok &#34;&#xA;&#xA;&#34; kenapa gak besok aja? Atau suruh ruto pas pulang buat bawain? &#34;&#xA;&#xA;&#34; gak papa junkyu, ya ampun cuman ke agensi kok &#34;&#xA;&#xA;&#34; tapi ya tetep aja kan kamu ga enak badan sejak pagi, biar aku telfon Yoshi dulu suruh jemput &#34; &#xA;&#xA;dengan cepat junkyu merogoh saku celanaya mencari ponsel untuk menghubungi yoshi&#xA;&#xA;&#34; ihhhh jangan, nanti dia marah kalau tau aku nekat pergi &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk membalik tubuhnya, berusaha merebut ponsel junkyu yang sengaja pemuda kim itu angkat lebih tinggi &#xA;&#xA;&#34; ya abisnya dibilangin jangan kesana ngeyel, biar sekalian aja kamu di kurung dikamar besok &#34;&#xA;&#xA;&#34; junkyu ihhhh, aku cuman sebentar kok ngasih makan malam buat yoshi terus ngambil sepatuku terus pulang kok janjiii &#34;&#xA;&#xA;&#34; gak ada, nanti aku yang kena marah lagi &#34;&#xA;&#xA;&#34; ceklek &#34;&#xA;&#xA;&#34; ehh? &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi? &#34;&#xA;&#xA;&#34; mau kemana kak kok rapi banget? &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi astaga sumpah ya untung lu disini, coba lihat ni bocil dia tadi mau nekat ke studio jam segini &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk melebarkan matanya, astaga kim junkyu mulutnya ihhh&#xA;&#xA;Yoshi menatap hyunsuk penuh selidik &#34; bener gitu kak? &#34;&#xA;&#xA;&#34; hnggg enggak kok, aku cuman mau buang sampah aja diluar, junkyu bohong &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi, coba lu lihat mana ad orang mau buang sampah pakaiannya modis kek gini? Make jaket bawa tas pake topi kacamata juga, coba lihat &#34;&#xA;&#xA;&#34; kakk.. &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk menekuk wajahnya sedih, ia kemudian menghambur kepelukan kekasihnya &#xA;&#xA;&#34; kangen, pingin ketemu makannya aku mau nyusul, tapi sama junkyu gak boleh. Kamu juga perginya lama banget dari siang aku sendirian dirumah &#34;&#xA;&#xA;&#34;aduhh sayang, maaf ya. Harusnya kamu telfon biar aku cepet pulang &#34;&#xA;&#xA;&#34; bagussss cium cium terus dimuka umum &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk dan Yoshi tampak acuh dan masih berpelukan erat&#xA;&#xA;&#34; mau jalan jalan diluar &#34; cicit hyunsuk pelan&#xA;&#xA;&#34; sekarang? Udah malem sayang, besok aja. Kamu juga masih rada demam &#34;&#xA;&#xA;&#34; sebentar aja &#34; hyunsuk memanyunkan bibirnya sambil memasang tatapan sedih andalannya&#xA;&#xA;Junkyu hanya melirik kecil &#34; lu bakal ngeiyain? Kita udah mau comeback loh, mau hyunsuk sakit lagi? &#34;&#xA;&#xA;&#34; junkyu ihhh &#34; hyunsuk merengek kecil kearah yoshi&#xA;&#xA;&#34; ayo tidur aja udah malem &#34;&#xA;&#xA;Junkyu bersorak senang &#34; nah gitu dong, karna yoshi udah pulang, sana lu berdua minggir gue mau tidur dengan nyenyak &#34;&#xA;&#xA;Setelah berlalunya junkyu, hyunsuk kembali merengek dengan manja membuat yoshi harus menahan senyumnya dengan susah payah&#xA;&#xA;&#34; yoshi ayo beli telur gulung didepan &#34;&#xA;&#xA;&#34; aku buatin aja gimana? &#34;&#xA;&#xA;&#34; bentar aja janji abis itu langsung pulang deh &#34;&#xA;&#xA;Yoshi masih tampak enggan, ini sudah jam 11 malam dan hyunsuk merengek minta telur gulung? Heiii kedai mana yang masih buka jam segini? &#xA;&#xA;Tapi