Rreksuu's Writing

Let's Destroy Everything!

Untuk mu.

Sebuah penggambaran yang menarik dari tuhan yang maha kuasa. Karya seni yang layak disebut seni. Gabungan antara senyum mani dengan mata sayu yang lembut bahkan cenderung terlihat sedih. Siapapun akan iba dan terpesona oleh karya ini.

“Ksatria berkuda”

Pedang terangkat, Kuda disentak, memperlihatkan pose siap tempur. Saat turun semangat sudah terkumpul membara. Hitungan ketiga semuanya terbakar menerobos menusuk dan berlari-lari sekencang angin. Saat target sudah dekat tidak terasa ternyata sudah porak-poranda, muncul target berikutnya hanya akan menjadi angin lewat yang hancur lebur. Benteng sudah ditembus, kepala dengan pelindung menjadi trofi kemenangan. Bendara Kebanggaan dikibarkan di puncak istana. Lagu Perayaan dinyanyikan. Pesta disorakkan. Kemenangan sudah di genggam!

Waktunya berhenti/.

Aku rasa sudah cukup mengejar sesuatu yang tidak ingin dikejar. Sebuah upaya sia-sia sebenarnya karena mungkin dia lari karena takut? Tidak ada gunanya juga membuang-buang energi. Lebih baik kupakai tidur dan bersenang-senang sendiri. Lelah aku. Mau tidur. Selamat malam kebodohan duniawi. Waktunya bendera perang dunia lain kukibarkan. Pejuang sendiri siap untuk berperang. Karena medan perang adalah taman bermain untuk semua orang gila perang. Ini peperanganku. Aku bersenang-senang.

sesuai yang diimpikan/.

Saat tidak ada yang menuntut. Semua di muka bumi ini penuh ketenangan. Tidak ada bendera perang dikibarkan. Alunan musik paling indah terlantun untuk merayakan kebebasan. Semua hal di dunia ini sedang berpesta. Tidak ada yang jahat, tidak ada pula yang naik pitam. Semuanya tenang.

Pagi datang waktunya bersenang-senang, begitu masuk siang waktunya tidur siang, malam tiba waktunya berpesta namun tidak apa jika ingin tidur. Tidak ada paksaan apapun, tidak ada yang pusing akan sesuatu, semua masalah diselesaikan.

Semuanya baik, sangat baik. Orang jahat Bagai mitos. Ketenangan Adalah emas yang semua orang punya. Tidak menjadi remeh tetapi selalu disukai. Semua orang merasa damai, tetapi kedamaian tetap menjadi mimpiku.

Begitulah jika dia diibaratkan suasana, tenang dan damai. Sebuah mimpi paling indah yang sederhana dan sangat manusiawi.

sedikit romantis/.

'Jangan berjanji jika tidak ditepati'. Semua orang seharusnya paham kata-kata itu. Aku lagi-lagi telat memahami. Terlalu berlebih dalam berucap. Walaupun memang senang ketika mengucap kata-kata manis. Tapi jangan semabarangan dilontarkan, salah sasaran kau yang celaka. Baru-baru saja kusadari berapa pentingnya hal itu, karena aku juga pernah bodoh.

Simpan dulu untuk yang paling spesial. Tidak ada waktu untuk sesuatu yang tidak jelas. Siapkan pesta besar untuknya. Si manis dan cantik yang tidak tau siapa. Karena siapapun itu, harus paling indah rumah yang harus kucipatakan untuknya. Ini bukan janji, tapi rencana masa depan sekaligus doa. Karena kuukir ini untukku sendiri. Jikalaupun dia baca, Selamat anda beruntung!

Sedikit terakhir sebelum ditutup. Versi terbaikku adalah sebuah hadiah yang sedang kupersiapkan untukknya. Aku sedang berusaha dan berdoa selalu, semoga kau juga semangat disana. Karena jika doa kita bertemu akan sangat romantis, jauh lebih romantis dibandingkan jika kita paksakan sekarang.

Percayalah, saat sudah waktunya, aku akan mengucap itu. Bukan sebagai janji, Tetapi sebagai sebuah pernyataan. Akan kuucapkan seindah dan sebaik mungkin.

Mother Flame/.

Tak perlu takut. Ini hanya sebagian kecil. Sebagian kecil untuk permulaan. Selanjutnya semua akan tunduk. Dihadapan kekuatan mutlak. Sekali engkau berbisik. Tak perlu teriakkan untuk membuatnya diam. Hanya perlu melupakan agar semuanya diam. Lebih baik tunduk saja. Diam tak perlu berharap. Sebab semuanya sudah jelas dihadapan kekuatan mutlak.

“Kami kecil harus bagaimana?” Cium saja kaki yang besar. Dia akan senang. Puja saja mereka. Mereka akan berseri. Diam saja. Pesta hanya milik si besar. Sejatinya kecil memang harus diam. Apalagi dihadapan kekuatan mutlak. Bahkan pesta kemarin malam bisa dilupakan esok pagi. Bisa karena ada kekuatan mutlak. Bahkan berita penting bisa menjadi omong kosong. Bisa karena ada kekuatan mutlak.

Marilah semua tutup mata. Rasa sakit, rasa lapar, ketidakadilan, itu semua tidak ada. Karena ada kekuatan mutlak. Kekuatan mutlak yang paling bijaksana. Cium, Puja, dan Diam!

aku lelah/.

Aku lelah, cape. Semuanya sama saja tidak membantu. Aku tidak tertarik lagi pada apapun. Tidak mau lagi berharap pada apapun. Diam saja.

Apakah aku se aneh itu? Apakah aku menyebalkan? Entahlah, aku lelah. Tidak usah berharap lagi pada orang. Semuanya penuh kebohongan.

Pada akhirnya aku sendiri, tidak ada yg bisa diharapkan. Hanya bikin lelah saja. Tidak usah berusaha lah kalo begitu. Diam saja aku ya, aku lelah.

Find me, please/.

Aku akan bermain petak umpet. Menghilang dari kekalutan. Bukan karena aku ingin. Tapi entah kenapa aku merasa harus. Makanya, nanti kuhitung dari angka -100, -99 hingga 0. Lalu akan kuhitung terus dari 0, 100, hingga aku ditemukan.

Tapi, aku tidak berharap perlu menghitung untuk dicari. Karena aku tidak akan sembunyi. Aku cuma ingin ditemukan. Bermainlah denganku. Sedih ketika tidak dicari.

Bahagia sekali orang yang berpasangan. Bahagia sekali orang yang berteman. Bahagia sekali orang yang ditemukan. Seru sekali mereka tidak perlu bersembunyi sepertiku. Tapi aku tidak boleh kalah.

Lebih baik aku lanjut bersembunyi. Kumohon. Cepat carilah aku. Siapapun.

“True an Mutual Love” Yuta and Rika

“About you” p.s. thank you.

Petualangan sudah usai Perjalanannya telah selesai Menyenangkan dan akan terkenang Banyak cerita yang terjadi Banyak sekali yang aku dengar Banyak sekali yang aku ingat

Soal coklat biskuit Kue lidah kucing Makanan ikan kumis goreng Cerita di tempat ibadah Dan pertemuan di tempat membaca

Itu semua pertama kali Semuanya sangat indah

Apakah aku sedih? Ya, tentu saja Ini adalah perpisahan, akhir dari perjalanan Memang sudah seharusnya sedih

Tapi, aku tidak kecewa

Aku tidak akan lupa Aku akan mendoakannya Semua doa-doa baik Semoga sampai padanya Semoga petualangannya indah Semoga dia hanya bertemu dengan orang-orang baik saja