karna hyunsuk tidak ingin telur gulung buatannya maka tidak ada salahnya mereka oergi keluar, mungkin saja masih ada yang berjualan didepan saja&#xA;&#xA;&#34; tapi kak ini udah malem, dingin juga, kamu kan demam &#34;&#xA;&#xA;&#34; aku pake jaket kok, yoshi juga peluk aku terus biar gak dingin &#34;&#xA;&#xA;Akhirnya karna tidak bisa lagi menahan senyumnya yoshi terkekeh kecil sambil mengelus rambut hitam kekasihnya &#xA;&#xA;&#34; oke, cari telur gulung aja ya? Sebentar gak pake lama, abis itu langsung pulang &#34;&#xA;&#xA;&#34; yeyy yeyyy kapten &#34;&#xA;&#xA;Dengan senyuman yang mengembang keduanya berjalan sambil saling memeluk, tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi menenangkan karena berpelukan dibawah jaket yang sama, keduanya berbagai kehangatan untuk satu sama lain&#xA;&#xA;Sesampainya ditempat tujuan ternyata semua kedai sudah tutup, membuat hyunsuk sedikit sedih dan memanyunkan bibirnya dengan kesal&#xA;&#xA;Tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba tiba saja yoshi diseret untuk pergi ke mini market, dan hyunsuk sibuk mengambil beraneka macam senack yang ia inginkan&#xA;&#xA;Tidak hanya sampai disitu, hyunsuk masih tidak mau pulang ia mengajak yoshi untuk pergi ketaman dan bermain ayunan&#xA;&#xA;Hari semakin larut, hyunsuk masih deman hari ini tapi anak itu bahkan tidak ingin pulang. Membuat yoshi gusar dan khawatir berada disebrangnya&#xA;&#xA;Keduanya baru saja tiba di asrama ketika pukul 1 dini hari. Dengan hyunsuk yang kelelahan dan berakhir tertidur dibelakang tubuh yoshi&#xA;&#xA;Mau tidak mau yoshi harus menggedongnya hingga ke kamar, karena ia tentu saja tidak tega membangunkan kekasihnya yang sedang demam itu. &#xA;&#xA;Menggendong hyunsuk sudah bagi rutinitas untuknya, karena biasanya ketika pulang bekerja dan hyunsuk kelelahan maka ia akan tertidur didalam mobil. &#xA;&#xA;Dan dari pada membangunkan kekasihnya ia lebih memilih untuk menggendong hyunsuk hingga sampai dikamar. Lagi pula hyunsuk itu ringan, beratnya tidak seberapa. Jadi itu bukan masalah untuknya&#xA;&#xA;Setelah membaringkan hyunsuk dengan pelan yoshi kemudian melepas sepatunya juga jaket yang hyunsuk gunakan. Lalu dengan hati hati yoshi melepas beberapa kalung yang melingkar dileher kekasihnya.&#xA;&#xA;Yoshi duduk diam dipinggiran kasur, ia mengamati wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas, wajahnya sedikit pucat juga bibirnya kering, padahal biasanya bibir itu selalu tampak segar dengan warna merah alami, selalu tampak menggoda dengan rasa manis ketika ia cicipi&#xA;&#xA;Yoshi mengambil kedua tangan hyunsuk, menciuminya beberapa kali secara bergantian, tangannya terasa dingin padahal yoshi sudah menggenggamnya sejak tadi&#xA;&#xA;Mengelus sisi kiri wajahnya dengan sayang, yoshi merapikan helaian rambut kesihnya kemudan bergerak untuk memberikan kecupan selamat malam di pucuk kepalanya&#xA;&#xA;Niatnya Yoshi hanya pergi kekamarnya sebentar untuk mengganti pakaian, tapi ia terkejut saat mendengar isakan pelan dari kamar kekasihnya. Dengan terburu buru yoshi segera menghampiri kekasihnya &#xA;&#xA;Yoshi dibuat panik ketika melihat hyunsuk duduk ditepian ranjang sambil mengucek kedua matanya pelan terdengar isakan kecil &#xA;&#xA;&#34; sayang, ada apa &#34; &#xA;&#xA;&#34; yoshi &#34; lirihnya&#xA;&#xA;Yoshi berjalan mendekat, meraih kedua tangan hyunsuk agar berhenti mengucek matanya &#34; aku disini &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk segera memeluk yoshi yang berdiri dihadapannya, sambil masih sesegukan ia menyembunyikan wajahnya &#xA;&#xA;&#34; kenapa menangis hmm? Apa kau mimpi buruk? &#34; dengan sayang yoshi membelai rambut hitam hyunsuk, menyisirnya pelan menggunakan jarinya&#xA;&#xA;Hyunsuk mengangguk sebagai respon &#34; jangan tinggalkan aku &#34;&#xA;&#xA;&#34; tidak akan, aku disini sayang &#34; sedikit memberi jarak untuk keduanya yoshi menyerahkan segelas air minum kepada hyunsuk &#xA;&#xA;Dan dengan pelan membantu hyunsuk untuk meminum obatnya &#xA;&#xA;&#34; sudah, ayo sekarang cepat tidur &#34;&#xA;&#xA;&#34; yoshi tidur disini? &#34;&#xA;&#xA;&#34; tentu &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk tersenyum senang kembali memeluk kekasihnya dengan erat&#xA;&#xA;&#34; ehhh, aduh ya ampun, pelan pelan kamu bisa jatuh dari kasur &#34;&#xA;&#xA;&#34; hehehehe &#34; hyunsuk tertawa kecil sebagai respon tidak bersalah&#xA;&#xA;Pada akhirnya yoshi ikut berbaring diranjang yang sama, dengan hyunsuk yang tidur menimpa dirinya&#xA;&#xA;&#34; seperti bayi koala &#34; yoshi terkekeh sambil memeluk pinggang hyunsuk &#xA;&#xA;&#34; koala mah junkyu &#34;&#xA;&#xA;&#34; terus kalau kamu apa? &#34;&#xA;&#xA;&#34; penguin hehehehe &#34;&#xA;&#xA;Mendengar jawaban hyunsuk yoshi ikut tertawa &#34; bayi penguin, bayi penguin ku &#34;&#xA;&#xA;Yoshi tidak bisa berhenti tertawa karena hyunsuk sangat menggemaskan, memeluknya erat dengan tawanya yang terdengar merdu, astaga mereka berdua ini. &#xA;&#xA;———&#xA;&#xA;Setelah hyunsuk dan yoshi sarapan keduanya kembali tidur, tapi yoshi tidak bisa berlama lama tidur karena banyak hal yang harus ia kerjakan menggantikan hyunsuk &#xA;&#xA;Untung saja yoshi sudah menyiapkan makanan, biasanya yang mengurus masalah dapur adalah hyunsuk di bantu junkyu yang suka memesan makanan. Tapi kali ini yoshi harus mengurusnya sendirian &#xA;&#xA;Sekali lagi untung saja mereka sudah lama tinggal bersama jadi ia sudah tau apa kesukaan masing masing orang tanpa perlu repot bertanya&#xA;&#xA;Ketika sakit hyunsuk memang lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri dikamar dan tidur seharian&#xA;&#xA;Yoshi tidak masalah, hyunsuk sedang sakit jadi ia pasti butuh istirahat yang cukup. &#xA;&#xA;Tapi karena suasana drom menjadi sangat sepi yoshi jadi tidak tau harus berbuat apa untuk mengisi waktu weekendnya seorang diri.&#xA;&#xA;Jika biasanya ia dan hyunsuk akan belanja, jalan jalan, bermain, mencoba memasak sesuatu, hangout bersama yang lain, latihan, membuat musik distudio dan sebagainya. &#xA;&#xA;Tetapi kali ini hyunsuk sedang sakit jadi yoshi kesepian seorang diri. Junkyu masih tidur, haruto juga baru pulang dari drom 3 pagi tadi dan sekarang masih tidur&#xA;&#xA;Ia sudah selesai membersihkan drom, merapikan kamarnya juga kamar hyunsuk. Dan sekarang tidak tau harus berbuat apa. &#xA;Ingin pergi keluar juga buat apa, ia tidak ada tujuan, lagi pula ia tidak kan meninggalkan hyunsuk sendirian walaupun ini siang hari&#xA;&#xA;Pada akhirnya yoshi hanya belajar dikamar sambil menemani hyunsuk, membuat musik, menghafal kosa kata, menulis lirik, atau mungkin Melukis untuk mengisi waktu luang&#xA;&#xA;Ketika hari sudah mulai malam, yoshi membangunkan hyunsuk agar bisa makan malam untung saja kali ini ia sudah mau makan bersama diluar, tidak seperti tadi pagi dan siang hari hyunsuk hanya mau makan dikamar &#xA;&#xA;Seperti hari biasanya mereka makan malam bersama hanya bedanya kali ini lebih terasa sepi karena hyunsuk masih tidak bersemangat seperti biasanya, jadi hanya junkyu yang sejak tadi mengoceh&#xA;&#xA;Hari semakin larut dan karena efek obat yang ia minum hyunsuk mulai mengantuk tapi ia memaksakan diri untuk menunggu kekasihnya selesai belajar. &#xA;&#xA;Mengesalkan memang, saat ia sedang sakit begini yoshi terus saja sibuk dan mengabaikannya, padahal ia sangat ingin dimanja, diperhatikan dan dipeluk semalaman mulai dari sebelum tidur hingga bangun, tapi yoshi mengabaikannya sejak tadi. Ketika ia bangun yoshi sudah tidak ada disampingnya&#xA;&#xA;Yoshi membalik kursinya, terkejut ketika melihat hyunsuk sedang duduk menopang dagu menatap kearahnya&#xA;&#xA;&#34; ehh? Ku pikir kau sedang tidur &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk hanya menatap dalam diam&#xA;&#xA;&#34; kenapa tidak tidur? &#34;&#xA;&#xA;Masih terdiam hyunsuk tidak merespon, tapi ia memperhatikan setiap langkah kecil yang yoshi lakukan &#xA;&#xA;&#34; mau kemana? &#34;&#xA;&#xA;&#34; bikin kopi &#34;&#xA;&#xA;&#34; ikut &#34;&#xA;&#xA;&#34; ngapain ikut, cuman didapur kok &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk memanyunkan bibir kesal &#34; ikut, mau ikut, pokoknya ikut &#34; rengeknya&#xA;&#xA;Yoshi menautkan alis bingung, tapi ia tetap mendekat untuk meraih tangan hyunsuk yang terbuka, lalu menggendongnya&#xA;&#xA;Sedangkan hyunsuk melingkarkan kedua lengannya dileher yoshi sambil meletakkan kepalanya dengan nyaman&#xA;&#xA;&#34; bayi penguin ku, bayi penguin ku &#34; dengan santai yoshi melangkah keluar sambil memeluk hyunsuk didepannya&#xA;&#xA;Hyunsuk yang tadinya sedang kesal seketika mengembangkan senyumnya, memukul punggung Yoshi pelan &#xA;&#xA;&#34; ngeselin ihhh &#34;&#xA;&#xA;Yoshi tertawa kecil &#34; kemarin ngakunya penguin sih, jadi mulai sekarang aku panggil aja bayi penguin &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk ikut tertawa diam diam, lalu kembali memeluk yoshi dengan erat, sambil menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher&#xA;&#xA;&#34; duduk sini dulu ya &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk menggeleng, tidak ingin melepaskan pelukannya&#xA;&#xA;&#34; sebentar aja &#34;&#xA;&#xA;&#34; gak mau &#34;&#xA;&#xA;&#34; nanti kalau kamu kecipratan air panas gimana, duduk sini sebentar aja ya? &#34;&#xA;&#xA;Hyunsuk terdiam sebentar, tapi kemudian ia mengangguk samar sambil melepaskan pelukannya &#xA;&#xA;Yoshi tersenyum hangat sambil menangkup pipi hyunsuk dengan lembut &#34; anak pintar &#34;&#xA;&#xA;&#34; ishhhh &#34; hyunsuk mendorong Yoshi pelan karena kesal Yoshi menguyel kedua pipinya sejak tadi &#xA;&#xA;&#34; hehehehe —&#xA;&#xA;— mau susu? &#34;&#xA;&#xA;&#34; mauuuu &#34;&#xA;&#xA;&#34; coklat? &#34;&#xA;&#xA;&#34; coklat!! &#34;&#xA;&#xA;&#34; tunggu sebentar sweety]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://write.as/snowxxxblue/tag:It" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">It</span></a>&#39;s a beautiful night</p>

<hr/>

<p>” kak seriusan mau pergi? “</p>

<p>Hyunsuk membalik badannya, menatap junkyu yang menahan lengannya di ambang pintu</p>

<p>Hyunsuk mengangguk kecil “ iya cuman sebentar kok “</p>

<p>” kenapa gak besok aja? Atau suruh ruto pas pulang buat bawain? “</p>

<p>” gak papa junkyu, ya ampun cuman ke agensi kok “</p>

<p>” tapi ya tetep aja kan kamu ga enak badan sejak pagi, biar aku telfon Yoshi dulu suruh jemput “</p>

<p>dengan cepat junkyu merogoh saku celanaya mencari ponsel untuk menghubungi yoshi</p>

<p>” ihhhh jangan, nanti dia marah kalau tau aku nekat pergi “</p>

<p>Hyunsuk membalik tubuhnya, berusaha merebut ponsel junkyu yang sengaja pemuda kim itu angkat lebih tinggi</p>

<p>” ya abisnya dibilangin jangan kesana ngeyel, biar sekalian aja kamu di kurung dikamar besok “</p>

<p>” junkyu ihhhh, aku cuman sebentar kok ngasih makan malam buat yoshi terus ngambil sepatuku terus pulang kok janjiii “</p>

<p>” gak ada, nanti aku yang kena marah lagi “</p>

<p>” ceklek “</p>

<p>” ehh? “</p>

<p>” yoshi? “</p>

<p>” mau kemana kak kok rapi banget? “</p>

<p>” yoshi astaga sumpah ya untung lu disini, coba lihat ni bocil dia tadi mau nekat ke studio jam segini “</p>

<p>Hyunsuk melebarkan matanya, astaga kim junkyu mulutnya ihhh</p>

<p>Yoshi menatap hyunsuk penuh selidik “ bener gitu kak? “</p>

<p>” hnggg enggak kok, aku cuman mau buang sampah aja diluar, junkyu bohong “</p>

<p>” yoshi, coba lu lihat mana ad orang mau buang sampah pakaiannya modis kek gini? Make jaket bawa tas pake topi kacamata juga, coba lihat “</p>

<p>” kakk.. “</p>

<p>Hyunsuk menekuk wajahnya sedih, ia kemudian menghambur kepelukan kekasihnya</p>

<p>” kangen, pingin ketemu makannya aku mau nyusul, tapi sama junkyu gak boleh. Kamu juga perginya lama banget dari siang aku sendirian dirumah “</p>

<p>“aduhh sayang, maaf ya. Harusnya kamu telfon biar aku cepet pulang “</p>

<p>” bagussss cium cium terus dimuka umum “</p>

<p>Hyunsuk dan Yoshi tampak acuh dan masih berpelukan erat</p>

<p>” mau jalan jalan diluar “ cicit hyunsuk pelan</p>

<p>” sekarang? Udah malem sayang, besok aja. Kamu juga masih rada demam “</p>

<p>” sebentar aja “ hyunsuk memanyunkan bibirnya sambil memasang tatapan sedih andalannya</p>

<p>Junkyu hanya melirik kecil “ lu bakal ngeiyain? Kita udah mau comeback loh, mau hyunsuk sakit lagi? “</p>

<p>” junkyu ihhh “ hyunsuk merengek kecil kearah yoshi</p>

<p>” ayo tidur aja udah malem “</p>

<p>Junkyu bersorak senang “ nah gitu dong, karna yoshi udah pulang, sana lu berdua minggir gue mau tidur dengan nyenyak “</p>

<p>Setelah berlalunya junkyu, hyunsuk kembali merengek dengan manja membuat yoshi harus menahan senyumnya dengan susah payah</p>

<p>” yoshi ayo beli telur gulung didepan “</p>

<p>” aku buatin aja gimana? “</p>

<p>” bentar aja janji abis itu langsung pulang deh “</p>

<p>Yoshi masih tampak enggan, ini sudah jam 11 malam dan hyunsuk merengek minta telur gulung? Heiii kedai mana yang masih buka jam segini?</p>

<p>Tapi karna hyunsuk tidak ingin telur gulung buatannya maka tidak ada salahnya mereka oergi keluar, mungkin saja masih ada yang berjualan didepan saja</p>

<p>” tapi kak ini udah malem, dingin juga, kamu kan demam “</p>

<p>” aku pake jaket kok, yoshi juga peluk aku terus biar gak dingin “</p>

<p>Akhirnya karna tidak bisa lagi menahan senyumnya yoshi terkekeh kecil sambil mengelus rambut hitam kekasihnya</p>

<p>” oke, cari telur gulung aja ya? Sebentar gak pake lama, abis itu langsung pulang “</p>

<p>” yeyy yeyyy kapten “</p>

<p>Dengan senyuman yang mengembang keduanya berjalan sambil saling memeluk, tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi menenangkan karena berpelukan dibawah jaket yang sama, keduanya berbagai kehangatan untuk satu sama lain</p>

<p>Sesampainya ditempat tujuan ternyata semua kedai sudah tutup, membuat hyunsuk sedikit sedih dan memanyunkan bibirnya dengan kesal</p>

<p>Tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba tiba saja yoshi diseret untuk pergi ke mini market, dan hyunsuk sibuk mengambil beraneka macam senack yang ia inginkan</p>

<p>Tidak hanya sampai disitu, hyunsuk masih tidak mau pulang ia mengajak yoshi untuk pergi ketaman dan bermain ayunan</p>

<p>Hari semakin larut, hyunsuk masih deman hari ini tapi anak itu bahkan tidak ingin pulang. Membuat yoshi gusar dan khawatir berada disebrangnya</p>

<p>Keduanya baru saja tiba di asrama ketika pukul 1 dini hari. Dengan hyunsuk yang kelelahan dan berakhir tertidur dibelakang tubuh yoshi</p>

<p>Mau tidak mau yoshi harus menggedongnya hingga ke kamar, karena ia tentu saja tidak tega membangunkan kekasihnya yang sedang demam itu.</p>

<p>Menggendong hyunsuk sudah bagi rutinitas untuknya, karena biasanya ketika pulang bekerja dan hyunsuk kelelahan maka ia akan tertidur didalam mobil.</p>

<p>Dan dari pada membangunkan kekasihnya ia lebih memilih untuk menggendong hyunsuk hingga sampai dikamar. Lagi pula hyunsuk itu ringan, beratnya tidak seberapa. Jadi itu bukan masalah untuknya</p>

<p>Setelah membaringkan hyunsuk dengan pelan yoshi kemudian melepas sepatunya juga jaket yang hyunsuk gunakan. Lalu dengan hati hati yoshi melepas beberapa kalung yang melingkar dileher kekasihnya.</p>

<p>Yoshi duduk diam dipinggiran kasur, ia mengamati wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas, wajahnya sedikit pucat juga bibirnya kering, padahal biasanya bibir itu selalu tampak segar dengan warna merah alami, selalu tampak menggoda dengan rasa manis ketika ia cicipi</p>

<p>Yoshi mengambil kedua tangan hyunsuk, menciuminya beberapa kali secara bergantian, tangannya terasa dingin padahal yoshi sudah menggenggamnya sejak tadi</p>

<p>Mengelus sisi kiri wajahnya dengan sayang, yoshi merapikan helaian rambut kesihnya kemudan bergerak untuk memberikan kecupan selamat malam di pucuk kepalanya</p>

<p>Niatnya Yoshi hanya pergi kekamarnya sebentar untuk mengganti pakaian, tapi ia terkejut saat mendengar isakan pelan dari kamar kekasihnya. Dengan terburu buru yoshi segera menghampiri kekasihnya</p>

<p>Yoshi dibuat panik ketika melihat hyunsuk duduk ditepian ranjang sambil mengucek kedua matanya pelan terdengar isakan kecil</p>

<p>” sayang, ada apa “</p>

<p>” yoshi “ lirihnya</p>

<p>Yoshi berjalan mendekat, meraih kedua tangan hyunsuk agar berhenti mengucek matanya “ aku disini “</p>

<p>Hyunsuk segera memeluk yoshi yang berdiri dihadapannya, sambil masih sesegukan ia menyembunyikan wajahnya</p>

<p>” kenapa menangis hmm? Apa kau mimpi buruk? “ dengan sayang yoshi membelai rambut hitam hyunsuk, menyisirnya pelan menggunakan jarinya</p>

<p>Hyunsuk mengangguk sebagai respon “ jangan tinggalkan aku “</p>

<p>” tidak akan, aku disini sayang “ sedikit memberi jarak untuk keduanya yoshi menyerahkan segelas air minum kepada hyunsuk</p>

<p>Dan dengan pelan membantu hyunsuk untuk meminum obatnya</p>

<p>” sudah, ayo sekarang cepat tidur “</p>

<p>” yoshi tidur disini? “</p>

<p>” tentu “</p>

<p>Hyunsuk tersenyum senang kembali memeluk kekasihnya dengan erat</p>

<p>” ehhh, aduh ya ampun, pelan pelan kamu bisa jatuh dari kasur “</p>

<p>” hehehehe “ hyunsuk tertawa kecil sebagai respon tidak bersalah</p>

<p>Pada akhirnya yoshi ikut berbaring diranjang yang sama, dengan hyunsuk yang tidur menimpa dirinya</p>

<p>” seperti bayi koala “ yoshi terkekeh sambil memeluk pinggang hyunsuk</p>

<p>” koala mah junkyu “</p>

<p>” terus kalau kamu apa? “</p>

<p>” penguin hehehehe “</p>

<p>Mendengar jawaban hyunsuk yoshi ikut tertawa “ bayi penguin, bayi penguin ku “</p>

<p>Yoshi tidak bisa berhenti tertawa karena hyunsuk sangat menggemaskan, memeluknya erat dengan tawanya yang terdengar merdu, astaga mereka berdua ini.</p>

<p>———</p>

<p>Setelah hyunsuk dan yoshi sarapan keduanya kembali tidur, tapi yoshi tidak bisa berlama lama tidur karena banyak hal yang harus ia kerjakan menggantikan hyunsuk</p>

<p>Untung saja yoshi sudah menyiapkan makanan, biasanya yang mengurus masalah dapur adalah hyunsuk di bantu junkyu yang suka memesan makanan. Tapi kali ini yoshi harus mengurusnya sendirian</p>

<p>Sekali lagi untung saja mereka sudah lama tinggal bersama jadi ia sudah tau apa kesukaan masing masing orang tanpa perlu repot bertanya</p>

<p>Ketika sakit hyunsuk memang lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri dikamar dan tidur seharian</p>

<p>Yoshi tidak masalah, hyunsuk sedang sakit jadi ia pasti butuh istirahat yang cukup.</p>

<p>Tapi karena suasana drom menjadi sangat sepi yoshi jadi tidak tau harus berbuat apa untuk mengisi waktu weekendnya seorang diri.</p>

<p>Jika biasanya ia dan hyunsuk akan belanja, jalan jalan, bermain, mencoba memasak sesuatu, hangout bersama yang lain, latihan, membuat musik distudio dan sebagainya.</p>

<p>Tetapi kali ini hyunsuk sedang sakit jadi yoshi kesepian seorang diri. Junkyu masih tidur, haruto juga baru pulang dari drom 3 pagi tadi dan sekarang masih tidur</p>

<p>Ia sudah selesai membersihkan drom, merapikan kamarnya juga kamar hyunsuk. Dan sekarang tidak tau harus berbuat apa.
Ingin pergi keluar juga buat apa, ia tidak ada tujuan, lagi pula ia tidak kan meninggalkan hyunsuk sendirian walaupun ini siang hari</p>

<p>Pada akhirnya yoshi hanya belajar dikamar sambil menemani hyunsuk, membuat musik, menghafal kosa kata, menulis lirik, atau mungkin Melukis untuk mengisi waktu luang</p>

<p>Ketika hari sudah mulai malam, yoshi membangunkan hyunsuk agar bisa makan malam untung saja kali ini ia sudah mau makan bersama diluar, tidak seperti tadi pagi dan siang hari hyunsuk hanya mau makan dikamar</p>

<p>Seperti hari biasanya mereka makan malam bersama hanya bedanya kali ini lebih terasa sepi karena hyunsuk masih tidak bersemangat seperti biasanya, jadi hanya junkyu yang sejak tadi mengoceh</p>

<p>Hari semakin larut dan karena efek obat yang ia minum hyunsuk mulai mengantuk tapi ia memaksakan diri untuk menunggu kekasihnya selesai belajar.</p>

<p>Mengesalkan memang, saat ia sedang sakit begini yoshi terus saja sibuk dan mengabaikannya, padahal ia sangat ingin dimanja, diperhatikan dan dipeluk semalaman mulai dari sebelum tidur hingga bangun, tapi yoshi mengabaikannya sejak tadi. Ketika ia bangun yoshi sudah tidak ada disampingnya</p>

<p>Yoshi membalik kursinya, terkejut ketika melihat hyunsuk sedang duduk menopang dagu menatap kearahnya</p>

<p>” ehh? Ku pikir kau sedang tidur “</p>

<p>Hyunsuk hanya menatap dalam diam</p>

<p>” kenapa tidak tidur? “</p>

<p>Masih terdiam hyunsuk tidak merespon, tapi ia memperhatikan setiap langkah kecil yang yoshi lakukan</p>

<p>” mau kemana? “</p>

<p>” bikin kopi “</p>

<p>” ikut “</p>

<p>” ngapain ikut, cuman didapur kok “</p>

<p>Hyunsuk memanyunkan bibir kesal “ ikut, mau ikut, pokoknya ikut ” rengeknya</p>

<p>Yoshi menautkan alis bingung, tapi ia tetap mendekat untuk meraih tangan hyunsuk yang terbuka, lalu menggendongnya</p>

<p>Sedangkan hyunsuk melingkarkan kedua lengannya dileher yoshi sambil meletakkan kepalanya dengan nyaman</p>

<p>” bayi penguin ku, bayi penguin ku “ dengan santai yoshi melangkah keluar sambil memeluk hyunsuk didepannya</p>

<p>Hyunsuk yang tadinya sedang kesal seketika mengembangkan senyumnya, memukul punggung Yoshi pelan</p>

<p>” ngeselin ihhh “</p>

<p>Yoshi tertawa kecil “ kemarin ngakunya penguin sih, jadi mulai sekarang aku panggil aja bayi penguin “</p>

<p>Hyunsuk ikut tertawa diam diam, lalu kembali memeluk yoshi dengan erat, sambil menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher</p>

<p>” duduk sini dulu ya “</p>

<p>Hyunsuk menggeleng, tidak ingin melepaskan pelukannya</p>

<p>” sebentar aja “</p>

<p>” gak mau “</p>

<p>” nanti kalau kamu kecipratan air panas gimana, duduk sini sebentar aja ya? “</p>

<p>Hyunsuk terdiam sebentar, tapi kemudian ia mengangguk samar sambil melepaskan pelukannya</p>

<p>Yoshi tersenyum hangat sambil menangkup pipi hyunsuk dengan lembut “ anak pintar “</p>

<p>” ishhhh “ hyunsuk mendorong Yoshi pelan karena kesal Yoshi menguyel kedua pipinya sejak tadi</p>

<p>” hehehehe —</p>

<p>— mau susu? “</p>

<p>” mauuuu “</p>

<p>” coklat? “</p>

<p>” coklat!! “</p>

<p>” tunggu sebentar sweety</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://write.as/snowxxxblue/its-a-beautiful-night</guid>
      <pubDate>Mon, 21 Jun 2021 11:47:38 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>